Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Pangeran Haris curiga


__ADS_3

Keesokan harinya Pangeran Haris berkemas, dia akan segera pergi dari kerajaan yang sudah membesarkanya dari dia kecil hingga dewasa.


Terutama adalah Ratu Mayang yang paling berjasa dalam hidupnya, karena mau menerimanya dan menganggapnya sebagai putra angkatnya.


Dan saat ini Pangeran Haris sedang gundah gulana karena keanehan atas kepergian Ratu Mayang dan Guru Duma secara mendadak dan tidak diketahui oleh siapapun.


Siapa dibalik semua ini?


Tiba-tiba saat sedang melamun sendirian Raja masuk kekamarnya.


"Kenapa Raja harus kemari? Biarkan hamba yang akan menemui Baginda Raja." Kata Pangeran Haris.


Dengan kesal Raja lalu menginjak kaki Pangeran Haris.


"Kau ini memang harus aku penggal kepalanya." Kata Raja duduk disamping Pangeran Haris.


"Kau tidak boleh seperti ini. Kau adalah Raja dan bukan pangeran. Kenapa kau harus datang kemari? Seharusnya kau menyuruh utusan untuk memanggilku, maka aku yang akan datang kekamarmu." Kata Pangeran Haris.


"Apa maksudmu?" Kata Raja dengan kesal pada sahabatnya.


"Ya memang seperti itulah aturannya. Kau tidak boleh bersikap sembarangan. Kau adalah Raja, bukan pangeran lagi." Kata Pangeran Haris memberi nasehat.


"Sejujurnya aku masih heran dengan kepergian Ratu Mayang dan Guru Duma secara mendadak." Kata Raja pada Pangeran Haris.

__ADS_1


"Hal yang sama juga sedang aku pikirkan, tapi aku tidak tahu darimana memulai penyelidikan ini?" Kata Pangeran Haris.


"Apakah mereka baik-baik saja?" Tanya Raja.


"Entahlah, semua berubah dalam satu malam dan sebentar lagi aku akan berada jauh dari kerajaan ini. Tapi aku tetap akan menyelidiki apa yang sudah terjadi." Kata Pangeran Haris.


"Apakah kau mencurigai sesuatu?" Tanya Raja.


"Ya, tapi aku tidak bisa mengatakannya, aku harus menyelidiki kebenaran dan menemukan bukti. Tanpa adanya bukti aku tidak bisa membuat orang itu dinyatakan bersalah." Kata Pangeran Haris yang mencurigai pengasuh Pangeran Haris, bibi Kaliya.


Tapi jika dia mengatakanya sekarang tanpa bukti, maka Raja juga tidak akan mempercayainya dan tidak bisa menghukumnya.


Tiba-tiba sebuah utusan masuk, dan menghadap pada Raja Hakim.


"Ampun yang mulia, Ratu memanggil anda, ada hal penting dan anda diminta kekamarnya." Kata Dayang itu.


"Baiklah, jaga dirimu baik-baik. Kau bisa membawa beberapa prajurit selama dalam perjalanan." Kata Raja.


"Selamat tinggal dan hamba mohon diri." Kata Pangeran Haris dengan sedih karena harus berpisah dengan sahabatnya yang saat ini sudah menjadi Raja.


Raja menemui Ratunya di kamarnya.


"Kau memanggilku?" Tanya Raja pada Ratu Tarra.

__ADS_1


"Lihatlah ini? Kita harus segera mengirimkan obat-obatan untuk mereka. Saat ini mereka sedang menderita penyakit dan kekurangan bahan makanan." Kata Ratu setelah melihat laporan dari prajurit.


"Dimana itu?"


"Disebelah Utara kerajaan kita. Disana mereka kesulitan air dan kekurangan makanan serta obat-obatan, kita harus segera menolong mereka." Kata Ratu dengan panik.


"Tenanglah, aku akan segera mengirimkan apa yang mereka butuhkan."


"Prajurit! Panggil panglima kumbang! Suruh dia menghadap padaku."


Prajurit itu lalu pergi dan datang kembali bersama panglima kumbang.


"Hamba menghadap yang mulia."


"Aku ingin kau pergi ke daerah Utara kerajaan kita. Bawalah makanan yang banyak dan obat-obatan. Mereka sedang sangat menderita." Kata Raja pada panglima kumbang.


"Hamba akan segera melaksanakanya, hamba mohon diri" Kata panglima kumbang lalu keluar dari kamar Raja.


Panglima kumbang terlihat sangat bahagia, akhirnya rakyat bisa mendapatkan apa yang harus mereka dapatkan dari dulu.


Entah kemana Ratu yang kejam itu menghilang?


Panglima kumbang sebenarnya tidak menyukai Ratu Mayang, namun dia terikat sumpah setia pada kerajaan Mayang, yang membuatnya tetap setia pada siapapun raja atau ratunya.

__ADS_1


Berbeda dengan Pangeran Haris putra panglima kumbang yang sangat setia pada Ratu Mayang karena sudah menerimanya dan menjadikan dia seorang pangeran.


Mereka berbeda pendapat dan pandangan tentang Ratu Mayang.


__ADS_2