Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Cerita tentang Dewi Kemakmuran


__ADS_3

Pagi harinya Pangeran Hakim sudah bersiap untuk pergi berpetualang mencari gadis bercadar itu.


Pangeran Hakim kemudian menghadap Ratu Mayang sebelum keberangkatannya.


"Ibunda Ratu, Hamba sudah siap untuk melaksanakan tugas." Kata Pangeran Hakim.


Kemudian dari belakang juga Pangeran Haris datang untuk memberi hormat kepada Ratu Mayang.


Ratu Mayang sangat bahagia melihat kedua pangeran yang gagah perkasa yang saat ini ada dihadapannya. Kerajaannya menjadi bertambah kuat dengan kedua ksatria nya ini.


"Baiklah. Putra-putraku. Ibu merestui kalian. Berangkatlah dan kembalilah dengan selamat." Kata Ratu Mayang sambil melepas kedua putranya.


Pangeran Hakim adalah putra kandungnya. Sedangkan Pangeran Haris sudah dia anggap sebagai putranya sendiri karena dialah yang menyusuinya dari bayi.


Keduanya adalah perisai juga kekuatan baginya untuk mengendalikan rakyat juga kerajaanya dengan lebih mudah.


Bagi Rakyat Ratu Mayang adalah Ratu Iblis yang kejam dan tidak berhati. Namun dihati kedua putranya Ratu Mayang adalah Dewi kebaikan dan kedua putranya sangat patuh kepadanya.


Itulah kenapa hingga saat ini nasib rakyat masih sangat menderita. Karena bahkan kedua Pangeran itu dalam kendali penuh Ratu Mayang. Apapun kata ibunya maka mereka akan menurutinya meskipun ibunyaeminta nyawanya.


Tidak ada yang membawa perubahan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di Kerajaan Mayang.


Para penduduk memberi hormat kepada kedua Pangeran itu saat mereka lewat dengan kuda mereka.


Kedua Pangeran itu tetap mengendalikan kuda mereka dengan kecepatan tinggi, dan rupanya kuda-kuda itu sudah terlatih sebagai kuda pelari yang handal.


Debu nampak beterbangan tertinggal dari jejak kuda kedua pangeran itu.


Masyarakat yang tadi tersenyum pada mereka langsung kembali bekerja lagi. Diantara mereka ada yang masih saja berharap terjadinya sebuah perubahan besar dalam pemerintahan Ratu Mayang.


Sebagian mempercayai jika akan datang Dewi kemakmuran yang akan melawan Ratu Mayang, sebagian lagi tidak mempercayainya dan lebih memilih untuk pasrah pada nasib mereka.


"Pasti suatu saat akan ada Dewi Kemakmuran seperti yang disebutkan oleh orang suci yang kemarin dihukum mati oleh Ratu Mayang."


"Iya. Ratu itu sangat kejam. Siapapun yang mencoba membuat perubahan dan melawanya maka pasti akan dihukum mati di alun-alun istana." Kata yang lainya.

__ADS_1


"Yang kau katakan itu benar. Sebelum kematian menjemputnya, orang suci itu membuat sumpah dengan darahnya. Bahwa akan ada Dewi Kemakmuran yang akan menumbangkan pemerintahanya. Dan dia akan datang tidak lama lagi." Kata orang suci itu setelah itu nyawanya lepas dari raganya.


"Benarkah yang kau katakan itu? Jika begitu kita harus semangat dan kita harus menyambut kedatangan Dewi Kemakmuran itu." Kata pendukungnya.


"Sudahlah! Kalian jangan terlalu banyak berkhayal. Tidak ada Dewi Kemakmuran. Tidak ada seorangpun yang akan mampu melawan Ratu Mayang. Siapa dijaman sekarang ini yang mau mempertaruhkan nyawa demi orang seperti kita ini. Itu mustahil!" Kata seorang yang tidak mempercayai adanya Dewi Kemakmuran yang akan memperbaiki kehidupan mereka.


"Tapi orang suci itu tidak berbohong. Dia pasti sudah mengetahui sesuatu. Aku yakin dengan perkataannya. Karena tidak mungkin kejahatan akan menang melawan kebaikan." Kata seorang diantara mereka yang berbaju kuning.


"Buktinya kejahatan sudah berlangsung selama 20 tahun. Mana yang kau bilang kebaikan pasti akan menang. Yang ada siapapun yang mencoba berbuat baik dan melawan kekuasaan Ratu Mayang akan berakhir ditiang gantungan." Kata orang berbaju hijau.


