Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Perisai Ratu Mayang


__ADS_3

Saat ini Ratu Mayang sedang berbicara kepada Pangeran Hakim untuk mempercepat pernikahannya dengan Putri Tara. Karena Kitab Mayapada sudah hilang maka Ratu Mayang ingin menguasai Keris Keabadian.


Dan karena belum menemukan siapa pewaris dari Keris Keabadian maka Ratu Mayang yang sedang cemas akibat ketakutanya sendiri memutuskan untuk menikahkan Pangeran Hakim secepatnya dan mendapatkan dukungan dari Kerajaan Muria.


Penyatuan dua kerajaan melalui jalur pernikahan memang sudah sering terjadi dari beberapa abad yang lalu. Dan kedua kerajaan akan menjadi kuat dengan adanya ikatan pernikahan diantara keturunannya.


"Hamba menghadap Ibunda. Apakah ibunda memanggil hamba." Kata Pangeran Hakim sambil membungkuk hormat kepada ibundanya .


"Kemarilah Pangeran." Kata Ratu Mayang.


"Apakah ada hal yang mendesak sehingga ibunda memanggil hamba malam-malam begini?" Tanya Pangeran Hakim.


"Benar Pangeran. Ibu sedang khawatir perihal hilangnya kitab mayapada. Dan ibu sangat mengkhawatirkan orang yang mencuri Kitab Mayapada itu jangan-jangan ingin melawan kekuasaanku. Dan demi melindungi rakyat Mayang dari pemberontak maka ibu berencana untuk mempercepat pernikahanmu." Kata Ratu Mayang.


"Baiklah ibunda. Jika itu memang demi kebaikan rakyat Mayang maka hamba bersedia menikah dalam waktu dekat." Kata Pangeran Hakim dengan wajah bersinar. Kemudian Pangeran Hakim menaruh kepalanya dipangkuan ibundanya. Pangeran Hakim sangat mencintai ibundanya dan itu terlihat jelas sekali. Bahkan Pangeran Hakim sangat patuh dan menuruti semua perkataan ibunya dan menganggap ibunya seperti Dewi bagi dirinya dan juga rakyat Mayang.


Selama ini Ratu Mayang sudah mengarang banyak cerita ngawur dan berlawanan dari kenyataan yang sebenarnya untuk Pangeran Hakim. Dan Pangeran Hakim mempercayai apapun yang dikatakan ibunya, dan baginya adalah mutlak kebenaran.


Ratu Mayang sangat bahagia sekali karena mendapatkan anak yang patuh seperti Pangeran Hakim. Bahkan nyawanya rela dia korbankan demi ibunya. Ratu Mayang kemudian menyeringai dan menatap Pangeran Hakim dengan rasa puas.


Akhirnya Pangeran Hakimpun tertidur dipangkuan ibundanya hingga fajar tiba.


Perlahan sinar dari fajar menyentuh wajah tampan sang pangeran. Dan Pangeran pun membuka matanya perlahan-lahan. Dan didapatinya wajah ibunya sedang menatapnya dan tersenyum kepada Pangeran Hakim. Pangeran Hakim pun beranjak bangun dan duduk didekat ibundanya.


"Kenapa ibunda tidak membangunkan hamba?"

__ADS_1


"Karena kamu tertidur sangat lelap. Jadi ibu membiarkan kamu tidur hingga fajar."


"Apakah semalaman ibunda terjaga?"


Ratu Mayang kemudian mengangguk dan tersenyum kepada Putranya. Melihat hal itu maka hati Pangeran Hakim menjadi mengharu biru dan semakin yakin bahwa tidak ada cinta yang lebih besar untuknya selain cinta dari ibundanya.


Kemudian Ratu Mayang memberikan sebuah surat kepada Pangeran Hakim untuk diberikan kepada Raja Muria.


"Berikan ini kepada utusan untuk diserahkan kepada Raja Muria." Kata Ratu Mayang.


"Baiklah ibunda." Kata Pangeran Hakim sambil menerima surat dari ibundanya.


"Hamba akan segera memberikan surat ini kepada prajurit utusan." Kata Pangeran Hakim sambil beranjak dari tempat duduknya. "Kalau begitu hamba mohon diri ibunda."


"Silahkan Pangeran." Kata Ratu Mayang.


"Bagaimana kabarmu Panglima." Tanya Pangeran hakim yang memang sudah beberapa Minggu tidak bertemu dengan Panglima. Karena Panglima sangat sibuk mengurus pasukan khusus sehingga mereka jarang bertemu diistana Kerajaan Mayang yang sangat luas dan besar.


"Kabar hamba baik Pangeran." Kata Panglima kumbang.


