
Sudah tiga hari matahari tidak sampai ke perkampungan, cahayanya tertahan oleh kekuatan hitam Ratu Mayang yang sedang melakukan semedi di puncak gunung Utara.
Selama melakukan semedi tiga hari itu Ratu Mayang menghalangi sinar dari cahaya matahari dengan kekuatan hitamnya dan menyerap semua energi dari sinar matahari itu untuk disatukan dengan kekuatan hitamnya.
Saat ini kerajaan dipimpin oleh pangeran Hakim yang diperintahkan Ratu Mayang untuk menjaga kerajaannya.
Guru Duma juga saat ini ada di dalam kerajaan sedang membaca beberapa kitab sihir. Saat Ratu Mayang pergi selama tiga hari diam-diam guru Duma menyelinap ke dalam kamar Ratu Mayang dan mencuri 2 buku untuk dia pelajari sendiri.
Buku itu adalah tentang mengendalikan raksasa jahat itu. Guru Duma juga tidak mau jika kekuatan Ratu Mayang bertambah besar sementara kekuatannya tidak bertambah maka suatu saat Guru Duma bisa ada dalam bahaya. Karena kekhawatiran itulah akhirnya Guru Duma mempelajari dua kitab suci tentang raksasa di hutan larangan dan bagaimana cara mengendalikannya.
Guru Duma juga tahu jika dulu Ratu Mayang bahkan sudah menghabisi Gurunya sendiri untuk merebut Keris Keabadian. Ratu Mayang menginginkan Keris Keabadian itu, namun Gurunya tidak mau memberikanya kepada muridnya karena dianggap hatinya belum suci.
Akhirnya Ratu Mayang membunuh Gurunya tersebut berkat bantuan Raksasa dari hutan larangan.
Sebentar lagi akan ada perayaan di istana itu yang diadakan oleh Ratu Mayang. Ratu Mayang sengaja mengundang seluruh gadis untuk berpesta di istana.
Hal itu dilakukan Ratu Mayang untuk mencari siapakah sosok Putri Tara yang kecantikannya melebihi Ratu Mayang.
Karena menurut kaca ajaib ada gadis yang lebih cantik dari Ratu Mayang. Dan Ratu Mayang harus menemukan gadis itu untuk dijadikan tumbal, dan membuat kecantikanya bertambah serta abadi.
Semua selebaran telah disebar oleh seluruh prajurit ke seluruh penjuru istana dan bahkan juga ke negara tetangga untuk menghadiri pesta yang diadakan oleh Ratu Mayang.
Pesta itu adalah sayembara mencari calon istri untuk pangeran Hakim yang akan dipilih langsung oleh Ratu Mayang. Padahal pesta itu hanyalah kedok belaka dibalik pesta itu Ratu Mayang sebenarnya ingin menyingkirkan sosok Putri Tara yang kecantikannya melebihi Ratu Mayang.
Kemudian Ratu Mayang diam-diam menggunakan nama pangeran Hakim sebagai kambing hitam untuk umpan agar banyak perempuan cantik yang mau datang ke istana itu.
Dan diumumkan juga oleh Ratu Mayang jika salah satu gadis dipilih oleh pangeran Hakim untuk menjadi istrinya maka setelah mereka menikah Pangeran Hakim akan menjadi raja dan ratu Mayang akan mundur dari singgasananya.
Hal itu juga sampai ke telinga permaisuri Andini. Permaisuri awalnya bahagia jika saja Pangeran Hakim yang akan memimpin kerajaan Maya dan ibunya mundur dari singgasananya. Besar harapan permaisuri Andini agar kerajaan itu dipimpin oleh raja yang adil dan bijaksana agar rakyatnya hidup damai dan sentosa.
Putri Tara yang sudah siuman dari pingsannya juga menerima selebaran itu dari salah satu prajurit karena selebaran itu terbang dan masuk melalui jendela ke dalam kamarnya.
Putri Tara memegang kepalanya yang masih berat akibat tertidur selama satu Minggu. Dan memanggil dayang untuk menanyakan apa yang sudah terjadi denganya.
