Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Ramuan


__ADS_3

Zayn mengendap-endap dan akhirnya sampai didepan kamar Permaisuri Andini. Zayn lalu masuk kedalam melalui sebuah celah.


Saat itu permaisuri sedang berbicara dengan Kaliya, adik iparnya.


"Apakah kau sudah menyuruh seorang utusan untuk bertemu dengan putriku. Dan katakan pada putriku jika aku sangat merindukannya." Kata Permaisuri Andini sambil berbaring.


Permaisuri sampai saat ini tidak tahu jika Kaliya sudah menusuknya dari belakang dan mengkhianatinya.


Permaisuri tidak bisa bertemu dengan siapapun dan hanya berbicara pada Kaliya saja selama ini.


"Saya sudah mengirim utusan, namun rupanya Ratu Tara sangat marah hingga tidak mau kembali keistana. Dia lebih memilih putranya yang jelmaan itu daripada keluarga dan kerajaanya." Kata Kaliya mulai dengan drama dan kebohongannya.


Sementata Zayn yang mendengar apa yang dikatakan Kaliya mengepalkan tangannya dan tidak sabar untuk memukulnya seandainya dia bisa berubah menjadi lebih kuat.


"Beristirahatlah, kakak ipar, aku akan keluar dari sini." Kata Kaliya lalu keluar dari kamar itu.


Kaliya menutup pintunya dan Zayn naik keranjang dengan memanjat sprei karena badanya yang sangat kecil.


Dia melihat permaisuri sedang sedih dan menghapus airmatanya berulang kali.


"Tara, kenapa kau tidak mau datang kemari nak?" Kata Permaisuri sendirian tanpa seorangpun yang menemaninya dan menghiburnya.


Zayn lalu menarik jari-jari permaisuri agar permaisuri tahu jika ada dia disampingnya.


"Permaisuri!" Panggil Zayn


"Sepertinya ada yang memanggilku? Kau siapa? Kau ada dimana?" Tanya Permaisuri dan merasakan ujung jarinya seperti terinjak.


Permaisuri melihat Zayn ada diatas jarinya.


"Siapa kamu?" Tanya Permaisuri saat melihat Zayn pertama kalinya.


"Aku adalah teman Ratu Tara." Kata Zayn pada permaisuri.


"Teman Tara? Lalu apa yang kau lakukan disini?" Tanya Permaisuri dan hatinya mengembang saat mendengar nama putrinya disebut oleh seseorang.


"Aku disuruh menemui permaisuri oleh Ratu Tara."

__ADS_1


"Benarkah? Jadi putriku tidak marah padaku?" Tanya Permaisuri.


"Tidak. Bahkan Ratu Tara sangat menyayangi permaisuri." Kata Zayn agar permaisuri bersemangat dan tidak semakin sakit.


"Lalu, sekarang dimanakah putriku?" Tanya Permaisuri bingung karena Tara tidak menemuinya jika dia datang bersama temannya.


"Dia sedang dikurung dipenjara bawah tanah." Kata Zayn.


"Dikurung? Kenapa? Siapa yang sudah melakukanya?" Tanya Permaisuri.


"Bibi Kaliya. Dia menyuruh para prajurit untuk menahanya di ruang bawah tanah."


"Apa!?" Permaisuri sangat terkejut.


"Bibinya memberikan perintah seperti itu? Tapi apa alasannya?" Tanya Permaisuri bingung dengan perkataan teman Tara jika benar putrinya dikurung dan tadi mengatakan jika Tara tidak mau datang mengunjunginya.


"Karena Bibinya ingin menguasai kerajaan ini." Kata Zayn.


Zayn lalu menceritakan apa yang dia dengar dari panglima kumbang tentang keadaan kerajaan saat ini.


Permaisuri syok mendengar cerita Zayn yang berbanding terbalik dengan apa yang Kaliya perlihatkan selama ini.


"Dia terus menghasutku dan akhirnya putriku pergi dari sisiku...." Kata Permaisuri penuh penyesalan.


Zayn tidak tega meihat airmata di pipi permaisuri. Zayn lalu mengambil tissue dan memberikannya pada permaisuri.


