
Ratu Tara masuk kedalam rumah Zayn. Ratu Tara takjub dengan rumahnya yang unik dan rapi.
"Boleh juga, tidak terlalu buruk." Kata Ratu Tara yang membayangkan kerajaanya yang besar dan banyak barang mewah didalamnya.
"Apa katamu?" Kata Zayn mendengar ucapan Tara, teman barunya.
"Dimana aku akan tidur?" Tanya Tara karena dia sudah kelelahan menggendong bayinya.
"Kau tidur disana." Kata Zayn pada Tara.
"Ganti bajumu! Apakah kau akan tidur dengan baju aneh seperti itu?"
Tara lalu menatap bajunya, dan bergumam, "Ada apa dengan bajunya? Baju ini bagus dan tidak buruk. Kenapa dia ingin aku mengganti bajuku ini."
"Pakai ini!" Kata Zain memberikan baju kaos dan celana pendek miliknya.
"Kau bisa mengganti bajumu, besok pergilah beli baju yang pantas, jangan pakai baju yang aneh seperti itu disini. Kau bisa memakainya saat kembali ke dunia mimpimu."
"Baju apa ini? Ini buruk sekali!" Kata Tara.
"Cepat pakai, dan tidak usah banyak bertanya."
Baju apa ini? Kenapa aku harus memakai baju yang buruk seperti ini?
Tara menidurkan bajunya dan saat ini dia sudah mengganti pakaiannya dengan baju kaos longgar milik Zayn.
Tara lalu menyimpan baju kerajaan miliknya didalam lemarinya.
"Tutuplah pintunya dan jangan berkeliaran malam-malam." Kata Zayn.
Tara menatap Zayn dengan tatapan memelas.
"Aku sangat lapar, apakah ada makanan yang bisa aku makan?"
"Apakah kau belum makan dari tadi?" Tara menggelengkan kepalanya.
Zayn lalu membuka kulkasnya dan ternyata kosong. Dia lupa belanja tadi siang.
"Makanlah ini." Kata Zayn terpaksa memberikan mie instan kesukaannya pada Tara.
Tara lalu membuka bungkusnya dan langsung memakannya.
"Kau makan seperti itu? Itu belum dimasak? Apakah begitu caramu makan? Kau bilang kau ini dari keluarga bangsawan, tapi kau makan seperti itu."
__ADS_1
"Maksudmu?" Tara benar-benar seperti orang bodoh dizaman modern ini. Dia tidak tahu bagaimana harus makan mie instan.
Dikerajaanya tidak ada makanan seperti dizaman modern ini.
"Masaklah dulu! Jangan bilang kau tidak bisa memasak dan kau menyuruhku memasaknya!" Kata Zayn dengan geram.
"Aku ingin istirahat, masaklah sendiri!"
Tara diam saja. Dia bingung dengan cara memasak dizaman modern ini.
"Maafkan aku. Tapi aku tidak bisa memasak. Jadi biarkan aja, aku akan makan langsung seperti ini."
"Tunggu! Jangan makan seperti itu. Nanti perutmu sakit, dan kau akan membuatku lebih repot lagi. Aku akan memasaknya untukmu."
Zayn lalu menyalakan kompor dan mulairnatuh panci dan juga air.
"Lihat! Seperti ini caranya masak! Lain kali kau harus masak sendiri!" Kata Zayn.
Tara berdiri dibelakangnya dan memperhatikan apa yang dilakukan Zayn. Besok dia harus melakukanya sendiri, dan dia harus benar-benar memperhatikan cara yang diperlihatkan Zayn.
"Ini, makanlah. Setelah makan kau harus mencucinya. Aku tidak mau rumahku kotor dan berantakan. Jangan bilang, kau juga tidak bisa mencuci piring. Jika kau tidak bisa melakukanya maka, aku akan mengusirmu malam ini juga. Kau pikir aku pembantumu?"
Tara Diam saja dan dengan cepat menghabiskan makanannya.
Gumam Tara. Tara lalu melihat tissue diatas meja. Dia mengelap piring itu dengan tissue dan Zayn geram dengan caranya membersihkan piring.
"Lihatlah! Seperti ini cara membersihkannya! Kau ini perempuan atau jelmaan sih? Hampir semua perempuan bisa mencuci piring, tapi kau seperti hidup dizaman purba saja!" Zayn lalu merapikan piring dan menaruhnya dirak yang tersedia.
