Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Pesan dari kerajaan


__ADS_3

Tara mendapat kabar dari langit jika Ibunya, permaisuri Andini sedang sakit, tapi Tara tidak tahu bagaimana caranya kembali.


Kabar itu datang melalui mimpi selama tiga hari berturut-turut, dan dibawa oleh seekor burung merpati yang bisa bicara.


Tara bingung harus bagaimana, padahal satu Minggu lagi dia akan menikah dengan Bara. Dikamarnya Tara terus mondar-mandir dan memikirkan cara agar bisa kembali kekerajaanya dan melihat ibunya.


***


Dikerajaan Mayang.


Panglima kumbang khawatir dengan keadaan Permaisuri Andini yang kesehatannya semakin menurun. Hal itu karena Permaisuri Andini sangat merindukan putrinya.


Dia begitu mengkhawatirkan keadaan Tara dan ingin bertemu dengannya. Tapi Permaisuri Andini tidak tahu dimana saat ini putrinya berada.


Permaisuri Andini sudah mengirimkan burung merpati untuk mencari keberadaan putrinya namun hingga sekarang merpati itu tidak kembali.


Rupanya Merpati itu masuk kekamar Ratu Tara dan saat itu tanpa sengaja dia hinggap di buku yang sedang terbuka, dan dia tersedot kedunia masa depan dimana Ratu Tara saat ini berada.


Bibi Kaliya bahkan tidak tahu jika buku itu memiliki kekuatan untuk menembus waktu.


Bibi Kaliya masuk kekamar Ratu Tara dan menutup buku yang sedang terbuka itu. Sejak saat itu Merpati itu tidak bisa kembali dan saat ini tinggal didunia masa depan.


Tiba-tiba ada yang mengetuk jendela Ratu Tara. Tara kaget saat ada merpati yang biasa mengirimkan pesan padanya didalam jendela.


Tara lalu mencubit lengannya dan berfikir jika dia sedang bermimpi. Tapi saat dia mencubitnya, tanganya terasa sangat sakit hingga dia sadar bahwa ini bukan mimpi, tapi nyata.


Burung itu adalah burung milik ibunya yang bisa bicara.


"Kau merpati putih?"


"Iya, permaisuri sedang sakit, dan kau harus menemuinya. Jika tidak keadaan permaisuri akan semakin memburuk." Kata burung merpati itu.


"Bagaimana kau bisa sampai kemari? Apakah ada jalan hingga kau sampai kemari?"


"Tidak ada. Aku hinggap disebuah buku dan tiba-tiba aku ada didepan rumah ini." Kata Merpati putih itu.


Tara sekarang jika dia bisa menembus perjalanan waktu melalui sebuah buku.


Dia ingat, waktu itu dia sedang membaca buku kuno dan tiba-tiba dia sampai didunia modern ini.


Tapi masalahnya kenapa dia tidak menemukan cara untuk kembali?


"Bagaimana aku akan menemui ibunda, aku tidak tahu caranya kembali." Kata Tara pada merpati itu.

__ADS_1


"Kita harus mencari buku yang sama. Dengan buku itu kita bisa kembali kesana." Kata Merpati itu.


Tara lalu berfikir, dimana dia bisa menemukan buku yang dimaksud Merpati itu.


"Oh ya, aku ingat, perpustakaan kota. Disana banyak tersedia berbagai buku dari dimensi waktu." Kata Tara.


"Kalau begitu, besok kau harus kesana dan cepat cari buku itu. Kita harus segera kembali." Kata Merpati itu.


"Ya, besok aku akan pergi kesana."


***


Dikerajaan Mayang


Kondisi permaisuri semakin memburuk dan hal itu dimanfaatkan oleh Kaliya untuk menggantikan posisinya sementara dan duduk di singgasana.


Rakyat setuju karena mereka tahu jika Kaliya adalah adik kandung Raja Mayapada.


"Aku adalah adik dari kakakku, raja Mayapada. Dan aku berusaha merebut kerajaan ini dari tangan Ratu Mayang dengan menjadi pengasuh Pangeran Hakim saat itu. Dan aku juga yang sudah membantu Ratu Tara merebut kerajaannya kembali dari Ratu Mayang yang kejam. Apakah kalian setuju, jika aku akan menggantikan posisi permaisuri sementara beliau sakit?"


Rakyat saling berpandangan dan akhirnya berteriak setuju secara kompak.


Sejak saat itu Kaliya menjadi Ratu dan mengurung permaisuri dikamarnya. Hanya dia yang bisa menemuinya. Bahkan panglima kumbang atau orang lain tidak bisa menemuinya.


