
Tara tiba dihutan larangan dan saat itu Silsila membuka matanya.
"Aku berada dimana?" Dia bertanya dan melihat hanya ada Tara disana serta Raka.
"Dimana mereka?" Tanya Tara dengan memegang kepalanya yang masih pusing akibat hantaman Raka tadi yang begitu keras.
"Mereka ada diduniannya. Kita ada didunia yang seharusnya." Jawab Tara dan berjalan meninggalkan Silsila dibelakangnya.
Silsila berlari mengejarnya.
"Kenapa kau membawaku kemari? Apakah kau akan memenjarakan ku?" Kata Silsila yang tahu bahwa disini dia tidak berdaya. Tara lebih berkuasa karena dia adalah seorang Ratu.
"Ikutlah denganku!" Kata Tara lalu mereka naik karpet ajaib.
Permaisuri sangat senang melihat Tara kembali dan mereka bisa berkumpul seperti dulu. Permaisuri sudah membuat ramuan untuk Raka agar dia terbebas dari gangguan raksasa dan menjadi manusia seutuhnya.
Para peri yang dulu pernah bertemu Tara memberikan ramuan itu pada permaisuri.
Tara merasa sangat bahagia karena akhirnya mereka kembali dan apalagi setelah mengetahui jika ibunya punya ramuan dari para peri.
Salma juga menyambutnya dan kaget saat Tara bersama dengan Silsila.
"Mulai sekarang Silsila akan mengasuh Raka." Kata Tara dan disambut senyum kebahagiaan dari Silsila.
Dia memang sudah terlanjur sayang dengan Raka yang dia urus dari bayi dan sekarang sudah hampir dua tahun.
"Terimakasih....Ratu...."
Tara lalu duduk di singgasana dan menjadi Ratu abadi selamanya.
***
Saat putranya beranjak dewasa, Tara mengadakan pesta yang sangat meriah untuk putranya.
Semua rakyat diundang ke alun-alun istana dan bebas menikmati setiap hidangan.
Dan diantara rakyat datanglah tiga pemuda berpakaian mirip prajurit nya
Mereka lalu mendekati Tara dan saat sudah semakin dekat, Tara tersenyum lalu menyambut mereka.
"Akhirnya kita bisa bertemu lagi." Kata Tara yang kecantikanya masih abadi. Sedangkan mereka mulai menua.
__ADS_1
"Kau masih sama, tidak berubah sedikitpun." Kata Zayn sementara dua temannya berpesta dan membiarkan Zayn dan Tara berbicara berduaan.
"Aku tidak bisa lama disini." Kata Zayn.
"Kenapa?" Tara sepertinya berharap Zayn akan menetap lama di kerajaanya.
"Kami kesini karena bantuan seseorang. Dan kami tidak punya banyak waktu. Dia yang mengirimkan kami namun waktu kami dibatasi atau kami tidak akan pernah kembali kedunia masa depan."
Tara tersenyum dan tetap senang karena akhirnya kerinduanya terobati.
Zayn lalu memeluk Tara dan menatap matanya sangat lekat. Saat mereka hampir berciuman tiba-tiba kedua temannya datang dan penanda waktu yang dipakai ditangan mereka sudah berbunyi.
Artinya mereka harus pergi.
"Aku akan tetap disini. Kailan saja yang pergi." Kata Zayn tiba-tiba dan membuat mata Tara bersinar semakin indah karena tidak menduga dengan keputusan Zayn.
Tut Tut Tut....
Waktunya habis dan akhirnya Bara dan Mario menghilang dari penglihatanTara dan Zayn.
Sementara Zayn sudah melepaskan gelang seperti jam tangan tersebut dan membuatnya tidak bisa kembali kedunia modern.
"Apakah aku bisa merubah keputusanku setelah aku melepaskan jam ini dan waktu sudah berakhir?"
Akhirnya mereka berpelukan dengan sangat erat. Tara memeluk Zayn dan putranya Raka datang lalu bersalaman dengan Zayn.
Melihat ibunya tersenyum setelah sekian lama hati Raka menjadi puas. Dan Raka segera tahu jika yang dinantikan ibunya setiap malam bulan purnama adalah Zayn. Pria yang saat ini ada di hadapannya.
