Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
7 Eps terakhir


__ADS_3

Sepulang dari rumah sakit, Tara dan Zayn makan disebuah restoran didekat taman. Saat mereka sedang makan, tiba-tiba sebuah burung hinggap dimeja dan membuat keduanya tersentak kaget.


Untunglah saat itu mereka makan didepan restoran, sehingga tidak mengundang perhatian tamu yang lainya.


Burung itu menatap Tara dan berbicara padanya.


"Permaisuri sangat mengkhawatirkan ratu, kenapa Ratu tidak cepat kembali kekerajaan?" Tanya burung merpati putih berukuran kecil itu.


"Aku akan kembali sebelum bulan purnama. Katakan pada ibu, untuk tidak usah mengkhawatirkan aku." Kata Tara dan melepaskan burung itu terbang ke udara.


Tara lalu duduk kembali dan Zayn menatapnya sambil tersenyum.


"Makanlah, setelah itu kita akan pulang. Kau butuh istirahat."


Setelah sampai dirumah, Zayn tidak langsung tidur melainkan langsung duduk didepan laptopnya.


Dia sedang mencari informasi tentang perubahan manusia jelmaan saat bulan purnama dan kerusakan yang akan yerjadi


Sebesar apa maklum jelmaan berpengaruh bagi kelangsungan hidup manusia.


Dan ternyata, makhluk itu kebal senjata api dan hanya bisa dibunuh dengan percikan api neraka.


"Ahh...ini tidak mungkin! Ini pasti khayalan seseorang!"

__ADS_1


Zayn lalu menutup laptop itu dan memikirkan apa yang bisa terjadi jika Tara gagal membawa Raka pergi dari dunia modern ini?


Apakah Raka akan menjadi raksasa yang kuat dan mengancam kehidupan manusia? Ataukah dia hanyalah raksasa kecil yang tidak tahu apa-apa dan tidak terlalu berbahaya?


"Sial! Kenapa aku bisa terjebak disini? Tapi apapun itu, dunia mereka memang ada. Aku pernah kesana dan mereka hidup layaknya kita. Hanya dimensi ruang dan waktu yang membuat semuanya berbeda.


Dan buku kuno itu, aku harus mengambilnya dari rumah Bara. Setidaknya aku harus memegang satu untuk Tara. Sial...! Sepertinya ada yang sudah mengambil buku kuno yang aku simpan disini! Tara tidak boleh tahu jika buku kuno yang aku simpan hilang. Aku harus mencarinya sebelum Tara mengetahuinya dan menjadi cemas.


"Siapa yang mengambil buku itu?"


Zayn berfikir sambil mengetukkan hadirnya dimeja dan menggigit bibirnya bagian bawah. Darimana dia tahu jika buku ini aku simpan disini?


Bulan purnama tinggal sebentar lagi. Aku harus menemukanya dengan cepat, dan aku akan menyimpannya dengan lebih hati-hati.


Tara tidak bisa tidur semalaman. Dia terus khawatir jika Raka tiba-tiba berubah ke wujud raksasanya saat dalam perawatan dokter. Bagaimanapun, tempat itu sangat tidak pribadi dan banyak dokter dan suster sering mengunjunginya.


Tara memejamkan matanya dan dia menangis merasa tidak berdaya sebagai seorang ibu.


Harusnya saat ini dia berada didekatnya dan terus mengusap rambutnya agar dia merasa nyaman dan tenang. Tapi semua itu tidak bisa dia lakukan bahkan untuk masuk dan melihatnya saja dia tidak bisa. Silsila tidak mengijinkannya.


Tara lalu tersenyum dan menemukan cara untuk melihatnya.


Dia bersemedi dan berubah menjadi asap kebiruan dan melayang di udara. Asap itu sampai dirumah sakit dan Tara berfikir, selanjutnya dia tidak bisa menggunakan sihir itu untuk masuk kedalam.

__ADS_1


Badanya juga tidak bisa menghilang. Entah kenapa beberapa sihir seperti tidak misa dia gunakan didunia modern.


Tara lalu berubah menjadi kucing kecil dan menyerupai gantungan kunci. Dia lalu menempel pada tas seorang suster dan berhasil masuk kadalam kamar Raja.


Saat itu Silsila sedang ketiduran sendirian. Senyata Bara sedang bertemu dengan mommynya.


Tara tersenyum dan mengubah wujudnya menjadi manusia saat Silsila nyenyak tertidur.


Tara lalu mendekati Raka dan mencium keningnya. Dia juga duduk dan membelai rambut putranya.Tiba-tiba Raka terbangun dan dengan cepat Tara mengubah dirinya menjadi gantungan kunci.


Silsila terbangun saat mendengar suara rengekan Raka.


"Ada apa sayang? Kamu terbangun? Tidurlah, hari masih malam..."


Silsila lalu duduk disamping Raja dan memegang tanganya.


Kamu adalah perisaiku dan juga kekuatanku. gumam Silsila.


Tara bersembunyi ditas yang dipakai Silsila.


Tapi dia tidak bisa menahan keinginannya untuk bersin karena wewangian yang ada ditas Silsila.


Haching!

__ADS_1


Silsila menoleh dan mendengar suara itu dari tasnya. Beruntunglah saat itu seorang suster masuk dan akan mengganti infus Raka. Dan Silsila berfikir jika suster itu yang tadi bersin.


Tara menutup mulutnya dan tetap bersembunyi. Silsila tidak pulang hingga Tara terjebak sampai pagi dikamar Raka.


__ADS_2