Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Bisnis dan pernikahan


__ADS_3

Dikerajaan Maya, permaisuri terkejut saat tahu putrinya dan bayinya menghilang. Permaisuri sangat sedih dan Kaliya saat itu berusaha menghiburnya.


"Mungkin ini yang terbaik bagi Ratu Tara. Karena kondisi kerajaan saat ini sedang tidak memungkinkan untuk ratu Tara tetap berada disini.' Kata Kaliya sang bibi yang licik.


Panglima kumbang masuk dan mengatakan jika posisi ratu tidak boleh kosong, dan meminta kepada Permaisuri untuk menggantikan posisi Ratu Tara.


Bibi Kaliya menghela nafas panjang. Tapi saat ini dia tidak ingin banyak bertindak dulu. Dia akan menunggu saat yang tepat untuk mengambil alih kerajaan dan menjadi ratu dikerajaan Maya.


Akhirnya Permaisuri mengumumkan jika dirinya saat ini adalah Ratu di kerajaan Maya.


***


Mayang saat ini sedang membakar jenazah guru Duma yang terbunuh oleh Ratu Tara. Awalnya Mayang membiarkan mayatnya hingga tujuh hari, dan setelah semua energinya dia serap, diapun akan membakarnya.


Beberapa energi supranatural masih tersisa diraga guru Duma. Dan itu dimanfaatkan Mayang untuk menyembuhkan lukanya.


Setelah ritualnya selesai, Mayang lalu membakar guru Duma dan membawa abunya ketepi laut.


"Selamat tinggal guru....semoga kau tenang dialam sana." Kata Mayang lalu membiarkan kendi itu mengapung ditengah laut.


Kendi yang berisi abu guru Duma itu terbawa hingga ketengah laut dan semakin lama menghilang dari penglihatan Mayang.


***


Mommy Bara terlihat sangat bahagia hari ini. Dia sudah menyiapkan semua masakan kesukaan putranya dengan tanganya sendiri.


Dia juga sudah tidak sabar untuk berkenalan dengan calon menantunya dan menggendong cucunya.


"Aku tidak sabar lagi mengatakan ini pada semua teman arisanku. Aku juga sudah punya cucu sama seperti kalian. Dan kalian akan terkejut saat aku mengundang kalian dipesta pernikahan putraku." Kata Mommy Barra dengan sangat bersemangat.


"Hemmm, ini terlihat sangat lezat. Bara pasti menyukainya. Nanti aku juga bisa memasak bersama menantuku itu."


Tiba-tiba terdengar bel berbunyi.


Nah itu mereka datang.


Kata Mommy Barra dan bergegas membukakan pintu untuk tamunya.


Barra dan Tara serta bayinya berdiri didepan pintu.


"Ayo masuklah, mommy sudah menyiapkan makan malam yang lezat."


Ajak Mommy Barra saat melihat mereka bertiga benar-benar datang tepat waktu.


"Waahhh, kau cantik sekali, dan ini...bayi kalian...lucunya....ayo ikut Oma..." Kata Mommy Barra.

__ADS_1


Tara tersenyum karena Bara sudah menceritakan apa yang menjadi keinginan Mommynya.


"Mommy, Raka, sedang tidur, jadi sebaiknya kita makan malam dulu aja." Kata Barra pada mommynya.


"Namanya Raka? Nama yang bagus, ya sudah kalau begitu, mommy akan menggendongnya saat dia sudah bangun nanti. Hemm, mommy sudah tidak sabar mau foto dengan cucu mommy. Dan teman-teman mommy, pasti kaget setelah melihat foto mommy nanti."


"Haha, mommy ada-ada aja." Bara dan Tara saling berpandangan melihat betapa senangnya mommy Barra.


Mereka makan dan baru saja selesai makan, tiba-tiba Raka terbangun, saat Tara akan mendekatinya, tiba-tiba mommy bara mencegahnya.


"Sudah, kamu tolong beresin meja aja ya, Tante mau kenalan sama cucu Tante yang ganteng sekali."


"Hehe, iya Tante." Tara lalu berbalik dan pergi kemeja makan.


Bara berjalan mendekati Tara. Dia sudah ada tepat dibelakang Tara.


"Apakah kau bisa mencuci piring? Jika tidak, biarkan aku yang akan mencucinya." Kata Bara, karena setahunya, Tara tidak bisa mencuci piring dan bingung dengan beberapa alat-alat yang ada di dunia modern.


