Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Tertangkapnya para perampok


__ADS_3

"Kemarilah Tampan. Silahkan masuk dan bersenang-senang bersama kami." Kata salah seorang wanita yang menghampiri mereka.


"Jangan ganggu kedua tamuku. Mereka datang untuk menginap dan bukan untuk bersenang-senang bersama kalian." Kata pemilik penginapan itu.


"Kemarilah anak muda. Ikutlah bersamaku. Akan aku tunjukan kamar kalian."


"Baiklah." Kata kedua pangeran itu. Pangeran Haris menoleh kebelakang dan dilihatnya salah satu dari wanita cantik itu mengerlingkan salah satu matanya kepadanya.


Hiiiiiii


Kata Pangeran Haris begidik karena melihat tingkah para wanita yang bisa saja memperkosanya.


"Jangan melihat kebelakang." Tegur Jumong.


"Atau kau sedang memberi isyarat kepada mereka untuk masuk kedalam kamarmu." Gurau Jumong.


Hiiiiii


"Mereka lebih menakutkan daripada para perampok itu. Aku tidak bisa membayangkan jika mereka mengikatku dan memperkosa diriku malam-malam." Kata Haris.


"Kau sedang berkhayal." Kata Jumong.


"Kaulah yang ingin mereka datang." Kata Jumong.


"Tentu saja tidak. Aku tidak tertarik dengan mereka. Aku suka wanita baik-baik." Kata Haris meninggikan harga dirinya.


"Huh! Dasar kau hanya berteori saja." Kata Jumong.


"Ini adalah kamar kalian." Kata pemilik penginapan itu. Mereka sudah sampai didepan pintu kamar yang paling ujung.


"Jangan lupa mengunci kamar atauereka akan menyusup masuk kedalam." Kata Pemilik penginapan itu.


"Tapi jika Tuan muda menginginkan salah satu dari mereka, maka kalian bisa menemuiku." Kata Pemilik penginapan itu sambil tersenyum ramah.


"Iya terimakasih."


Mereka berdua kemudian masuk kedalam kamar.


"Jangan lupa kau kunci rapat-rapat Jumong." Kata Haris karena Jumong yang terakhir masuk.


"Biarkan saja salah seorang dari mereka masuk." Goda Jumong.


"Jangan. Aku bisa ngga tidur semalaman karena kelakuan mereka." Kata Haris.


Hhhhhhmmmmm


Kemudian Jumong menutup pintunya. Pangeran Hakim dan Haris pun langsung tertidur lelap hingga pagi tiba tanpa gangguan suatu apapun.


Pagi harinya


Pangeran Hakim dan Haris keluar dari kamarnya dan berjalan-jalan disekitar penginapan itu.


Terdengar suara derap kaki kuda. Dua kuda baru saja meninggalkan istana.

__ADS_1


Mereka adalah Putri Tara dan Reksa. Putri Tara menyamar sebagai laki-laki berkumis.


Mereka naik kuda kesuatu tempat. Bersama Reksa Putri Tara menuju hutan larangan larangan. Sampai dipinggir hutan itu Putri Tara menghentikan langkahnya.


"Aku mendengar beberapa perampok yang meresahkan masyarakat itu bersembunyi disini" Kata Putri Tara kepada Reksa.


"Benar Putri. Para perampok bahkan kemarin membunuh satu dari Prajurit kita dihutan."


"Masyarakat menjadi cemas jika bepergian sendirian."


"Iya Putri. Tapi bagaimana kita mengetahui tempat persembunyian mereka?" Kata Reksa.


"Mereka akan keluar untuk mencari makan bukan. Saat siang hari mungkin mereka berpakaian layaknya rakyat biasa." Kata Putri.


"Kita duduk dipintu masuk ini. Kita harus jeli memperhatikan orang yang keluar masuk hutan ini."


"Penduduk desa tidak akan ada yang berani keluar masuk hutan. Kecuali mereka yang sedang melakukan persembunyian. Mak tempat ini adalah tempat yang paling cocok." Kata Putri Tara.


"Ya. Yang Kau katakan itu benar Putri."


"Ayo kita ikat kudanya disana." Kata Putri Tara.


Kemudian Reksa dan Putri Tara mengikat kuda pada sebuah pohon yang besar.


Kuda itupun langsung memakan rumput yang ada dihadapannya.


"Rupanya mereka lapar Putri." Kata Reksa yang melihat kuda itu sangat lahap memakan semua rumput yang tumbuh liar di pinggir hutan larangan.