"Ya memang kekuasaannya sudah berlangsung dua puluh tahun. Dan ini adalah tahun terakhir kekuasaannya." Kata orang berbaju merah.


"Ahhh kau ini. Baru datang main nimbrung aja." Kata rakyat berbaju kuning.


"Aku juga mendengar kabar akan datangnya Dewi Kemakmuran itu. Aku berharap itu akan benar-benar menjadi kenyataan. Lihatlah semua rakyat gempar membicarakanya. Mereka berharap kekuasaan Ratu Mayang akan segera tumbang." Kata rakyat berbaju merah.


"Ya. Yang kau katakan itu benar kisanak. Saya adalah termasuk yang percaya pada perkataan orang suci itu. Pasti akan ada cahaya terang yang mengubah kegelapan ini." Kata rakyat berbaju hijau.


"Sudah! Sudah! Ayo kita bekerja. Lama-lama aku bisa terpengaruh oleh halusinasi kalian!" Kata orang berbaju Kuning.


Kemudian orang berbaju hijau dan berbaju merah saling berpandangan dan geleng-geleng kepala melihat sikap temanya yang pesimis. Dan tidak mau berpikir positif bahwa akan ada kebaikan setelah keburukan, dan bahwa kebaikan selalu menang melawan kejahatan pada akhirnya.


"Lebih baik kita mengganti baju kita Pangeran." Kata Pangeran Haris kepada Pangeran Hakim.


"Ya. Yang aku katakan itu benar. Sebentar lagi kita melewati perbatasan." Kata Pangeran Hakim.


"Ya dan agar tidak membuat kegaduhan dalam masyarakat." Kata Pangeran Haris yang juga mendengar tentang Dewi Kemakmuran yang sedang diributkan di pasar dan sepanjang perjalanan mereka.


Bahkan sampai desa terpencil pun saat ini sedang membicarakan tentang Dewi Kemakmuran itu.


Pangeran Haris hanya geleng-geleng kepala saja jika mengingat apa yang dia lihat sepanjang perjalanan.


"Bagaimana penampilanku Haris?" Kata Pangeran Hakim.


"Ya kau seperti pengembara." Kata Pangeran Haris. Dan menahan tawanya.

__ADS_1


"Kenapa kau tertawa? Apakah penampilanku lucu?" Kata Pangeran Hakim.


"Bajumu memang baju pengembara tapi wajahmu tetap mirip seorang pangeran." Kata Pangeran Hakim.


"Ohhhh yaaa...yang kau katakan benar. Lebih baik aku menggunakan sedikit kumis palsu." Kata Pangeran Hakim sambil memasang kumis palsu yang tadi dia beli didalam pasar yang dilewatinya.


"Hahaha ..kumis mu miring...." Kata Pangeran Haris yang tidak berhenti tertawa.


"Jangan tertawa terus atau aku akan menghajar mu..." Kata Pangeran Hakim yang kesal karena Haris terus mentertawakanya dan meledeknya.


"Ya. Ampun Pangeran...." Kata Haris.


"Jangan panggil aku pangeran. Semua orang akan mendengarnya. Kau tahukan bahwa didunia sihir bahkan batu dan pohon pun bisa mendengar." Kata Pangeran Hakim mengingatkan Haris.


"Lalu aku harus memanggilmu apa?" Kata Haris.


Saat ini Pangeran Haris juga sudah mengganti bajunya menjadi seorang penyair dan pemusik. Dia memang pandai bersyair dan bermain musik.


"Panggil aku Soleh!" Kata pangeran Hakim.


"Nama itu tidak cocok untukmu. Bagaimana kalau Bonar saja?" Kata Haris.


"Itu terlalu jelek." Kata Pangeran Hakim sambil menginjak kaki sahabatnya.


Aduuuhhh!


Teriak Haris kesakitan.


"Rasakan! Kau terus saja mengejekku." Kata Pangeran Hakim.


"Panggil aku Lee Yuk Ho." Kata Pangeran Hakim


"Hahaha hahaha hahaha....." Haris semakin kencang tertawanya hingga harus memegang perutnya yang terasa keras dan kaku.


"Itu seperti nama pangeran dalam drama korea. Aku pernah membacanya di kitab masa depan. Salah satunya namanya mirip seperti itu."

__ADS_1


"Bagaimana kalau Jumong saja. Meskipun itu salah satu nama pangeran untuk generasi masa depan. Namun itu cocok untukmu." Kata Haris yang gemar membaca buku tentang kitab masa depan.


"Ya sudah terserah kau saja." Kata Pangeran Hakim kemudian duduk dan menyimpan baju pangerannya.


__ADS_2