Kemudian dayang itu menjelaskan jika Putri Tara sudah pingsan sejak satu Minggu yang lalu.
"Benarkah Dayang?" Tanya Putri Tara dan melihat baju yang dia pakai masih sama dengan saat dia pergi kejutan larangan.
"Benar Putri." Kata Dayang itu.
Saat membaca selebaran itu Putri Tara menjadi tertarik dan ingin mengikuti sayembara itu. Apalagi melihat kerajaan sihir yang sangat ditakuti oleh seluruh penduduk di mana-mana.
Diam-diam Putri Tara menyimpan selebaran itu dan dia memasukkanya ke kantong saku bajunya. Sayembara itu akan diadakan dua hari lagi di mana ilmu Ratu Mayang semakin bertambah setelah selesai dari semedi nya. Putri Tara kemudian berjalan keluar dari ruangannya dan menemui sahabatnya Reksa.
__ADS_1
"Lihatlah selebaran ini Reksa."
"Apa ini Putri?"
"Ini adalah sayembara yang mencari calon istri untuk pangeran Hakim dari kerajaan sihir Ratu Mayang."
Mendengar nama Ratu Mayang Reksa begidik dan merinding karena dia tahu dari cerita banyak penduduk tentang kejahatan dan kekejaman Ratu Mayang.
"Jangan ke sana Putri itu sangat berbahaya dia adalah ratu sihir yang sangat kejam."
"Jangan takut Reksa, kita tidak akan melakukan apapun kita hanya akan menghadiri pesta." Kata Putri Tara.
"Jangan Putri, nanti ibunda permaisuri akan marah jika Putri pergi diam-diam ke ke negara sihir itu."
"Kita tidak akan memberitahu ibunda, Reksa, kita akan pergi dengan diam-diam." Bisik Putri Tara kepada Reza sahabatnya.
"Jangan putri jika Putri melakukan itu, ibunda akan sangat khawatir bagaimana kalau terjadi apa-apa dengan kita di sana."
"Kita akan menyamar Reksa, tidak akan ada yang mengenali kita, kita akan menyamar menjadi rakyat biasa dan kita tidak akan melakukan sihir di sana, setelah kita melihat bagaimana acara itu dan seperti apa Pangeran Hakim maka kita akan langsung pulang kembali ke istana Ini." Kata Putri Tara.
"Baiklah jika itu keinginan Putri, tapi kita hanya akan pergi sebentar dan tidak boleh lama." Kata Reksa.
Setelah itu Putri Tara tersenyum bahagia dan kembali ke istana lalu masuk ke dalam ruangannya.
"Salam Ibunda." kata Putri Tara kepada ibundanya.
"Iya Putri Tara, ibunda mencarimu dan ibunda tidak melihatmu di ruangan ini. Dari manakah kiranya, bukankah kamu baru saja siuman dan badanmu masih lemah." Kata permaisuri Andini.
"Tidak ibunda Ratu, hamba sudah merasa sehat, hamba bosan di dalam kamar terus dan ingin berjalan-jalan." Kata Putri Tara.
"Apa yang kau sembunyikan itu Putri?" Kata permaisuri.
"Bukan apa-apa ibunda, ini hanyalah kertas yang tidak berguna." Kata Putri Tara.
"Bolehkah ibunda melihatnya." Kata permaisuri Andini.
deg
deg
deg
"Jangan ibunda saya akan membuangnya."
__ADS_1
"Jika kertas itu tidak berarti biarlah ibunda melihatnya." Kata permaisuri yang mencurigai putrinya menyembunyikan sesuatu darinya dan dia sangat khawatir dengan sikapnya yang selalu ingin tahu banyak hal dan keras kepala.
"Ini Ibunda." Merasa dicurigai oleh ibundanya maka Putri Tara menyerahkan kertas itu kepada ibundanya.
"Dari mana kamu mendapatkan ini Putri?" Kata permaisuri.
