
Keesokan harinya Raja dan Ratu sudah tiba di istana dengan menggunakan sihirnya. Mereka tidak mampu berjalan lagi karena Ratu sangat kelelahan. Dan Raja khawatir dia akan sakit.
Saat Ratu dan Raja pergi Bibi Kaliya batu saja keluar dari kamar raja. Namun dia harus keluar dengan tangan kosong.
Dia tidak menemukan apa yang dia cari. Entah apa yang sedang bibi Kaliya cari, dia keluar segera setelah tidak menemukan apapun.
Tidak lama setelah Bibi Kaliya keluar Ratu masuk kedalam.
Lemarinya tiba-tiba terlihat tidak seperti biasanya. Ada beberapa barang yang berpindah dari tempatnya.
"Bi...." Panggil Ratu saat dia akan merias dirinya.
"Iya Ratu, apakah Ratu memanggil hamba?" Tanya bibi Kaliya pada Ratunya.
"Apakah ada yang masuk kekamar ini saat saya sedang pergi?" Tanya Ratu pada Bibi Kaliya.
"Tidak Ratu. Hanya saja Panglima kumbang ingin menemui Ratu, namun hamba tidak yakin jika dia akan masuk kemari sementara Ratu tidak ada."
"Baiklah Bi... Prajurit! Panggil panglima kumbang! Dan suruh untuk menghadapku!" Kata Ratu.
Tidak lama kemudian Panglima kumbang datang dan menghadap Ratu serta Raja.
"Hamba melaporkan jika stok bahan makanan dari kerajaan lain sudah tiba. Dan semua rakyat sudah mendapat jatah dari kerajaan. Prajurit sudah membagikan bahan makanan itu selama gagal panen." Kata Panglima kumbang.
"Terimakasih Panglima. Pekerjaanmu sangat bagus. Kau bergerak cepat dan membuat rakyat tidak cemas berlarut-larut." Puji Ratu Tarra.
"Tapi, apakah kau kemarin datang mencariku?" Tanya Ratu.
"Benar Ratu, hamba akan melaporkan tentang obat-obatan yang sudah dibagikan pada rakyat. Dan semuanya sembuh setelah meminum ramuan itu."
__ADS_1
"Ya, apakah kau melihat ada orang lain yang masuk kekamarku?" Tanya Ratu.
"Tidak yang mulia Ratu." Kata panglima kumbang.
"Kau boleh pergi." Kata Ratu, lalu panglima kumbang memberi hormat dan meninggalkan istana.
"Kenapa kau bertanya begitu pada semua orang?" Tanya Raja pada Ratunya.
"Ada orang yang mencoba mencari sesuatu dilemari hamba. Dan beberapa barang seperti bergeser dari tempatnya semula."
"Mungkin kau sendiri yang sudah memindahkanya. Tapi kau lupa." Kata Raja sambil merebahkan dirinya diranjang.
"Apakah kau membawa bunga tadi? Dimana kau menaruhnya? Sebaiknya kau taruh didekat ranjang kita. Baunya sangat harum, aku suka dengan wanginya yang sedikit memabukkan." Kata Raja sambil melihat Ratu yang menyisir rambutnya.
"Malam akan segera tiba." Kata Raja dan Ratu sangat paham maksud suaminya. Itu pasti kode rahasia.
"Kemana kau tersenyum sendirian begitu? Aku bisa melihatnya dari cermin."
"Aku hanya berfikir sebaiknya aku mengundang ibunda ke kerajaan kita."
"Ibunda?" Tanya Raja.
"Ya, kenapa Raja terlihat kaget. Saya memang belum mengatakan jika saya tinggal bersama ibunda. Dan dia adalah pemilik kerajaan ini sebelumnya. Namanya Permaisuri Andini." Kata Ratu Tara, karena ini adalah saat yang tepat untuk membuka identitasnya.
Sebelum semuanya terlambat dan mereka menjadi sepasang kekasih yang sesungguhnya.
Mereka memang sudah suami istri, tapi mereka masih menyimpan banyak misteri dan rahasia yang akan diungkap satu persatu.
Saat ini Ratu Tara sudah tahu kelemahan dari suaminya. Sehingga jika suaminya melawannya maka dia pasti akan mengalahkanya dengan mudah.
__ADS_1
"Kau putri dari Raja Maya?"
"Tapi bagaimana mungkin ini bisa terjadi?"
"Apakah pernikahan ini adalah pernikahan sedarah? Raja Maya adalah ayahku. Dan Ibunda Ratu adalah istri keduanya. Bagaimana ini bisa terjadi? Dan kenapa baru sekarang kau mengatakannya?" Kata Raja dengan bibir gemetar.
"Kenapa kau menyembunyikan identitasmu?"
"Apa lagi yang kau sembunyikan dan tidak aku ketahui?"
Ratu Tara sudah menduga Raja akan bereaksi seperti ini. Dan untuk hari yang selanjutnya maka Raja tidak akan menyentuhnya lagi. Dan itu yang diharapkan Ratu Tara.
"Apa yang meracuni, hingga kau hancurkan hatiku?" Kata Raja dengan gigi gemeretak.
"Mulai sekarang, aku akan membebaskanmu. Kau buka istrimu lagi. Aku tidak akan lagi menyentuhmu!" Kata Raja lalu keluar dari ruangannya dengan marah.
Dia memanggil panglima kumbang untuk segera datang ke hadapannya.
"Ada apa yang mulia memanggil saya kemari malam-malam begini? Apakah ada yang harus saya lakukan?"
"Ya. Mulai malam ini, aku akan tidur dikamar yang lainnya. Dan kau segera datangkan selir untuku." Kata yang mulia raja muda dengan geram dan penuh kemarahan.
"Tapi yang mulia baru saja kembali bersama Ratu. Dan yang mulia menginginkan selir malam ini?" Tanya Panglima kumbang kaget dan bingung.
"Ya, cepat suruh dia kekamarku. Aku akan menunggunya disana. Dan selama aku bersama selir, Ratu tidak boleh menemuiku atau menggangguku." Kata Yang mulia raja muda Hakim.
"Tapi yang mulia, bagaimana jika Ratu marah pada hamba?"
"Ini adalah perintah. Dan kerajaan ini dipimpin oleh Raja bukan Ratu, mengerti? Cepat laksanakan dan jangan banyak bertanya? Aku sedang kesal!"
__ADS_1