
Ratu Mayang duduk di singgasananya yang megah. bajunya berwarna hitam dan menggunakan mahkota keemasan yang bersinar berkilauan dengan beberapa permata. matanya melihat ke seluruh wanita-wanita cantik yang hadir ke istana.
Siapakah di antara mereka yang dimaksud oleh cermin ajaib itu. Aku sangat penasaran.
Kemudian satu persatu mereka berbaris dan berjalan di depan Pangeran Hakim. ada 1000 gadis dari seluruh rakyat dan kerajaan yang saat ini memenuhi ruangan itu.
Mereka semua menggunakan pakaian yang indah dan riasan yang sangat cantik dan mempesona.
Satu persatu mereka berbaris dan mengucapkan salam kepada Pangeran Hakim juga Ratu Mayang.
Jika Pangeran Hakim tidak menghentikan mereka maka berarti Pangeran Hakim tidak tertarik kepada mereka yang mengucapkan salam kepadanya.
Semua wanita itu terpana melihat wajah Pangeran Hakim yang sangat tampan gagah dan perkasa. Pangeran Hakim berdiri di depan singgasana Ratu Mayang dengan pakaian kebesaran. Wajahnya sangat bersinar menawan namun dingin karena tidak satupun wanita itu yang menarik hatinya.
Para wanita yang kecewa karena tidak dipilih oleh pangeran Hakim pun kemudian bergerombol dan makan makanan di istana yang disediakan oleh Ratu Mayang. Karena kesempatannya untuk memikat Pangeran Hakim telah lewat dan dia tidak berhasil memikat hati sang pangeran yang dingin itu.
Ini sudah urutan yang ke delapan ratus sembilan puluh sembilan dan belum juga ada satupun wanita yang menarik hati Pangeran Hakim.
Ratu Mayang masih duduk di singgasananya dan matanya awas menatap setiap yang lewat juga yang baru saja masuk ke istana untuk mengikuti sayembara itu.
Dan tinggal 50 peserta lagi. Ratu Mayang semakin bingung dengan pangeran Hakim yang tidak tertarik dengan semua wanita cantik yang sudah didatangkan dari seluruh dunia.
Dan saat ini tinggal 10 peserta lagi.
"Pilihlah salah satu dari mereka Pangeran Hakim." Titah Ratu Mayang.
"Tidak satupun dari mereka yang menarik bagi hamba." Ibunda Ratu.
"Kesempatanmu untuk memilih mereka tinggal sedikit pangeran. Sisa 10 orang lagi yang hadir."
"Silakan kalian maju ke depan dan beri salam kepada Pangeran Hakim." Titah Ratu Mayang.
Dan yang terakhir adalah wanita bercadar dengan pakaian serba hitam dan rambut terurai.
"Kemudian Pangeran Hakim menghentikannya."
deg
deg
deg
Putri Tara kaget dan berhenti di depan Pangeran hakim sebelum dia sempat memberikan salam.
Kenapa kau menghentikannya pangeran?" tanya Ratu Mayang.
Hamba tertarik dengan dia ibunda Ratu." kata Pangeran Hakim.
__ADS_1
"Tapi dia hanyalah seorang pelayan dan dia tidak mengikuti sayembara ini pangeran, dia bahkan belum memberi salam kepada mu."
"Benar Ratu hamba tidak mengikuti sayembara ini." kata Putri Tara.
glek
Putri Tara sudah gemetar karena jika dia tidak bisa kembali kepada permaisuri maka aksinya ini akan ketahuan oleh ibundanya dan dia pasti akan terkena hukuman.
Dari jauh terlihat Reksa sudah sangat khawatir karena Putri Tara saat ini ada di depan Pangeran Hakim juga Ratu Mayang yang sangat jahat itu.
"Ikutlah dengan sayembara ini." Pinta Pangeran Hakim.
"Mohon maaf Pangeran tapi hamba hanyalah seorang pelayan yang miskin dan hamba juga tidak pantas bersanding dengan pangeran." Kata Putri Tara.
"Lancang sekali kau pelayan, Kenapa kau berani menolak permintaan Pangeran Hakim untuk mengikuti sayembara ini?!" Tanya Ratu Mayang dengan tatapan lurus kedepan dan menatap Putri Tara dengan tajam.
"Ampuni hamba Ratu, hamba hanya merasa tidak pantas untuk mengikuti sayembara ini." Kata Putri Tara.
"Baiklah karena tidak ada yang dipilih oleh pangeran Hakim maka saya akan membubarkan Sayembara ini dan kalian boleh menikmati hidangan yang disediakan di istana." kata Ratu Mayang dengan kecewa karena tidak dapat menemukan putri tercantik seperti yang disebutkan oleh kaca Ajaib.
Saat Pangeran Hakim menoleh kearah ibundanya dengan cepat Putri Tara melakukan sihir dan menghilang dari hadapannya bersama Reksa.
"Kemana perginya gadis itu?" Tanya Pangeran Hakim pada Harus sahabatnya.
"Aku juga tidak melihatnya pangeran." kata Pangeran Haris.