"Kenapa kau terus marah padaku? Dikerajaanku, aku begitu dihormati dan disegani. Mereka tidak ada yang berbicara seperti dirimu. Tapi kau, sejak bertemu terus saja memarahiku!" Kata Tara cemberut.
"Karena kau sangat bodoh! Aku tidak tau kau hidup dikerajaan mana. Tapi sebaiknya kau cari jalan kembali kekerajaanmu. Jika kau bodoh seperti ini, maka kau akan dimanfaatkan orang jahat. Berpikirlah sedikit! Cantik, tapi bodoh!" Kata Zayn lalu pergi kekamarnya.
Jika saja aku bisa menggunakan sihirku, maka aku akan menyihirmu menjadi kurcaci!
Oh ya, sihir? Bukankah aku bisa menggunakan sihir meskipun aku dizaman modern.
Sebaiknya aku mencobanya.
Tara lalu bergumam dan menghidupkan kompor dengan sihirnya, dan benar saja. Kompor itu menyala.
Setelah itu Tara mematikan lampu dengan sihirnya, dan lampu yang tadinya menyala langsung mati. Tara tidak tahu jika dizaman modern mematikan dan menghidupkan lampu, cukup dengan menekan tombol saklar.
Zayn pun keluar, karena seluruh rumahnya menjadi gelap.
__ADS_1
"Tapi ini on, kenapa bisa mati? Apakah semua lampu juga kesal karena wanita itu? Hingga mereka mati bersamaan?"
Lalu tiba-tiba, lampunya nyala kembali. Dan Tara tersenyum karena sihirnya masih bisa digunakan dizaman modern ini.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Zayn yang melihat Tara tersenyum dan tanganya bergerak hingga lampu itu nyala, mati, nyala, mati...."
"Hentikan! Apa yang kau lakukan?"
Zayn memegang pergelangan tangan Tara.
"Aku tidak bodoh! Aku bahkan bisa menyalakan lampu dizaman modern ini tanpa bantuan alat. Aku juga bisa menyalakan kompor, lihatlah ini." Kata Tara lalu menggerakkan ujung telunjuknya dan kompornya menyala dengan api yang sangat besar.
"Hentikan! Apakah kau akan membakar rumahku hah!?"
Tara lalu memadamkan apinya.
"Kau ini!?"
"Kau bilang aku bodoh, aku tidak suka mendengarnya. Kau pikir siapa dirimu, seenaknya saja menyebutku gadis bodoh!"
Kata Tara lalu menatap Zayn dengan memicingkan matanya.
"Sorry, sorry, ok, ok. Kau tidak bodoh, dan jangan lakukan hal itu lagi. Itu berbahaya. Rumahku bisa terbakar. Kau mengerti, sekarang kau tidurlah, dan besok sebelum aku bangun, kau harus sudah pergi dari rumahku ini."
Tara lalu berjalan dikamarnya, diapun tertidur dengan pulas.
Sementara Zayn bolak-balik dikamarnya dan dia tidak bisa tidur karena apa yang dia alami hari ini.
Bertemu gadis aneh, bodoh, dan magic? Kenapa dari berjuta manusia di bumi ini dan harus dirinya yang mengalami nasip sial seperti ini?
Zayn tidak habis pikir, begitu bangun dari koma selama berbulan-bulan, dia harus bertemu dengan manusia aneh dan belum pernah, dia lihat gadis seaneh dirinya sebelumnya.
Ya, namanya Tara. Dia bilang Ratu Tara dari kerajaan Mayang.
Dia ini pasti sedang halusinasi. Oh ya, dimana aku menyimpan buku sejarah zaman dulu, aku akan memberikan padanya, agar dia membacanya dengan benar. Dan otaknya itu menjadi waras.
Ahk, sial! Buku itu tidak ada disini! Dimana aku menyimpannya?
Giliran dibutuhkan saja, kagak ada. Giliran ngga dicari, dia ada dimana-mana. Perasaan, belum lama aku baca kisah itu, dan memang sih, bacanya belum sampai akhir, dan sekarang buku itu malah menghilang, sial!
Karena tidak ketemu saat mencari buku lama itu, akhirnya Zayn memilih untuk tidur dan akan mencarinya besok. Lagian dia hanya akan menginap semalam. Besok dia akan pergi dari rumahnya.
Biarkan saja, begitu aku membuka mata, maka aku akan menatap sang Surya dengan penuh kebahagiaan, tanpa ada dia yang sudah sangat merepotkan.
__ADS_1
Aku harus merayakannya jika dia sudah pergi.