Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Bulan purnama


__ADS_3

Usia kehamilan Ratu Tara sudah hampir dua bulan. Dan malam ini adalah bulan purnama yang ditunggu oleh Ratu Tara.


"Tapi, bagaimana mengajaknya keluar?"


Ratu Tara berfikir untuk mengajak Raja jalan-jalan diluar.


"Bagaimana aku mengajaknya? Kita bahkan tidak pernah berbicara dan duduk bersama."


Ratu Tara berfikir lebih keras lagi.


"Cari cara! Cari cara Tara!"


"Baiklah, aku harus merendahkan diri dihadapan ya. Aku tidak peduli jika dia akan merendahkan aku. Aku tidak punya cara lain selain ini."


Ratu lalu berjalan kekamar Raja dengan keranjang ditangan kirinya.


tok! tok! tok!


Ratu mengetuk dengan pelan dan lembut.


Dia akan bersikap manis hari ini.


"Raja apakah kau didalam? Bolehkah aku masuk?" Tanya Ratu dengan lembut dan gemulai.


Raja kaget karena mengenali suara Ratunya yang terdengar aneh.


"Masuklah!"


Raja melihat Ratu dari ujung kepala hingga ujung kaki.


"Katakan ada apa, setelah itu pergilah!" Kata Raja sambil menatap aneh pada Ratunya.


Sikapnya seperti dia baru saja salah minum obat!


"Maaf jika aku mengganggumu Raja. Mau kan kau menemaniku jalan-jalan malam ini. Dan lupakan apa yang sudah terjadi diantara kita." Kata Ratu dengan lemah lembut.

__ADS_1


"Apakah kau baru saja minum? Mandilah! Dan tidurlah! Kau seperti orang tidak waras!"


Hhhj dia ini. Sabar Tara, sabaaarrrr.


"Saya sadar sepenuhnya dan sekali lagi maukah Raja jalan-jalan! Hari ini langit terlihat sangat indah."


"Hhhhh,ck, sudah kubilang kau pasti sedang mabok. Kau seperti serigala dan sekarang kau seperti domba! Kau memang pandai bersandiwara!"


Kata Raja semaki melihat keanehan yang tidak biasanya.


"Tidak Raja, aku tidak minum apapun. Ini karena aku menyadari kesalahanku. Jadi maafkan aku. Kau adalah raja yang bijaksana. Rakyat tentu tidak ingin Rajanya memberi contoh yang tidak baik."


"Baguslah, sekarang akhirnya kau menyadari kesalahanmu!"


"Aku memaafkanmu! Sekarang pergilah! Aku sedang tidak ingin diganggu!"


Kata Raja yang masih sibuk dengan batu permata kesayangannya.


Kenapa sulit sekali membujukanya keluar!


Aku sudah merendahkan diriku menjadi sangat rendah! Aku tidak mau gagal membawanya keluar malam ini!


"Aku tidak tertarik pada hadiahmu!"


"Raja, hamba mohon, hamba sudah mempersiapkanya sejak kemarin."


"Kau sangat keras kepala!"


"Dan hadiahnya ada diluar istana. Saya sangat sedih dan terluka jika Raja menolaknya." Kata Ratu terus merayu dan berusaha membujuknya.


Aku sudah gila dan kehabisan akal!


"Aku akan melihatnya besok!"


"Ooohhh, tidak bisa raja! Hadiah itu hanya terlihat saat malam hari. Ini seperti....cahaya yang hanya terlihat saat gelap saja."

__ADS_1


"Kau membuang waktuku saja. Sudah kubilang aku tidak tertarik! Pergilah tidur!"


"Raja.....aku mohon." Tiba-tiba Ratu mengeluarkan senjatanya yang terakhir. Menangis. Hanya itu satu-satunya ide yang bisa dia pikirkan saat ini.


Melihat Ratu menangis, raja menjadi iba dan akhirnya bangun dari duduknya.


Dia berjalan mendekati Ratunya.


Dia malah menangis!


"Sudah jangan menangis! Ayo kita pergi!"


Ratu lalu tersenyum dan menghapus airmatanya.


Ternyata airmataku ini lebih tajam dari pada pedang. Hingga aku tidak perlu menghunuskan ya. Aku cukup bermuka sedih tanpa perlu melawannya dengan kekerasan.


hua hua hua


"Kenapa kau menangis lebih kencang hah! Sudah kubilang aku akan melihat hadiahnya! Kau malah menangis lebih keras! Dasar wanita!"


Akhirnya Ratu diam dan percaya jika Raja akan ikut dengannya.


Dasar Pria! Badanmu begitu kuat! Kau begitu perkasa! Tapi hatimu selembut sutera....hihihi


"Ayo cepat usap air matamu! Prajurit akan mentertawakan aku karena dirimu! Perbaiki wajahmu!"


Ratu lalu membersihkan wajahnya dan memperbaiki mimik mukanya.


"Kita akan kemana?" Tanya Raja.


"Ikutlah denganku dan jangan banyak bertanya." Kata Ratu lalu berjalan keluar istana.


Akhirnya.....


Dia keluar dimalam bulan purnama.

__ADS_1


Kenapa tidak kulakukan dari dulu saja.


Aku harus tahu siapa dia sebenarnya.


__ADS_2