
Bara datang bersama Tara dilokasi syuting seperti biasa. Zayn sudah datang lebih awal karena ingin bertemu dengan Tara. Zayn tahu jika saat ini Tara pasti akan datang karena ada dialog untuknya.
Tara berjalan kearah Zayn saran dia lihat Zayn juga sedang memandang dirinya.
"Kau datang lebih awal?" Tanya Tara lalu duduk sembarangan disamping Zayn.
"Aku selalu datang tepat waktu. Karena aku sangat menghargai waktu."
"cccciiieh...." Tara berdecak dan menaikkan alis matanya.
"Ada yang ingin aku katakan." Kata Zayn tiba-tiba.
"Apa!?" Tanya Tara sambil mengambil sesuatu yang menempel dikakinya.
"Aku sudah bisa melayang." Kata Zayn.
"Benarkah? Artinya kau juga bisa sihir?" Tanya Tara penuh kebahagiaan untu Zayn.
"Iya...." Zayn mengangguk sambil tersenyum.
"Bisakah aku melihatnya sekarang? Aku tidak sabar untuk melihatnya?"
"Tentu!" Jawab Zayn lalu mengucapkan mantra dan anehnya, berulang kali dia mencobanya tapi selalu gagal.
"Haha, apakah kau yakin kemarin malam kau tidak sedang bermimpi?" Tanya Tara saat dia lihat berulang kali Zayn gagal dan tidak satupun berhasil.
"Ahk, shiiittt...aku yakin kemarin malam aku berhasil melakukannya. Tapi....kenapa sekarang tidak bisa?"
"Mungkin....memang belum bisa." Kata Tara sambil memasang wajah lucunya.
"Tidak mungkin! Aku yakin aku melayang kemarin malam. Dan aku benar-benar merasakan ya. Aku tidak sedang bermimpi." Kata Zayn.
"Baiklah, bagaimana jika malam ini kita coba? Mungkin sihirmu hanya bisa digunakan saat malam hari." Kata Tara.
"Apakah ada yang seperti itu? Maksudku, hanya saat malam hari sihir itu bekerja?"
__ADS_1
"Ya....aku rasa ada yang seperti itu." Jawab Tara tidak ingin membuat Zayn kecewa.
"Bagaimana kalau nanti malam aku mengajakmu makan malam. Tapi....jangan beritahu Bara jika kau pergi bersamaku. Carilah alasan agar dia tidak mengikutimu." Kata Zayn.
"Baiklah." Kata Tara
***
Malam hari nya dirumah bara. Tara sudah memastikan jika anaknya sudah tidur dan dia lalu berpamitan pada Barra.
"Aku akan pergi sebentar. Kau tidak perlu menemaniku." Kata Tara.
"Kenapa?" Tanya Barra.
"Ada yang ingin aku beli." Kata Tara.
"Kau bisa memesannya secara online." Kata Barra masih didepan komputernya.
"Aku ingin kesalon."Kata Tara.
"Ehmm, ada deh! Aku pergi ya!" Tara tidak ingin mengatakan alasanya karena Barra selalu punya jawabannya.
Akhirnya Tara berhasil meyakinkan barra agar tidak perlu menemaninya. Malan ini Tara akan bertemu dengan Zayn. Entah kenapa menghabiskan waktu bersama Zayn membuatnya merasa senang.
Zayn sudah menunggu Tara didepan rumahnya. Dan dari jauh Zayn melihat taksi mendekati rumahnya.
"Kau naik taksi?" Tanya Zayn.
"Maksudmu, haruskah aku terbang? Aku tidak bisa menggunakanya sembarangan." Kata Tara yang mulai hati-hati menggunakan sihirnya karena takut jika akan membuat anaknya berada dalam bahaya jika ada orang jahat yang melihatnya, apalagi saat siang hari anaknya tinggal dirumah bersama baby sitternya.
"Bagus, kau mulai belajar cara hidup didunia modern. "
"Ayo kita keatas. Aku akan memperlihatkannya padamu." Kata Zayn mengajak Tara naik keatas.
Setelah sampai diatas mereka duduk berhadapan dan mulai membaca mantra.
__ADS_1
"Lakukan seperti ini." Kata Tara mengajari Zayn.
"Aku akan mencobanya." Kata Zayn bersemangat.
Zayn lalu membaca dan berkonsentrasi hingga akhirnya dia berhasil melayang di udara.
"Hai!? Kau bisa melakukanya!" Teriak Tara dengan girang.
"Akhirnya kau bisa melakukanya. Jangan-jangan kau juga berasal dari kerajaan kami."
"Haha, aku senang, ternyata ini sangat menyenangkan." Ungkap Zayn dengan saling berpegangan tangan dengan Tara dan mereka melayang di udara.
"Tapi, kalau berasal dari kerajaan yang sama denganmu itu tidak mungkin. Aku lahir disini dan aku punya bukti untuk itu." Kata Zayn.
"Hehe, tapi kau bisa sihir dan kau punya tanda seperti kami." Kata Tara masih ragu jika Zayn manusia seutuhnya.
"Tanda ini ada setelah aku koma. Dan sebelumnya aku tidak punya tanda seperti ini." Kata Zayn.
"Jangan-jangan kau manusia jelmaan." Bisik Tara dan lari lalu Zayn mengejarnya.
"Awas ya, jika kau bilang seperti itu lagi, maka aku akan, aku akan menciummu!" Teriak Zayn dan Tara berlari hingga mereka jatuh ketanah bersamaan.
Zayn tepat berada diatas tubuh Tara dan mereka saling berpandangan.
Hampir saja Zayn menciumnya tapi tiba-tiba sebuah teriakan menyadarkannya. Bara khawatir dengan Tara dan akhirnya pergi mencarinya.
Karena tidak ketemu dipasar dan disalon, Bara mencari dirumah Zayn.
Dan benar saja, saat ini mereka sedang bersama.
Bara meradang dan kesal dengan apa yang baru saja dilihatnya. Awalnya dia menikah hanya demi bisnis dan uang, namun entah kenapa saat dia melihat Tara bersama Zayn, dia cemburu.
Apakah aku benar-benar menyukainya?
Bara bergumam dan langsung menarik Tara dan membawanya kemobilnya tanpa mengatakan apapun dengan Zayn.
__ADS_1