
Dari jarak yang tidak terlalu jauh Bibi Kaliya dan Silsila melihat kejadian yang baru saja terjadi. Mereka bersembunyi dibalik tiang yang besar.
Bibi Kaliya menutup mulut Silsila saat dia akan berbicara.
"Lepaskan! Kau menutup mulutku sangat kencang! Sakit tau!" Kata Silsila setalah drama penculikan itu terjadi.
"Kau tidak perlu membunuh bayi itu. Dia sudah tidak diistana ini lagi. Sekarang kembali keistana Putri, sisanya biar aku yang mengurusnya." Kata Bibi Kaliya pada Silsila.
Silsila akhirnya bisa bernafas lega karena bayi itu telah dibawa jauh dari istana. Dan Raja saat ini sedang mengejarnya.
Sementara Ratu pasti akan syok jika mendengar bayinya dibawa oleh Ratu Mayang yang tiba-tiba datang setelah sekian lama menghilang.
"Ternyata banyak sekali yang bermain peran disini." Gumam Silsila setelah membersihkan wajahnya dan keluar dari kamar Bibi Kaliya.
Tiba-tiba, saat keluar dia ditahan oleh Salma yang tiba-tiba ada didepan pintu kamar bibi Silsila.
"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Salma dengan tatapan mengintimidasi.
Dari tadi Salma sengaja mondar-mandir dan mengikuti Silsila. Dia bahkan tahu jika Silsila menyamar sebagai pelayan tabib.
"Itu bukan urusanmu! Menjauhkan dariku! Jangan ikut campur urusanku!"Hardik Silsila.
"Ikutlah denganku!" Kata Salma menarik Silsila dan membawanya keistana Ratu sebelum Bibi Kaliya melihatnya dan mengacaukan dirinya.
Salma lalu mengikat Silsila dikamarnya.
"Lepaskan aku! Kenapa kau mengikatku seperti ini!"
"Tunggulah hingga Raja kembali! Aku akan melaporkanya apa yang kau lakukan pada Raja." Kata Salma pada Silsila dan menutup pintu kamarnya.
"Kurang ajar! Dia benar-benar keterlaluan! Kenapa dia mengikatku!? Lihat saja nanti. Aku akan membalas apa yang sudah kau lakukan ini!?"
Teriak Silsila sambil berusaha lepas dari ikatan yang membuatnya tidak bisa pergi kemana-mana.
Salma lalu kembali keistana Ratu, dan dia mendengar jika Ratu Mayang kembali dan manculik cucunya sendiri.
Sementara Raja terus berlari mengejar ibunya dalam mode tidak terlihat oleh mata biasa
"Ibu....!" Berhentilah!" Kembalikan putra kami! Kau akan membawanya kemana?"
__ADS_1
Tiba-tiba Ratu Mayang menghilang dalam kabut yang tebal dan saat ini sudah ada di istananya didasar laut.
"Anak itu! Semoga dia tidak mengejarku hingga kesini!" Kata Ratu Mayang lalu menyerahkan bayi itu kepada guru Duma untuk dirawat olehnya.
Mereka telah bersatu kembali, Guru Duma dan Ratu Mayang.
Ratu Mayang berhasil mengetahui keberadaan gurunya, dan mengajaknya kembali bergabung dan mereka saat ini tinggal diistana ratu Mayang didalam istana dasar laut
"Kemana ibu menghilang?" Tanya Raja pada dirinya sendiri.
"Aku kehilangan jejaknya!"
"Apa uang ibu pikirkan dan apa maksudnya membawa dan menculik cucunya sendiri?"
Raja termenung dalam kebingungan.
"Aku khawatir terjadi apa-apa dengan putraku."
Raja lalu duduk dibatu besar sambil melihat jauh lepas kelaut yang terletak tidak jauh dari kerajaan Mayang.
Dia melamun sambil terus berfikir dan mencari jejak ibunya dengan mata batinnya.
Melalui semedinya, kekuatanya yang semula hilang telah kembali, meskipun tidak sehebat dulu. Bahkan jika harus melawan Ratu Tara, dia masih jauh ilmunya dibawah ratu Tara.
Dia memilih untuk bersembunyi dan mengumpulkan siasat agar bisa menjatuhkan ratu Tara.
Sementara didalam istana, begitu mendengar putranya telah di culik oleh neneknya sendiri, Ratu Tara mengamuk!
Bagaimana tidak!
Setelah berjuang keras melahirkannya bahkan dia belum sempat melihat mukanya, tapi anaknya itu sekarang ada bersama orang yang jahat dan kejam.
"Anakku....!"
"Putraku....!"
Ratu Tara terus berteriak dan mengamuk.
Dia melempar semua barang yang ada dikamarnya
__ADS_1
Saat ini kondisinya masih lemah, setelah puas mengamuk dan membuat para dayang ketakutan, Ratupun akhirnya pingsan.
Tabib masuk dan merawat Ratu yang baru saja melahirkan putranya, namun kini putranya sudah tidak ada didalam istana.
Raja kembali dengan tangan kosong dan wajah yang sangat sedih dan berduka.
Tabib lalu keluar dari kamar ratu, saat Raja masuk kedalamnya.
Raja menatap sekeliling kamar itu dan semua barang yang pecah dan hancur.
Raja segera tahu jika Ratunya sudah marah dan mengamuk karena ulah ibunya, ratu Mayang.
Raja lalu duduk disamping ratunya dan menatapnya dengan iba.
Raja mengelus pipinya dan keningnya.
Perlahan, Ratu membuka matanya dan bertanya dimana putranya.
"Dimana putraku?"
Tanya Ratu dengan airmata berlinang.
"Kembalikan dia padaku."
"Kembalikan dia......aku bahkan belum melihat mukanya?"
"Tenanglah ratu...aku berjanji akan membawanya kembali."
Janti Raja pada Ratu yang akan membawa kembali putranya bagaimanapun caranya.
"Ibumu? Apa yang dia lakukan? Kenapa dia membawa putra kita, bagaimana kalau terjadi apa-apa dengan putra kita?"
Ratu khawatir mengingat kekejaman ratu Mayang.
"Tenanglah, putra kita akan baik-baik saja. Bagaimanapun dia adalah ibuku, dia tidak akan menyakiti putra kita. Tapi bagaimana ibuku bisa kembali kemari? Bukankah kau bilang dia bersama kaisar langit?"
Ratu Tara diam saja dan yang dia pikirkan saat ini hanyalah tentang keselamatan putranya.
Raja lalu merengkuh ratunya kedalam pelukannya.
__ADS_1