"Jika kau memang teman dari putriku, maka, bisakah kau melakukan sesuatu untukku?" Tanya Permaisuri.


"Pergilah kekamar Kaliya dan selidiki lah apa yang dia lakukan. Lalu cari kelemahanya, karena saat ini sihirnya sangat kuat. Aku menjadi lemah dan tidak mampu melawannya. Sedangkan putriku ada didalam penjara." Kata Permaisuri.


"Baik. Saya akan pergi menyelinap kekamarnya " Kata Zayn senang akhirnya wajah permaisuri yang tadinya putus asa, saat ini sudah mulai bersemangat lagi.


Zayn lalu keluar dari kamar permaisuri melalui celah yang sangat kecil


Aaauuuuu!


Teriak Zayn saat tangannya tersangkut sesuatu yang tajam.

__ADS_1


Lengannya sedikit terluka, namun Zayn tidak mengindahkanya.


Zayn terus berlari mencari kamar Ratu Kaliya. Dan saat Zayn mencoba masuk, ada kubah yang menutupi kamar Ratu Kaliya, dan akhirnya dengan sedih Zayn mengurungkan niatnya dan kembali keruang bawah tanah.


Disana dia menceritakan apa yang dia alami pada Ratu Tara, dan Ratu Tara menyuruhnya untuk masuk kebekas kamarnya dan mencari sebuah ramuan agar dia bisa masuk dan menembus kubah itu.


"Pergilah kekamarku. Aku menyimpan banyak ramuan disana. Kau bacalah di setiap bagian botol itu, karena ada keterangan di setiap botol yang aku gunakan." Kata Ratu Tara.


"Aku akan kesana disaat tengah malam nanti. Sekarang, aku sepertinya butuh istirahat. Aku benar-benar tidak menyangka akan tersesat dikerajaanmu." Kata Zayn.


Tidak lama kemudian Zayn tertidur didekat Tara karena sangat lelah. Dia membutuhkan banyak tenaga untuk berlari kesana-kemari dengan tubuhnya yang kecil, sehingga hal itu membuatnya kelelahan.


Tara menatap Zayn dengan senyum dan sedikit terhibur dengan kehadirannya. Tara lalu mengingat saat pertama kali bertemu dengan Zayn dan juga saat dia menemukan tanda ditangan Zayn.


Tara yakin, jika Zayn bukan manusia biasa. Hanya saja Tara juga tidak bisa menjelaskan apa yang ada dalam pikirannya saat ini.


Itu hanyalah sebuah dugaan, apalagi saat Zayn bisa belajar sihir biarpun sedikit, tanda kerajaan, dan lalu hatinya yang kadang merasa nyaman saat ada didekatnya.


Semua itu, membuat Tara tiba-tiba teringat pada Raja Hakim dan hasutan Bibi Kaliya hingga Tara sangat membencinya.


Bibi Kaliya sudah menghasut dirinya dan juga ibundanya hingga dia sudah melenyapkan suaminya sendiri.


Tara lalu berfikir, seandainya saja ada kesempatan kedua untuknya. Seandainya saja Raja Hakim bisa hidup kembali.


Tepat jam 12 malam, Zayn terbangun dan melihat Tara dengan tersenyum saat Tara masih tertidur didekatnya.


Hanya saja Zayn lupa pada jenis botol yang diminta Tara.


Zayn tapi tetap pergi kekamar Tara dan mencari botol yang dimaksud Tara.


Zayn membaca setiap tulisan tentang kegunaan ramuan tersebut.


Tiba-tiba, Zayn terpaku pada botol tentang raksasa.


Merubah wujud manusia menjadi raksasa?


Raksasa dengan kekuatan besar. Zayn lalu teringat pada mimpinya saat itu yang dirinya berubah wujud menjadi raksasa dan juga tangannya yang tiba-tiba seperti mengeluarkan kuku tajamnya saat di pesta Mommynya Bara.

__ADS_1


Zayn lalu mengantongi ramuan itu dan menyimpannya disakunya.


__ADS_2