Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Istana Peri


__ADS_3

"Tidak! Saya tidak punya hubungan dengan mereka." Kata Putri Tara.


Hubungan?


Hubungan pernikahan ini tidaklah bisa disebut sebuah hubungan, melainkan sebuah siasat saja.


"Ratu Mayang sangat kejam dan hampir saja kami para peri dimusnahkan jika saja kami tidak cepat menyelamatkan diri." Kata Ratu Peri.


Kemudian Peri Kuning dan Peri Merah terbang dan mengajak Putri Tara untuk berkeliling istana Para Peri.


Mereka juga pandai dalam ilmu sihir sehingga bisa membuat istana yang sangat indah untuk tepat tinggalnya.


Visual Istana Peri.



Kemudian kedua peri itu mengajak Putri Tara untuk keliling istana. Dan dengan sihir yang mereka miliki bukit cinta itupun berubah menjadi sebuah istana. Namun ada pintu khusus yang hanya bisa dimasuki oleh para peri untuk bisa sampai kesana.


Putri Tara kemudian menemukan sebuah tempat yang bisa dia gunakan untuk menyimpan buku itu.


Saat para Peri masuk kedalam istana, maka Putri Tara membelah danau kecil itu dengan sihirnya dan memasukan Kitab Mayapada disana. Dan dalam waktu sekejap danau itu sudah kembali seperti semula.


"Putri... kemarilah!" Kata kedua peri itu memanggil putri Tara untuk ikut serta masuk kedalam istana yang berbeda. Ada dua istana dibukit Hati itu.


Visual Istana Peri.



"Sepertinya saya akan masuk lain kali saja. Hari hampir pagi, saya harus kembali keistana." Kata Putri Tara mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam istana.


"Padahal kami sangat ingin memperlihatkan keindahan istana kami kepada Putri." Kata salah satu peri.

__ADS_1


"Saya janji. Lain kali akan kesini dan melihat istana kalian yang lain. Namun sepertinya fajar sudah memerah. Saya harus keistana segera." Kata Putri Tara kepada kedua peri yang nampak kecewa.


"Baiklah, mari saya antar Putri hingga keperbatasan?" Kata Peri kuning.


"Tidak usah. Aku juga bisa menggunakan sihir." Kata Putri Tara sambil tersenyum.


"Benarkah Putri?" Tanya kedua peri itu nampak terkejut.


"Iya....lihatlah...." Putri Tara kemudian membuat beberapa bunga yang masih kuncup menjadi bermekaran dengan sangat indah.


"Woouuuu benar, ternyata putri juga menguasai sihir seperti kami." Kata mereka sangat takjub.


"Saya akan keistana sekarang."


"Selamat tinggal." Kemudian Putri Tara membaca sebuah mantra dan tiba-tiba sudah berada didekat kuda kesayangannya. Kuda itu kemudian meringkik saat melihat tuanya sudah ada didepannya.


"Ayo kita pulang Bruno." Kata Putri Tara.


kyyaa!


Kyaaaa!


Tidak lama kemudian Putri Tara sudah sampai diistana dan langsung menemui Ibundanya.


"Putri kau sudah kembali. Aku sangat merindukanmu. Istana ini sangat sepi tanpa dirimu." Kata Reksa yang berpapasan dengan Putri Tara didepan kamar Permaisuri Andini.


"Hai Kau Reksa? Aku baru saja sampai dan akan menghadap Ibunda." Kata Putri Tara.


"Apakah kau sudah mendengar kabar tentang pernikahanmu yang dipercepat?" Tanya Reksa.


Putri Tara mengangguk sambil tersenyum.

__ADS_1


"Sudah. Itulah alasanku datang kemari."


"Ya sudah sana. Temui yang mulia permaisuri." Kata Reksa.


"Nanti tunggu aku ditempat biasa." Kata Putri Tara.


Kemudian Putri Tara masuk kedalam dan menemui Ibundanya.


"Salam Ibunda."


"Kemarilah Putri." Kata Permaisuri sambil menatap wajah cantik putrinya yang sudah semakin dewasa.


"Bagaimana kabarmu?"


"Kabar hamba baik ibunda."


"Apakah kau sudah menerima pesan dariku?"


"Sudah ibunda. Dan hamba langsung kemari."


"Bagaimana menurutmu. Apakah kau sudah siap untuk datang ke kerajaan itu dan merebut Keris Mayapada dan juga kerjaan mu?"


"Hamba siap Ibunda."


"Baiklah jika begitu maka Ibunda senang dan tidak khawatir lagi. Kita harus cepat membebaskan rakyat kita dari penderitaan Putri."


"Benar Ibunda. Hamba berjanji untuk mengalahkan Ratu Mayang dan merebut kembali kerajaan kita."


"Baiklah jika begitu maka besok kita mulai mempersiapkan semuanya." Kata Permaisuri Andini.


Didalam Kerajaan Muria semua rakyat memasang hiasan disepanjang jalan dan juga diseluruh istana. Mereka sebenarnya tidak terlalu suka dengan perjodohan antara Putri Tara dan Pangeran Hakim. Mereka takut Putri Tara hidup menderita disana.

__ADS_1


Namun saat mendengar kabar bahwa semua ini dilakukan untuk menyelamatkan rakyat Mayang dan membuat perubahan akhirnya merekapun rela dengan pengorbanan putri Tara yang bersedia tinggal dikerajaan Mayang dan menjadi menantu penyihir jahat itu.


__ADS_2