
Putri Tara sampai didepan gerbang Istana, dan tanpa sengaja Pangeran Hakim terus menatap dan memperhatikannya.
Pangeran Hakim memicingkan matanya dan berjalan mendekatinya. Wajahnya mirip sekali dengan wanita bercadar itu. Tapi kenapa dia seorang pria?
Kemudian Pangeran Hakim berlalu dan melirik kepada para Perampok itu yang berhasil ditangkap.
Itu adalah perampok yang kemarin malam
Pangeran Hakim dan Haris kemudian masuk kedalam istana bersama beberapa pedagang yang akan menawarkan dagangannya.
"Itu adalah Putri Tara yang sedang menyamar." Kata salah seorang pedagang.
"Bagaimana kau tau, aku mengenali gelang kakinya."
Apa?
Pangeran Hakim dan Haris yang mendengar pembicaraan salah satu pedagang langsung menoleh ke sosok Pria berkuda itu. Namun Putri Tara telah menyerahkan para perampok itu kepada Panglima.
Dimana dia pria yang berkumis tadi?
Aku sangat penasaran dengan Putri Tara.
Ternyata pria berkumis yang berhasil meringkus para Prajurit itu adalah seorang wanita.
Kenapa aku tidak menyadarinya? Aku harus melakukan sesuatu agar bisa melihatnya sekali lagi.
Kemudian para perampok itu dimasukan kedalam penjara oleh Panglima.
Aku punya cara bagaimana agar bisa melihat putri kembali.
"Haris?"
"Ya."
"Kau tahu kan bagaimana bermain musik yang indah."
"Maksudmu Jumong? Aku tidak paham."
"Kau akan memainkan musik dan aku akan menari dengan pedangku."
"Hahahaha, kau ada-ada saja Jumong."
"Ayolah Haris, kita harus memancing gadis bercadar itu untuk keluar dan melihat pertunjukannya."
"Ooooo Iya. Yang kau katakan benar Jumong. Baiklah aku akan membeli beberapa alat musik."
Tidak lama kemudian Jumong sudah datang dengan beberapa alat musik ditangan juga lengkap dengan pakaian seniman.
"Ini untukmu. Pakailah ini, ini adalah pakaian penari pedang."
"Baiklah aku akan segera memakainya."
Mereka kemudian berjalan di keramaian alun-alun istana dan membuat pertunjukan musik dengan penari pedang.
Satu persatu para rakyat dan juga pedagang ramai berkumpul dan dalam waktu sekejap badan Jumong juga Haris sudah tertutup oleh para penonton yang membuat barisan melingkar disekelilingnya.
__ADS_1
Putri Tara yang sudah berganti baju dan memakai pakaian layaknya seorang putri kemudian juga penasaran dengan kesenian yang baru itu.
Putri Tara kemudian berusaha menembus kerumunan orang agar bisa melihat lebih dekat.
Mata Jumong awas melihat kesana kemari sambil memainkan pedangnya dengan lincah diiringi musik oleh Haris.
Tiba-tiba matanya melihat sosok seorang gadis dengan rambut tertata rapi yang begitu cantik mempesona.
Gadis itu sedang berusaha melewati kerumunan orang agar bisa melihat Atraksi itu dengan lebih dekat.
"Minggirlah, Putri mau lewat!" Kata Reksa yang tiba-tiba datang entah dari mana.
Kemudian para penduduk memberikan ruang untuk junjungan mereka.
Saat ini Putri ada dibarisan paling depan dan senang sekali melihat Jumong yang bermain pedang dengan lincahnya.
Dia cantik seperti bidadari
Tiba-tiba seorang Prajurit mendekati Putri Tara dan memintanya untuk menghadap ibundanya. "Ada hal penting jadi Putri harus kesana sekarang."
"Baiklah aku akan kesana."
Putri Tara kemudian membalikkan wajahnya dan dalam sekejap sudah menghilang di antara kerumunan orang.
Sementara Pangeran Hakim yang sedang melakukan atraksi tiba-tiba kehilangan jejak Putri Tara, hanya sekejap dia berpaling dan saat dia membalikkan tubuhnya Putri Tara sudah tidak ada di sana.
Pangeran Hakim kemudian menghentikan atraksinya memberi kode kepada Haris untuk berhenti.
Pangeran Haris kemudian mengangguk kepada Pangeran Hakim dan menghentikan musiknya.
Para penduduk pun sudah berpencar kemana-mana dan mereka kembali kepada kegiatannya ada yang berdagang dan ada pula yang sedang memilih milih untuk membeli sesuatu.
"Aku kehilangan jejaknya."
"Siapa maksudmu Jumong?"
"Gadis cantik itu yang seperti bidadari."
"Putri yang tadi berada di dekatmu? Maksudmu adalah dia?"
"Iya benar. Aku curiga bahwa dia adalah gadis bercadar yang saat itu datang ke acara sayembara itu."
"Tapi mana mungkin Jumong tidak ada satupun dari kerajaan ini yang diizinkan untuk datang ke kerajaan kita."