"Sepertinya sebentar lagi kita akan ada acara besar-besaran Panglima." Kata Pangeran Hakim sambil berjalan disamping Panglima Kumbang.


"Acara apakah itu Pangeran?" Tanya Panglima sangat penasaran karena baru mendengar kalau akan ada acara besar-besaran dari Pangeran Hakim. Bahkan Panglima belum diberitahu oleh Ratu Mayang mengenakan hal itu.


"Ini adalah acara pernikahan dan penyatuan dua kerajaan besar." Kata Panglima Kumbang.

__ADS_1


"Apakah maksud Pangeran, pernikahan Pangeran dan Putri Tara dari Kerajaan Muria?" Tanya Panglima Kumbang.


"Betul Panglima. Saya juga awalnya terkejut namun karena ini perintah dari ibunda maka pasti ini yang terbaik bagi saya." Kata Pangeran Hakim.


"Pangeran sangat patuh dan taat pada Ratu, pasti Ratu Mayang sangat bahagia sekali mempunyai putra seperti Pangeran." Kata Panglima Kumbang yang sebenarnya berharap bahwa kelak Pangeran Hakim menjadi Raja yang bijaksana dan mensejahterakan rakyat Mayang. Namun sepertinya harapannya juga sia-sia karena Pangeran Hakim terlalu percaya kepada Ibundanya dan sangat lemah dihadapan perintah ibunya.


Meskipun Pangeran Hakim menjadi raja, namun tetap saja jepitan tertinggi ada ditangan Ratu Mayang alias Ibu Suri jika Pangeran Hakim naik tahta.


Saat ini terlihat jelas bahwa sang Pangeran ini adalah jelmaan ibunya. Ibunya telah mendidiknya dan mendikte semua sikapnya dan menjadi seperti dirinya. Pangeran tampan ini seperti hasil reinkarnasi ibunya.


"Kau juga beruntung memiliki Putra seperti pangeran Haris Panglima." Kata Pangeran Hakim.


"Tidak Pangeran. Seandainya saja Haris menurut kepadaku. Namun ternyata dia justru menurut kepada orang lain dan menjadi sepertiku. Aku sangat sedih karena putraku tidak bisa menjadi seperti yang aku inginkan." Kata Panglima Kumbang dengan nada prihatin.


"Maksud Panglima? Saya tidak mengerti, karena setahu saya Pangeran Haris sangat baik dan patuh pada kerajaan." Kata Pangeran Hakim.


Aku sangat sedih karena putraku juga menjadi sepertimu. Tunduk pada Ratu Mayang yang menganggap nya sebagai putra hanya untuk menjadikannya perisai. Dan dia menjadi sepertiku yang terikat dengan kerajaan ini. Jika aku karena sumpahku dan putraku karena hutang Budi.


Kau dan Haris tidak tahu siapa sebenarnya Ratu Mayang itu. Dan bagaimana dia telah menghancurkan kerajaan Maya dan membuat rakyatnya menderita. Namun jika aku katakan padamu apa yang sebenarnya terjadi, kau juga tidak akan mempercayainya. Kau sangat mempercayai ibumu lebih dari pada penglihatan mu sendiri.


Kau juga telah melihat bagaimana rakyat sangat menderita. Namun kau mengatakan jika mereka menderita karena mencoba memberontak. Dan apa yang harus kukatakan jika apa yang kau lihat dengan mata kepala sendiri tidak bisa kau percayai dan hanya apa yang dikatakan ibumu yang akan kau dengarkan dan kau jadikan kebenaran mutlak.


Aku juga tidak tahu bagaimana Raja Muria bisa menyerahkan Putrinya kepadamu dan juga mempercayai apa yang dikatakan ibumu.


Apakah yang diinginkan Kerajaan Muria dari penyatuan ini? Itu yang sampai saat ini masih mengganggu pikiranku. Mereka hidup dalam kesejahteraan dan kemakmuran dan penyatuan ini tidak mendatangkan keuntungan apapun bagi mereka sebenarnya. Tapi bagaimana mungkin mereka bisa melakukan hal yang tidak masuk akal seperti ini?

__ADS_1


"Suatu saat kau akan tahu kenapa aku sedih, tapi yang jelas saat ini aku bahagia karena seorang Putri dari kerjaan Muria akan menjadi penyejuk dikerajaan kita dan menjadi perantara kedamaian." Kata Panglima Kumbang.


"Iya benar Panglima. Putri itu sangat cantik dan cendekia. Saya sangat beruntung bisa menjadikanya seorang istri." Kata Pangeran Hakim sambil membayangkan wajah Putri Tara yang sangat cantik jelita.


__ADS_2