Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Undangan


__ADS_3

Bara mulai sadar jika ada perasaan yang mulai mengusiknya. Seperti cemburu dan takut kehilangan. Bara lalu memasangkan seatbelt untuk Tara.


Tara hanya diam saja dan sesekali menoleh kearah Bara yang diam saja.


"Kenapa kau pergi kerumah Zayn?" Tanya Bara?


Haruskah aku mengatakan jika Zayn bisa sihir? Ahk, tapi apakah dia mempercayainya?


"Aku tanya kok malah bengong? Kenapa kau kerumahnya malam-malam begini?" Tanya Bara.


"Itu, karena aku....aku ingin meminjam buku tentang kisah kerajaan kuno. Tapi kami tidak menemukanya. Zayn lupa menaruhnya dimana." Kata Tara yang tidak bisa mengatakan tujuannya datang kerumah Zayn.


"Lain kali kau harus bilang jika akan kerumahnya. Aku akan mengantarkanmu. Dan jika kau ingin membaca buku, maka aku akan mengantarkanmu keperpustakaan kota. Disana kau bisa mencari buku dari zaman manusia purba hingga buku masa depan. Semua ada disana." Kata Bara.


"Ya, lain kali aku ingin kesana." Kata Tara.


"Aku akan mengantarkanmu jika kau akan kesana. Dan, mulai sekarang kau jangan terlalu dekat seperti tadi dengan Zayn, kau tahukan kau akan menikah denganku bukan dengan Zayn."


"Iya aku mengerti." Kata Tara lalu mulai memainkan gantungan kunci ditasnya.


"Satu lagi, kenapa kau tidak bisa bersikap manis seperti saat kau bersama Zayn? Apakah aku terlalu keras padamu?" Tanya Bara


"Tidak. Aku bersikap biasa saja."


"Kau terlihat lebih terbuka dengannya." Kata Bara.


"Ehmmm..." Tara tidak bisa mengatakan apapun.


"Kita sudah sampai." Kata Bara lalu membukakan pintu untuk Tara.


Dan begitu mereka sampai, ternyata dirumah sudah ada mommynya.


"Mommy?"

__ADS_1


"Bara, sini! Mommy mau bicara." Kata Mommynya.


"Ada apa mom?" Tanya Bara lalu menyuruh Tara masuk kedalam.


"Tara, duduklah disini. Mommy juga mau bicara padamu." Kata Mommy pada mereka berdua.


"Mommy berfikir bagaimana jika kalian menikah Minggu depan?" Tanya Mommynya.


"Apa!?" Bara dan Tara terlihat kaget.


"Ayolah Bara, kalian harus segera meresmikannya. Mommy tidak sabar untuk mengadakan pesta untuk kalian." Kata Mommynya.


"Tapi...." Tara sepertinya sangat terkejut dan agak keberatan.


Bata bisa melihat jika Tara terkejut dan sebelum hal buruk terjadi, maka Bara juga senang dengan usul mommynya.


"Ya. Bara setuju mom." Kata Bara lalu menggenggam tangan Tara.


Tara tersenyum setengah terpaksa. Sebenarnya entah kenapa dia menjadi ragu saat ini.


"Iya, sebaiknya Mommy yang menyiapkan semuanya dan kami sudah siap." Kata Bara bersemangat.


Sementara Tara hanya diam membisu dan tidak mengatakan apapun.


***


Keesokan harinya Bara pergi kerumah temannya untuk membuat undangan pernikahanya dengan Tara.


Temannya itu ternyata bisa supranatural dan begitu melihat foto Tara dari tangan Bara, dia sangat terkejut.


"Foto ini...." Kata temannya itu.


"Ini calon istri ku. Cantik bukan?" Kata Bara dengan bangga.

__ADS_1


"Ya...dia cantik, hanya saja aku seperti pernah melihat fotonya, tapi dimana ya?"


"Ahk, pasti didalam khayalanmu. Sudah! Aku pergi dulu. Pernikahannya Minggu depan. Undangannya harus selesai besok." Kata Bara pada temannya.


"Ok, bro. Aku akan segera membuatkanya." Kata Temannya namanya Mario.


Mario masih memegang foto Tara dan mulai masuk keruang pribadinya yang terlihat penuh benda-benda asing.


Benda-benda itu unik dan kuno. Mario lalu mencari beberapa buku kuno dan mencoba mencari kemiripan dengan calon istri Bara.


Akhirnya Mario berhasil menemukan buku tentang keris keabadian. Mario mulai membuka lembar demi lembar dan akhirnya dia sadar jika foto yang dia pegang sangat mirip dengan yang ada digambar itu.


"Gadis ini sangat mirip." Kata Mario setelah mendekatkan fotonya dengan yang ada didalam buku cerita kuno.


"Kenapa ada gadis yang sangat mirip seperti ini?"


Mario lalu membuka kisah tentang anaknya yang seorang jelmaan Raksasa. Mario membacanya hingga habis dan tidak tidur semalaman.


Pagi-pagi sekali Bara sudah menelponnya.


"Gimana bro? Apa undangannya sudah selesai?"


"Ohh, ya, ini lagi dikerjakan, nanti malam aku antar. Aku juga mau bertemu calon istrimu jadi kau tidak perlu kemari." Kata Mario yang penasaran dengan wajah calon istri Bara.


Mario lalu minum sesuatu seperti ramuan yang dia buat agar dia tidak mengantuk.


Setelah itu dia dengan cepat mengerjakan undangan yang dipesan Bara.


Sore harinya Mario sudah tidak sabar untuk pergi kerumah Bara. Dia cepat memasukkan undangannya dan tidak lupa dia membawa penangkal arwah atau seperti paku kecil-kecil untuk memenjarakan arwah.


"Aku tidak percaya jika Bara akan menikah dengan arwah. Tapi sebagai teman, aku harus menolongnya jika dia dalam pengaruh siluman atau arwah gentayangan." Gumam Bara lalu memasukkan beberapa peralatan supranaturalnya dan memasukkanya semuanya kedalam kotak kayu.


~Aku akan kerumahmu sekarang~

__ADS_1


Mario menulis pesan untuk Bara.


__ADS_2