"Tapi kau lupa seberapa hebatnya putri dari kerajaan ini, kau tahu bagaimana dia melumpuhkan para perampok itu mudah baginya untuk menyamar dan datang ke kerajaan kita."
"Jika itu memang benar, maka kita harus segera kembali ke ibunda Ratu dan mengatakan yang sebenarnya."
"Tidak Haris, kita harus memastikannya terlebih dahulu aku sangat hafal bagaimana matanya yang indah itu tidak bisa kulupakan. Aku yakin bahwa Putri itu memiliki mata yang sama seperti gadis bercadar itu."
"Bagaimana caranya kita menyusup ke istana, untuk memastikannya?"
"Kita akan menggunakan baju prajurit untuk masuk kedalam istana dan melihat dengan pasti bahwa Putri itu adalah gadis bercadar yang kita cari."
Lalu jika benar dia adalah gadis yang kau cari apa yang akan kau lakukan.
__ADS_1
Aku akan memberitahu ibuku dan setelah itu aku akan meminta ibuku untuk melamarnya.
Kau pikir ratu dari kerajaan ini akan mengizinkan putrinya di pinang olehmu.
"Kita tidak tahu haris selama kita tidak mencobanya."
"Baiklah jika itu maumu, ayo kita segera masuk dan menyamar menjadi prajurit.
"Kita harus menculik prajurit dan kemudian mengambil bajunya, hanya itu satu-satunya cara kita mendapatkan baju itu."
"Baiklah ayo kita pergi ke hutan di belakang istana itu kita akan menahan prajurit di sana.
Mudah bagi Jumong juga Haris untuk melumpuhkan dua Prajurit yang sedang patroli di hutan belakang istana.
Kemudian Jumong dan Haris mengikat kedua Prajurit itu dan melakban mulut nya setelah itu mereka diikat di hutan dengan menggunakan tali.
Jumong dan juga Haris saat ini sudah berpakaian layaknya Prajurit Kerajaan Muria yang sesungguhnya. Mereka menyelinap masuk ke dalam istana.
Jumong dan Haris berjalan dengan kepala tegak tanpa harus mengendal endap layaknya penyusup.
Berkat baju keprajuritan yang saat ini mereka kenakan maka tidak ada yang mencurigainya.
"Kenapa kau malah datang ke dapur ini?" Tanya Haris. " Bukankah kita harus menemui Putri, kau malah pergi kedapur."
"Diamlah kau tahu kan Putri akan ke dapur untuk mengambil sesuatu maka kita akan berjaga di dapur saja dengan begitu mudah bagi kita untuk mengenalinya."
"Hahahaha......." Haris tertawa. "Apakah Putri tidak punya pelayan sehingga harus repot kedapur istana?"
"Ak kau ini bodoh! Pikiranmu terlalu dangkal! Tidak selalu pelayan yang akan mengambilkan makanan, kadang-kadang dia pasti akan datang sendiri ke sini untuk mengambil sesuatu."
"Lihatlah dia datang!" Kata Jumong. "Tegakan kepalamu!"
Dan benar saja sebelum menemui ibunya, Putri Tara masuk ke dapur untuk mengambil sesuatu yang dia simpan. Disana entah apa yang dia simpan kemudian dia menyelipkannya ke dalam bajunya.
Prajuritnya sepertinya bukan yang biasanya jaga di dapur.
Putri Tara bergumam sendiri.
Mungkin mereka sedang istirahat dan temannya yang menggantikannya kata Putri Tara.
Jumong dan Haris tetap memasang wajah datar tanpa ekspresi seperti yang dilakukan kebanyakan prajurit.
Hakim dan Haris kemudian berpandangan saat Putri itu keluar dari dapur dan masuk ke ruangan ibunya.
"Yang kau katakan benar, Putri itu datang entah apa yang dia lakukan di dapur tadi." Kata Haris.
"Aku juga tidak tahu dan aku tidak peduli tapi aku yakin dia adalah gadis bercadar itu, aku tadi melihat dengan jelas bagaimana matanya yang indah itu tidak bisa aku lupakan."
"Jika begitu sebaiknya kita segera kembali ke kerajaan, dan kita beri tahu Ratu tentang berita ini." Kata Haris.
"Yang kau katakan itu benar Haris. Ayo kita kembalikan baju ini kepada prajurit yang tadi. Setelah itu kita segera kembali ke kerajaan Mayang."
Kemudian dengan menggunakan sihir Pangeran Hakim dan juga Haris saat ini sudah ada di depan kedua prajurit yang tadi mereka ikat.
Kemudian dengan sihirnya pangeran Hakim dan Pangeran Haris sudah menukar pakaiannya dan membuat prajurit itu pun pingsan.
__ADS_1
Setelah melepaskan ikatan kedua prajurit yang pingsan itu kemudian Pangeran Hakim dan Pangeran Haris mencari kuda mereka dan kembali ke kerajaannya.