"Ratu tidak ingin bertemu dengan siapapun hingga putrinya kembali." Kata Bibi Kaliya.


Bibi Kaliya selalu saja mencari alasan agar tak seorangpun bisa bertemu dengan permaisuri. Permaisuri sangat kesepian dan tidak ada yang melapor padanya tentang apa yang terjadi dalam kerajaannya.


Bibi Kaliya yang tahu jika Ratu Tara terjebak didalam sebuah buku ajaib, segera menaruh buku itu didalam kamar pribadinya dan memasukkanya kedalam peti agar mereka tidak bisa kembali.


"Kalian tidak akan bisa kembali lagi kekerajaan ini. Selamat tinggal, dan hiduplah didunia lain dengan perasaan bahagia." Kata Bibi Kaliya dan mengunci peti itu.


"Hahahaha....hahahaha...." Bibi Kaliya tertawa bahagia akhirnya bisa duduk di singgasana tanpa harus membuat perang besar atau pemberontakan.


***


Tara pagi-pagi sekali sudah bangun dan sudah rapi lalu mengetuk pintu kamar Bara.


Saat itu Bara sedang malas bangun pagi karena hari ini tidak ada syuting. Dia tidur terlalu malam hingga tidak bisa bangun pagi.


"Bara....bangunlah.... Ini sudah siang."


"Pergilah! Jangan ganggu aku ...aku masih mau tidur...." Kata Bara sambil memejamkan matanya

__ADS_1


Tara lalu melihat gelang unik dari tangan Bara.


"Gelang apa ini?" Tanya Tara sambil memegang gelang itu.


"Ini jimat...pergilah dari kamarku dan tutup pintunya. Aku masih mengantuk....mengganggu saja." Kata Bara dan menutup semua tubuhnya dengan selimut.


Tara lalu pergi meninggalkan Bara karena dia tidak mau bangun.


Tara ingat siapa yang bisa mengantarkannya. Zayn, dia pasti tahu dimana perpustakaan kota berada. Dia pasti bisa membawaku masuk kesana.


Tara lalu menelpon Zayn dan meminta agar mau mengantarkanya ke perpustakaan kota.


"Baiklah, tunggu disana aku akan segera datang " Kata Zayn bersemangat.


Zayn langsung berganti baju dan memakai wewangian juga memakai gel rambut dan setelah itu melihat wajahnya di cermin.


Zayn lalu tersenyum dan entah kenapa dia harus serapi itu hanya demi bertemu dengan Tara. Dan ini juga bukan pergi untuk berkencan, melainkan menemaninya ke perpustakaan dikota.


Sesampainya di rumah Bara, Tara langsung keluar setelah melihat mobil Zayn datang.


Tara melihat wajah dan penampilan Zayn yang sangat rapi.Dia tersenyum dan berpikir, pantas saja dia menunggunya lama, pasti Zayn membutuhkan waktu untuk merapikan dirinya.


"Apakah kau akan pergi berkencan?" Tanya Tara melihat Zayn berpenampilan seperti itu.


"Kencan?" Zayn malah bingung.


"Iya, kau serapi ini seperti kau akan berkencan. Apakah aku sudah membuatmu membatalkan kencanmu, jika begitu aku minta maaf, tapi ini sangat mendesak." Kata Tara.


Zayn lalu tersenyum dan mulai timbul pikiran untuk membuat Tara membayar apa yang sudah dia lakukan hari ini.


"Karena kau sudah membuatku batal kencan, maka setelah dari perpustakaan kota, kau harus menemaniku seharian hingga sore hari, bagaimana?" Kata Zayn.


"Ehmmm, baiklah, sebagai ganti ruginya, aku akan menemanimu." Kata Tara yang merasa tidak enak dengan Zayn karena demi menemaninya, dia sudah membatalkan janji kencannya.


Sementara Bara terbangun sudah tengah hari dan turun untuk sarapan. Dia merasa rumahnya sangat sepi lalu dia bertanya pada baby sitternya.


"Dimana Tara? Rumah ini sepi sekali?" Tanyanya


"Non Tara pergi dari pagi-pagi sekali. Dan sampai sekarang belum pulang. Tapi tadi saya ditelepon katanya mau pulang sore hari." Kata baby sitternya.


Bara lalu mengangguk-angguk.


"Apakah Raka rewel?" Tanya Bara sambil melihat bayi itu yang bermain dengan jari-jarinya.

__ADS_1


"Tidak Tuan." Jawab baby sitternya.


__ADS_2