"Ada yang datang!" Kata Putri Tara. "Ayo cepat kita sembunyi."


Kemudian Putri Tara dan Reksa sembunyi dibalik semak-semak. Dan segerombolan perampok itu keluar untuk mencari makan dengan menyamar sebagai penduduk biasa.


Kemudian terdengar mereka tertawa terbahak-bahak dan salah satu mengatakan jika kemarin malam telah membunuh seorang Prajurit dari istana.


"Kau mencari mati saja!"


"Maksudmu?"


"Sebaiknya kita tidak berurusan dengan prajurit."


"Memangnya kenapa?"


"Lebih baik kita merampok para pedangang yang kebetulan lewat saja. Yang kita butuhkan hanya uang dan perhiasan. Kita tidak perlu berhubungan dengan kerajaan."


"Ya benar. Kita harus lebih waspada sekarang. Jangan sampai kita berurusan dengan para prajurit Istana." Kata salah satu dari mereka.


Kyyyaaaaa!!!


Putri Tara dan Reksa menghadang mereka.


"Serahkan diri kalian! Ayah kami akan menggunakan kekerasan hai para perampok!"


Para Perampok itu terkejut dan langsung memasang kuda-kuda mereka dan mengeluarkan senjata yang mereka simpan dipunggung masing-masing.

__ADS_1


"Siapa kalian? Menyingkirkan dari hadapan kami!" Kata salah seorang perampok itu.


"Menyingkir? hahaha kami justru ingin meringkus kalian dan kami serahkan kepada." Raja Muria.


"Kalian hanya dua orang mana mungkin bisa mengalahkan kami?" Kata perampok itu.


"Jangan banyak bicara!"


Crusshhh


Reksa mengeluarkan pedangnya lalu langsung menyerang mereka. Terjadi pertarungan yang sengit. Dua orang melawan lima orang.


Swosssh!


crangg!


Jraaatttt!


Satu perampok sudah jatuh ketanah.


Swosssh!


shiiittt!


Kraangggg!


Senjata mereka saling beradu. Dan tidak membutuhkan waktu lama para perampok itu sudah dikalahkan semuanya.


Mereka babak belur dan terluka terkena goresan pedang.


Mereka kemudian matanya ditutup dan tanganya diikat. Dan mereka saat ini telah terikat pada kuda Putri Tara dan juga Reksa.


Kuda itu berjalan lebih pelan karena membawa mereka dan akan menuju keistana.


Disepanjang perjalanan seluruh rakyat bersorak karena para perampok itu sudah ditangkap. Dan saat ini masyarakat tidak perlu khawatir lagi. Mereka bisa pergi kemana saja tanpa merasa cemas seperti beberapa hari yang lalu.


Sorak Sorai dari masyarakat sepanjang perjalanan membuat Putri Tara dan Reksa bahagia. Karena saat ini rakyatnya bisa kembali hidup dengan tenang.


"Akhirnya kita berhasil meringkus mereka Putri." Kata Reksa dijalan menuju keistana.


"Ya benar Reksa. Untung kita lebih cepat mendengar desas desus dari Masyarakat mengenai para perampok ini." Kata Putri Tara.


"Iya Putri di istana padahal semuanya berjalan normal dan damai ternyata rakyat kita sedang diliputi perasaan cemas akibat ulah mereka." Kata Reksa.


"Ya. Itulah gunanya sering keluar istana. Jika kita duduk saja didalam dan hanya mengandalkan para Prajurit maka kita tidak akan tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh masyarakat saat ini." Kata Putri Tara.


"Yang kau katakan benar Putri. Tidak semua bisa diselesaikan didalam istana melalui laporan para prajurit. Sekali-kali kita juga harus melihat sendiri keadaan rakyat yang sebenarnya." Kata Reksa sambil tersenyum dan merasa bangga dengan pemikiran Putri Tara.


"Sebaiknya kita harus sering-sering menyamar dan keluar keistana. Aku sangat sedih jika rakyatku menderita dan kita merasa bahagia didalam istana tanpa tahu penderitaan mereka." Kata Putri Tara.


"Ibunda Permaisuri pasti merasa senang dengan yang Putri lakukan saat ini." Kata Reksa.


"Ya. Bukanya senang, ibu terlalu khawatir setiap kali aku keluar istana. Dan pasti akan melarang kita dan menyerahkan tugas ini pada prajurit." Kata Putri Tara.

__ADS_1


__ADS_2