Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
6 Eps Terakhir


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Zayn bangun dan melihat dimeja makan yang kosong dan hanya ada air putih saja. Dia berfikir, mungkin Tara belum bangun hingga tidak membuat sarapan.


Zayn pun memakluminya dan duduk menunggu hingga dia bangun. Tapi satu jam dia tidak juga melihat Tara turun dari atas, sementara perutnya sudah sangat lapar, akhirnya Zayn naik kelantai dua.


Dia melihat kamar Tara masih tertutup. Zayn pun mengetuk pintu dengan pelan. Lama dia berdiri dan tidak ada sahutan dari dalam. Zayn lalu mengetuk dengan lebih keras.


Tetap tidak ada sahutan, akhirnya Zayn mengambil kunci duplikat dan membukanya.


Zayn sangat terkejut saat melihat kamar itu kosong dan kasurnya masih rapi seakan tidak ada yang menidurinya semalaman.


Tapi Zayn mencium aroma sihir dari kamar itu dengan indera keenamnya yang tiba-tiba berfungsi dengan baik.


Pasti Tara keluar dengan sihir dari sini.


Zayn lalu mencarinya kerumah sakit, hanya itu yang terlintas dipikiran Zayn, karena tidak mungkin dia pergi ketempat lain. Pasti dia melihat anaknya disana.


Sementara Tara masih menggantung di tas Silsila dalam keadaan tidur. Saat Silsila keluar dengan menenteng tasnya, Tara masih lelap tertidur hingga tidak menyadari jika dia sedang berada didalam mobil Silsila.


Silsila lalu pergi kerumah Mario dan membeli semua buku kuno miliknya. Tara tetap masih tertidur saat itu. Sepertinya aroma wewangian yang dia hirup membuatnya tidur sangat nyenyak.


Dia masih menjelma menjadi gantungan kunci ditas yang ditenteng Silsila.


Silsila bertemu dengan Mario yang sedang meramu ramuan dan masukkan semua elemen kemarahan didalam ramuan itu.


Ramuan itu akan membuat siapapun menjadi marah dan tidak terkendali saat meminumnya.


"Kenapa kau pagi-pagi sekali kesini?" Tanya Mario tanpa menoleh.

__ADS_1


"Aku ingin membeli semua buku kuno yang kau miliki." Kata Silsila.


"Untuk apa?" Tanya Mario.


"Apakah kau selalu menanyakan keperluan para pembeli setiap mereka akan membeli daganganmu?"


Mario lalu tertawa dan sekali lagi hanya menoleh sekilas dan masih tetap fokus pada barang didepannya


"Ambilah dilemari sana. Pilihlah yang kau mau. Kau jangan lupa untuk membayarnya sebelum pergi?"


"Apakah aku pernah tidak membayarmu sebelumnya?"


"Hehe..."Mario tertawa dan memasukkan ramuan itu kedalam botol kecil.


Dia tidak suka diganggu saat sedang fokus bekerja. Hingga dia berbicara asal tanpa dia pikirkan buka apa yang dicari oleh Silsila. Dia bahkan menyuruhnya bebas memilih buku yang dia butuhkan.


"Itu apa?" Tanya Silsila.


"Ini ramuan yang bisa membangkitkan kemarahan seseorang." Kata Mario.


"Sepertinya seru!" Kata Silsila.


"Tapi, aku belum mengujinya." Kata Mario.


"Aku yang akan mengujinya. Aku percaya kau adalah ahli ramuan yang hebat. Kau jarang melakukan kesalahan yang berarti." Kata Silsila lalu mengambil ramuan itu dan memberi Mario yang.


Seandainya semua pelanggan sepertimu?membuatnya kaya tanpa perlu menguji semua ramuannya.

__ADS_1


Silsila mendatangi semua perpustakaan dan memborong semua buku kuno hingga sore hari. Dia tidak mengaktifkan ponselnya karena tidak ingin diganggu oleh siapapun hari ini.


Bara berulah kali menelponnya tapi dia tidak bisa dihubungi.


Bara kesal dan menelpon mommynya untuk menunggu Raka dirumah sakit. Hari ini dia harus bertemu dengan klien penting.


Sementara setelah selesai membeli semua buku itu Silsila melempar semuanya kebelakang rumah Bara.


Dia membuat tumpukan buku itu membentuk gunung dan menyiramnya dengan minyak untuk kemudian membakar semuanya


Tara tiba-tiba terbangun saat meras badanya panas karena dia saat itu ada ditas Silsila dan saat ini tasnya ada didekat perapian.


"Pantas saja badanku panas sekali. Apakah dia tahu aku disini hingga menaruh tasnya harus didekat perapian?"


Tara lalu turun dengan melompat dari tas Silsila.


"Apa yang dia bakar itu?" Gumam Tara tidak tahu jika Silsila sedang membakar semua buku kuno yang masih tersisa didunia modern.


Dia tidak ingin orang lain keluar masuk kedunia modern dan kembali kekerajaannya.


Dia ingin menutup semua portal lorong waktu melalu buku yang dia bakar.


Dan hanya sia satu-satunya pemilik portal dimensi lain saat ini. Hanya dia yang bisa keluar masuk kekerajaan Maya dan kembali kedunia modern.


Tara masih berdiri dan memperhatikan apa yang dilakukan Silsila.


Apa yang dia pikirkan sekarang? Gumam Tara saat melihat Silsila tersenyum sendirian.

__ADS_1


__ADS_2