"Biarkan saja dia pergi Pangeran Hakim dia tidak pantas bersanding denganmu, wajahnya tidak cantik dan dia hanya seorang pelayan biasa." Kata Ratu Mayang.
"Tidak ibunda, hamba melihat dia adalah wanita yang berbeda, dia seperti sedang menyamar sehingga hamba ingin menangkapnya kata." Pangeran Hakim.
"Menangkapnya? Apa maksudmu pangeran?"
"Hamba merasakan aura yang berbeda saat berada di dekatnya ibunda." Kata Pangeran Hakim
"Hamba merasa Dia adalah wanita yang berbeda dari kebanyakan perempuan pada umumnya." Kata Pangeran Hakim.
"Ibunda tidak mengerti maksudmu pangeran." Kata Ratu Mayang.
"Baiklah prajurit. Kalian menyebar! Dan cari wanita bercadar tadi sampai ketemu dan setelah itu bawa dia ke mari." Titah Ratu Mayang.
Kemudian semua orang berhamburan keluar, termasuk wanita yang diundang itu, mereka semua keluar dari ruangan itu dengan berdesak-desakan. Tempat itu menjadi gaduh dan tidak tertib seperti tadi.
Semua prajurit memeriksa semua gadis itu satu persatu dan mencari wanita yang dimaksud oleh pangeran Hakim.
Setelah semua wanita itu diperiksa ternyata tidak ditemukan wanita yang dimaksud Pangeran Hakim.
Sedangkan Putri Tara dan Reksa sudah melarikan diri dengan kuda mereka menjauhi istana Ratu Mayang dan kembali ke permaisuri Andini.
__ADS_1
"Untung saja putri cepat bergerak menghilang, jika tidak maka kita akan tertangkap oleh Ratu Mayang, dan permaisuri Andini akan murka kepada kita."
"Benar Reksa, jantungku hampir saja copot saat tiba-tiba Pangeran itu menghentikanku.
"Bagaimana jika dia ingin agar aku menjadi istrinya dan kemudian aku tidak pernah kembali Reksa?" Kata Putri Mayang berandai-andai.
"Jika itu sampai terjadi, maka permaisuri Andini pasti akan sangat sedih Putri." Jawab Reksa sahabatnya.
"Ayo kita cepat pulang sebelum para prajurit itu berhasil menemukan kita Reksa.
"Iya Putri."
Kemudian Putri Tara dan Reksa melanjutkan kudanya dengan sangat kencang melewati hutan larangan dan menuju ke kerajaan Muria.
Semua prajurit mencari putri yang bercadar hitam itu sampai ke perbatasan istana. Dan mereka kemudian menemukan cadar Putri itu jatuh, dan salah satu dari mereka kemudian membawanya ke hadapan Pangeran Hakim.
"Lapor Pangeran hamba menghadap." Kata Prajurit itu.
"Bagaimana apakah kau menemukan perempuan bercadar tadi prajurit?" Tanya Pangeran Hakim.
"Tidak Pangeran, hamba tidak menemukannya tapi di perbatasan hamba menemukan ini." Kata salah seorang Prajurit.
Kemudian prajurit itu memberikan cadar hitam yang dijatuhkan oleh Putri Tara itu kepada Pangeran Hakim.
"Hamba rasa ini cadar milik wanita itu pangeran."
"Ya benar, Aku sangat mengenali cadarnya Ini adalah cadar yang dipakai oleh perempuan itu." Kata Pangeran Hakim.
"Ternyata dugaanku benar dia bukanlah pelayan." Kata Pangeran Hakim.
"Benar pangeran, dia bahkan sepertinya pandai naik kuda bersama seorang temannya, karena hamba melihat jejak mereka sepertinya perempuan itu membawa seorang temannya, untuk datang ke pesta yang diadakan oleh Ratu Mayang pangeran." Timpal prajurit itu.
"Berarti dugaanku benar bahwa dia hanya sedang menyamar, dia bukanlah perempuan biasa."
"Prajurit jangan sampai siapapun mengetahui tentang masalah ini pergilah sekarang."
"Baik Pangeran hamba mohon diri."
Kemudian Pangeran Hakim menyimpan cadar perempuan itu ke dalam saku bajunya.
Pangeran Hakim sangat ingat sorot mata dari wanita itu dia adalah wanita yang sangat cantik dan menarik, matanya bersinar dan bercahaya kebiru-biruan. Melihat dari auranya dia bukanlah perempuan biasa. Dan Pangeran Hakim berharap suatu saat bisa bertemu dengan perempuan itu lagi.
Bulu matanya yang lentik dan matanya yang berkilauan bercahaya sangat menarik hatinya. Apalagi karena dia tidak tertarik sedikitpun kepada singgasana yang ditawarkan oleh Ratu Mayang atau ibunda Ratu jelas sekali bahwa dia bukanlah perempuan biasa.
Karena jika dia perempuan biasa dia pasti akan sangat tertarik dengan hadiah yang akan diberikan kan ibunda kepadanya, jika dia terpilih menjadi istriku.
Aku harap suatu saat bisa bertemu denganmu. Gumam Pangeran Hakim.
__ADS_1