Raka lalu pergi dan bergabung dengan teman-temannya.
***
Satu tahun tinggal di kerajaan Tara membuat jiwa Raja hakim bangkit dan suatu hari dimalam bulan purnama, Zayn keluar berjalan-jalan dengan Tara diluar istana.
Tiba-tiba saat bulan bersinar sempurna Zayn menghilang dari samping Tara. Tara pun mencari Zayn kesana kemari dan tidak menemukanya dimana-mana.
Tara akhirnya terduduk di atas rumput dan menangis karena dia mengira jika Zayn kembali kedunia modern. Dan mereka tidak akan bisa bertemu lagi hingga nafas terakhir nanti.
Tapi, tiba-tiba sebuah tangan terulur dan betapa kagetnya Tara saat dia melihat orang yang berdiri didepannya yang tidak lain adalah suaminya yang sebenarnya dia cintai, Raja Hakim.
Namun karena misi balas dendam dan hasutan dari banyak orang, membuat cinta itu kandas dan terkikis oleh api dendam dan juga kesalah pahaman. Hingga yang paling disesalinya adalah saat dia harus membunuh suaminya sendiri. Dan ternyata dia benar-benar membunuhnya.
__ADS_1
Saat ini keadaan sudah berubah. Ratu Mayang sudah terjebak didalam api neraka. Dan permaisuri sudah memaafkanya karena bantuanya saat membebaskan Tara dari bibinya yang jahat dan menyelamatkan kerajaanya melalui wujudnya yang tiba-tiba berubah menjadi raksasa.
Raksasa yang sangat dia benci, untuk pertama kalinya menjadi pahlawan untuk semua orang.
Tara lalu berdiri dan Raja Hakim menggendongnya hingga keistana Ratu. Merekapun kembali menjadi suami istri. Tara yang tadinya tidak mau disentuh sama sekali oleh Raja Hakim, sekarang dengan cintanya dia menyerahkan dirinya seutuhnya tanpa rasa cemas dan takut.
***
Merekapun akhirnya dikaruniai dua anak kembar perempuan dan diasuh oleh Silsila yang sudah bertobat dan menjadi abdi istana yang setia dan baik.
Uban mulai tumbuh di kepala Raja hakim hingga semakin lama rambutnya memutih semua.
Sedangkan Ratu Tara kecantikanya tetap abadi dan tidak ada satu ubanpun dikepalanya.
Dia mewarisi keabadian dan hingga akhirnya Raja Hakim meninggal karena sudah tua dan menderita penyakit. Tinggalah Ratu Tara sendirian kembali dan tetap menjadi Ratu dikerajaan Maya.
Namun dia tidak menyesali kematian suaminya kali ini karena mereka tidak pernah melewatkan satu hati pun tanpa cinta dan kasih sayang.
Tidak ada waktu bagi pertengkaran dan kesalahpahaman. Setiap hari hanya diisi oleh kebahagiaan dan senyuman. Tidak ada ruang bagi egois dan kemarahan. Mereka selalu menyelesaikan setiap masalah dengan kasih sayang dan saling memahami.
Hingga Raja Hakim meninggal, senyum tetap mengembang di bibir Ratu Tara. Dan wajah Raja hakimpun begitu cerah meskipun nyawanya telah meninggalkan raganya.
Kedua putrinya menjadi besar dan dewasa, namun Ratu Tara tetap cantik dan muda selamanya.
Kerajaan itupun hidup damai dan tidak ada sihir jahat lagi didalamnya, hingga rakyat memberi Ratu Tara gelar Dewi Kemakmuran.
Tamat
Terimakasih teman-teman semua yang sudah mendukung karya ini dari awal hingga akhir 🥰
Terimakasih juga bagi yang sudah memberikan dukungan, komentar dan meninggalkan jejak 🥰
Semoga kalian selalu dimudahkan rizkinya dan Allah akan membalas semua kebaikan kalian karena sudah meluangkan waktu untuk membaca dan mendukung karya ini.
Sekali lagi, terima kasih sebanyak-banyaknya, semoga kalian selalu berbahagia 😘
Salam hangat dan sayang dari saya 🥰😍 untuk kalian semua 🤗🥰🥰🥰
Pengumuman karya baru :
"**Dipinang CEO**"
__ADS_1