"Ohh, hamba menemukannya di luar dan hamba berpikir akan membuangnya." Kata Putri Tara.
"Ya sudah, buang saja." Kata permaisuri kepada Putri Tara.
Dalam hati permaisuri membatin, syukurlah putri Tara tidak tertarik dengan sayembara itu, sehingga dia tidak akan terkena masalah.
"Baiklah, istirahatlah Putri, ibunda akan menemui Raja Muria dulu." Kata permaisuri Andini.
"Iya Ibunda."
Dua hari kemudian selesailah sudah semedi ratu Mayang dan saat ini Ratu Mayang sudah kembali ke istana dan sedang berbicara kepada Pangeran Hakim di dekat taman istana.
"Untuk apa ibunda mengadakan sayembara itu saya belum ingin menikah ibunda." Kata Pangeran Hakim dengan nada sangat serius.
"Dengarlah Pangeran, ini penting untuk kelangsungan kerajaan kita, kita harus mendapatkan seorang keturunan yang akan meneruskan kerajaan kita, ibunda ini semakin tua dan kau harus menikah dan mempunyai anak." Kata Ratu Mayang membujuk Pangeran Hakim.
"Baiklah jika menurut ibunda itu yang terbaik bagi saya." Kata Pangeran Hakim sambil menatap jauh lurus kedepan.
"Baiklah kamu bersiaplah Pangeran, kita akan segera mengadakan pesta besar-besaran di seluruh istana dalam menyambut semua wanita-wanita cantik yang akan melamarmu." Kata Ratu Mayang sangat bahagia.
Banyak rakyat biasa yang juga membolehkan anak gadisnya untuk ikut sayembara itu karena bagi rakyat biasa yang anaknya bisa dipilih untuk menjadi ratu di kerajaan Mayang maka orang tuanya pun akan dibebaskan dari segala pajak dan akan mendapat kemudahan dalam kehidupannya di masa yang akan datang.
Dengan janji manisnya itu kemudian banyak rakyat yang membolehkan putrinya yang masih belia untuk pergi ke istana dengan baju dan dandanan yang cantik mempesona.
Sedangkan bagi raja yang di bawah kekuasaan Ratu Mayang jika putri kerajaan bisa dipilih menjadi ratu di kerajaan. Maka bagi yang terpilih menjadi istri pangeran Hakim maka kerajaannya akan dibebaskan dari segala pajak begitulah bunyi surat yang diberikan kepada beberapa kerajaan oleh Ratu Mayang.
Dan raja-raja itu pun percaya sehingga mereka mengirimkan putri-putri mereka untuk mengikuti sayembara itu.
Dan bagi kerajaan yang tidak dalam kekuasaan Kerajaan Mayang maka bagi putrinya yang mengikuti sayembara dan dipilih menjadi istri pangeran Hakim maka akan mengadakan kerjasama antar kerajaan dalam banyak bidang seperti perdagangan dan lain-lain dan putrinya akan menjadi ratu di kerajaan Mayang.
Sehingga beberapa dari negeri kerajaan pun yang tidak dalam penguasaan Ratu Mayang ikut menghadiri sayembara itu.
Kecuali Putri Tara dari kerajaan Muria yang tidak lain adalah anak dari permaisuri Andini, ibunya tidak tergiur sama sekali oleh tipu daya Ratu Mayang.
Dia tidak mengizinkan siapapun dari negara tersebut untuk mengikuti sayembara itu, karena itu hanyalah tipu daya untuk membodohi rakyatnya, dan entah untuk apa sayembara itu, yang pasti ada niat buruk di balik sayembara yang dilakukan Ratu Mayang.
Mana mungkin ratu Mayang akan turun dari singgasananya sementara dia mendapatkannya dengan cara yang tidak mudah.
__ADS_1
Dia terlalu serakah untuk turun dari singgasananya dan memberikannya kepada menantunya itu, maka sangat tidak mungkin dan tidak masuk akal. Pasti ini hanya tipuan belaka, gumam Permaisuri Andini.