Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Silsila dikamar Raja


__ADS_3

Ratu Tara kembali dari kediaman Raja ke istana Putri. Tanpa sengaja dia bertemu Panglima kumbang saat akan masuk ke istana para putri.


"Ampun yang mulia Ratu, apakah yang mulia sudah mendengar kabar tentang yang mulia dan...."


"Siapakah yang dipanggil yang mulia Raja?" Tanya Ratu Tarra sebelum Panglima kumbang menyebut selir itu dengan ragu.


"Dia adalah putri dari kerajaan barat yang telah ditaklukkan oleh kerajaan kita. Dan putri itu kabur dari istananya dan kami menangkapnya."


"Dia seorang putri?" Tanya Ratu Tara.


"Iya, dan dia menjadi pelayan bersama putri-putri yang lainnya."


"Siapa namanya?" Tanya Ratu Tara menatap panglima kumbang yang melihat kearah kamar raja yang masih tertutup rapat.


"Namanya Silsila." Kata panglima kumbang.


"Baiklah, setelah dia selesai dengan wanita itu, suruh Silsila menghadapku!" Kata Ratu Tara pada panglima kumbang.


Dikamar Raja, raja masih terjaga sepanjang malam dan Silsila membuka matanya.


Silsila menatap baju yang dia pakai masih utuh dan tidak terkoyak sedikitpun.


"Apakah tadi malam tidak terjadi apa-apa?" Gumam Silsila.


Raja melihat Selirnya sudah bangun, dia lalu tersenyum padanya.


"Kau sudah bangun!"


"Apakah yang mulia tidak tidur semalaman?" Tanya Silsila.


Raja diam saja dan tanganya tetap sibuk dengan batu permata diatas meja.


"Apakah hamba tidak layak mendapatkan perhatian yang mulia raja?"


"Apa maksudmu? Apa yang kau katakan?"


Tanya Raja Hakim dengan bingung melihat Silsila sedih dan bermuram durja.

__ADS_1


"Apakah hamba tidak cantik? Hingga Raja tidak melakukan yang seharusnya?" Tanya Silsila.


Raja nampak kaget dengan perkataanya yang berterus terang.


Raja lalu mendekati Silsila dan wajahnya menatap leher jenjang itu hingga berhenti pada matanya yang biru indah.


"Kau sungguh menginginkannya?" Tanya Raja pada Silsila dipagi hari itu.


Silsila lalu tertunduk dan menarik tangan Raja keatas ranjang yang indah itu.


Raja mengerti maksud gadis muda dihadapannya. Raja lalu membuka bajunya sehelai demi sehelai.


Raja juga sangat menyesalkan perbuatan Ratu yang tidak melayaninya sebagaimana Selir Silsila yang sangat menggodanya dan meminta untuk disentuh.


Raja menindihnya dan menciumnya dengan pelan. Raja lalu menutup tirai disekeliling ranjang itu. Suara hembusan nafas memecah kesunyian dipagi itu.


Suara ranjang yang berdernyit berirama. Suara rintihan bercampur dengan suara manja sang selir yang masih belia itu.


Prajurit masih berjaga diluar sementara didalam kamar Raja masih bergelayut dengan manja bersama selirnya itu.


Ada noda darah diatas sprei bekas pertarungan mereka yang sangat indah.


Silsila lalu mencium Raja dan tidak ingin melepaskan pelukannya.


Sementara Ratu masih mondar-mandir menunggu dikamarnya.


"Dia benar-benar keterlaluan!"


"Tapi aku memang tidak menginginkannya! Dia mata keranjang yang menyebalkan! Kenapa aku harus merasa seperti ini? Dia Raja, dan aku hanya istri diatas singgasana. Lalu kenapa aku merasa seperti ini? Semua raja melakukanya, mereka bercinta dengan banyak selir, tapi aku kesal karena dia belum juga kembali kekamar ini!" Kata Ratu Tara dengan geram.


Tidak lama kemudian panglima kumbang datang dengan membawa Silsila yang baru saja melakukan hubungan istimewa dengan raja.


Silsila sangat menikmatinya, dan dia bahkan menjadi candu pada Raja.


"Hamba menghadap Ratu. Apakah ada hal penting Ratu?"


Kata Silsila dan Ratu Tara memberi isyarat kepada Panglima kumbang untuk meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


"Kau baru keluar dari kamar raja bukan?" Tanya Ratu dingin melihat wajah Silsila yang memang cantik dan muda belia sepertinya.


"Benar Ratu, semalam hamba disuruh menghadap kekamar Raja."


"Apa yang kau lakukan bersama Raja semalam?" Tanya Ratu Tara.


Sementara Silsila diam saja dan bingung harus menjawab apa


"Kau sudah melakukanya bukan?" Tanya Ratu pada Silsila.


"Benar Ratu." Kata Silsila malu-malu, dan dia sendiri bingung kenapa ada Ratu yang bertanya sedetail itu padanya.


"Minumlah ini. Kau harus menjadi tetap cantik untuk yang mulia raja." Kata Ratu Tara.


"Tapi...." Silsila gemetar dan takut, dia membayangkan pasti akan mati setelah minum ramuan dari Ratunya itu.


"Tapi...."


"Jangan takut. Itu bukan racun. Aku juga tidak akan membunuhmu, Aku adalah Ratu, dan kau adalah selir, semua raja punya selir, dan itu hal biasa, bahkan setelah kau akan ada selir yang berikutnya." Kata Ratu Tara yang berkata tidak sesuai dengan isi dihatinya.


Dia begitu terluka namun didepan selir Raja, dia tidak mau terlihat lemah. Dia adalah Ratu dan berkuasa bahkan terhadap selir Raja.


"Baiklah Ratu." Kata Silsila yang kesal dengan perkataan Ratunya.


Entah kenapa dia tidak rela ada selir lain selain dirinya. Dia ingin hanya ada dia didalam kamar itu selain Ratu Tara.


Dia tidak ingin ada selir berikutnya sebagaimana Ratu Tara katakan.


"Kau akan segar bugar lagi setelah meminum ramuan ini." Kata Ratu Tara.


"Kau boleh pergi sekarang!" Kata Ratu Tara pada selir itu.


Padahal itu adalah obat penahan kehamilan atau sejenis KB.


Ratu Tara pandai meracik obat, dan dia tidak ingin ada selir yang hamil di kerajaannya.


Dia harus menggunakan beberapa tipu daya agar istananya tetap dalam genggamanya. Setiap selir harus dia beri minum ramuan itu jika masuk kekamar Raja.

__ADS_1


"Kau boleh melakukan apa saja. Tapi aku juga bisa melakukan segalanya." Kata Ratu Tara yang masih menyimpan rasa kesal dengan Raja.


__ADS_2