"Tidak aku bisa melakukanya dengan cepat. Tutuplah matamu." Kata Tara.


"Apakah kau akan menggunakan sihir?"


"Diamlah, tutup saja matamu." Kata Tara.


Bara lalu mengikuti keinginan Tara dan menutup matanya.


Namun saat satu piring melayang di udara dan Tara akan memindahkanya ke rak didapur, Mommy bara melihatnya dan tanpa bisa berkata apa-apa langsung pingsan.


Untunglah saat itu Raka sedang tidak didalam gendongannya. Mommynya menaruhnya kembali setelah puas selfi dengan cucunya dan langsung mempostingnya.


Dan tiba-tiba piring-piring melayang di udara, dan langsung saja dia teringat pada film horor yang belum lama dia tonton di bioskop. Mommy Bara pingsan seketika.


"Mommy...." Bara panik dan menggendongnya kekamarnya.


"Bantu aku." Kata Bara yang kepayahan menggendong mommynya.


"Diamkan. Aku akan memindahkannya dengan cepat." Kata Tara yang menggunakan kekuatannya untuk memindahkan mommy bara kekasur dikamarnya.


"Kau menggunakan magic lagi? Bagaimana kalau mommy tiba-tiba bangun dan jantungnya berhenti melihat dirinya melayang di udara."


"Maaf, aku hanya bisa melakukan segalanya dengan magic. Aku tidak paham bagaimana harus hidup dizaman modern."


"Ya sudah. Nanti lain kali kau tidak boleh menggunakanya disembarang tempat. Kau harus belajar bagaimana orang-orang hidup dizaman serba canggih ini."


"Ya, aku mengerti." Kata Tara lalu duduk disamping anaknya yang pulas tertidur.

__ADS_1


Sementara Bara menyipratkan sedikit air kewajah mommynya hingga mommynya bangun dari pingsannya.


"Piring? Bagaimana piring-piring itu melayang di udara."


"Mommy, tidak da piring uang melayang di udara. Itu semua hanya halusinasi mommya saja." Kata Bara.


"Tapi mommy melihat piring-piring itu terbang."


"Tidak ada piring yang terbang mommy, ini zaman modern, mana ada piring terbang?"


"Apakah kalian tidak melihatnya?" Tanya Mommynya pada Tara dan juga Barra.


"Tidak. Kami tidak melihat apapun." Jawab mereka berdua.


"Ohh, mungkin mommy terpengaruh oleh film uang mommy tonton kemarin. Tapi kenapa itu seperti nyata sekali, hingga mommy pingsan?"


"Makanya mommy, lain kali mommy jangan menonton film seperti itu lagi." Kata Bara sambil mengedipkan matanya pada Tara.


Tara tersenyum dan mendekat pada tantenya.


"Iya Tante, tidak ada piring yang terbang. Itu hanya perasaan Tante saja. Mungkin Tante kecapean jadi tiba-tiba berhalusinasi seperti itu "


"Mommy, sekarang mommy istirahat saja ya, kami akan pulang, malam sudah semakin larut, kami juga tidak membawa persiapan untuk menginap."


Setelah berpamitan, mereka akhirnya pulang kerumah Barra.


***


Zayn datang menemui Tara dan menanyakan kapan dia akan pindah ke rumah barunya. Dia berfikir akan membantunya pindahan dan membawa barang-barang nya.


"Aku tidak jadi pindah." Kata Tara pada Zayn.


"Kenapa?" Tanya Zayn terkejut.


"Aku selamanya akan tinggal dirumah Barra."


"Kenapa bisa begitu?" Tanya Zayn kebingungan.


"Karena dia sebentar lagi akan menjadi istriku." Jawab Bara yang tiba-tiba datang.


"Hhhh, apa!? Kalian akan menikah? Secepat ini?"


"Ya...tentu saja. Kami merasa cocok dan kami memutuskan akan menikah dalam waktu dekat. Kami sedang memikirkan harinya." Bara tiba-tiba membisikan sesuatu ketelinga Tara dan Tara tersenyum.


Sementara Zayn, kesal dengan pemandangan yang baru saja dia lihat. Bagaimana Bara memperlakuan Tara dan mereka menjadi sangat dekat.

__ADS_1


"Ohh shiittt...Kau benar-benar akan mengikatnya dalam bisnismu melalui pernikahan." Kata Zayn lirih saat Bara Dan Tara asyik berbicara berdua.


__ADS_2