
Ratu Tara bersiap menyerang saat Raksasa itu semakin dekat dengan tempatnya bersembunyi.
Drap!
drap!
drap!
Raksasa berdiri tepat dibelakang pohon dimana ratu Tara sudah mengarahkan kerisnya dan siap untuk menghunusnya.
Ratu Tara langsung menyerang kaki raksasa itu saat dia tepat berada disampingnya.
Raksasa itu mengerang kesakitan. Dan dalam sekejap tubuhnya oleng dan jatuh ketanah.
Setelah jatuh dan tumbang, raksasa itupun berubah menjadi manusia lagi.
Kakinya berdarah dan terluka.
Dengan cepat Ratu Tara mengobati lukanya dengan menggunakan sihirnya.
Tidak lama kemudian, kakinya sembuh seperti semula. Ratu Tara berhasil mengobatinya.
Perlahan Raja membuka matanya dan bingung saat dia terbaring di tanah diatas rumput.
"Apa yang terjadi denganku?" Kata Raja saat dia kaget melihat keadaanya yang terbaring di tanah dan berada didalam hutan.
"Kenapa aku ada disini?"
Raja berusaha bangun, dan dia merasakan seluruh badannya lemas dan tulangnya serasa sangat linu.
Ratu Tara menatap Raja dan berfikir apa yang harus dia katakan padanya.
"Kau tidur, dan kau bermimpi berjalan kehutan. Aku lalu mengikutimu dan tiba-tiba kau pingsan disini."
"Hhhhh benarkah?"
Ratu Tara mengangguk dan menatap Raja dengan tatapan sangat dalam.
__ADS_1
Aku kasihan padamu.
Tapi aku juga sangat membencimu.
Kau bahkan tidak tahu jati dirimu.
Dan yang lebih membuatku sedih adalah, aku mengandung anakmu.
Semoga dia manusia dan bukan jelmaan raksasa.
"Bantu aku bangun, kenapa kau diam saja disitu." Kata Raja mengulurkan tanganya pada Ratunya.
"Ayo kita kembali ke istana." Kata Raja.
"Berpeganglah! Aku akan menggunakan sihir agar lebih cepat sampai disana." Kata Ratu Tara lalu mengeluarkan sebuah karpet dan mereka duduk diatasnya.
Tenaga putri Tara juga sudah habis jika dia menggunakan kekuatan untuk tidak terlihat. Jadi dia menggunakan karpet ajaib dan melayang di udara.
Mereka duduk berdampingan dan tidak lama kemudian mereka sampai diistana.
Bibi Kaliya melihat mereka dari kejauhan.
Kata Bibi Kaliya bergumam sendirian.
Begitu Raja dan Ratu itu berjalan keistana raja, bibi Kaliya langsung bersembunyi diantara tiang yang kokoh dan besar.
"Sebaiknya kau istirahat ratu." kata Raja pada Ratunya.
"Baiklah, selamat malam." kata Ratu lalu masuk ke istana ratu.
Sementara raja berjalan keistana Raja.
Setelah mereka berpisah dipersimpangan jalan, Bibi Kaliya lalu keluar dari persembunyiannya.
"Darimana mereka malam-malam begini?"
"Apa yang sudah aku lewatkan dan tidak aku ketahui." kata bibi Kaliya.
__ADS_1
Begitu sampai dikamar ratu tidak langsung tidur, dia tiba-tiba merasakan lapar dan ingin makan sesuatu
Ratu lalu memanggil seorang pelayan untuk membawakan makanan kecil kekamarnya.
"Ini ratu." kata pelayan itu.
Setelah pelayannya pergi, ratu Tara langsung menghabiskan semua makanan yang terhidang di meja.
"Kenapa ratu memanggilmu?" tanya bibi Kaliya pada pelayan itu.
Pelayan itu sampai kaget karena tiba-tiba bibi Kaliya muncul dihadapannya
"ohh,itu, ratu ingin makan sesuatu."
"tengah malam begini?"
Tanya bibi Kaliya terheran-heran.
Pelayan itu juga bingung dengan sikap bibi Kaliya yang tidak seperti biasanya akhir-akhir ini.
Ada apa dengannya?
Dia sering mondar-mandir didepan kamar ratu dan raja saat mereka tidak ada diistana.
Tingkah lakunya mencurigakan.
"Aku akan melihatnya, kau pergilah." kata bi i Kaliya pada pelayan itu.
Begitu masuk kekamar ratu, bibi Kaliya kaget saat melihat piring dimeja itu sudah kosong.
Tadi dia melihat makanan yang dibawa pelayan itu dalam porsi besar. Sejak kapan porsi makan ratu bertambah hingga tiga kali lipat?
Bibi Kaliya nampak terheran.
Ratu sudah beristirahat saat bibi Kaliya keluar membawa nampan itu.
"Ratu sepertinya sudah pulas tertidur."
__ADS_1
Bibi Kaliya tidak tahu jika ratu hamil. Dan setelah melewati masa ngidamnya, tiba-tiba nafsu makannya menjadi sangat banyak.
Mungkinkah karena anak yang dikandungnya bukan manusia biasa, hingga dia makan melebihi porsi manusia.