Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Ritual untuk mendapatkan batu permata


__ADS_3

Putri Tara sudah tidak ada ditempat tidurnya karena sudah menyelinap kedapur dan menemui Bibi Kaliya.


"Bibi....Kata Putri Tara sambil memakan buah anggur.


"Bagaimana kau bisa kemari sepagi ini?" Tanya Bibi Kaliya.


"Pangeran belum bangun. Jadi aku langsung berjalan kesini." Kata Putri Tara lalu menceritakan apa yang di alaminya saat ada didalam api suci itu.


"Sepertinya apa yang dikatakan pertapa suci itu bukanlah suatu kebetulan. Kau harus ingat pada perkataanya. Jangan sampai kau jatuh cinta pada Pangeran Hakim." Kata Bibi Kaliya.


"Itu tidak mungkin bibi." Kata Putri Tara.


"Ada yang datang. Aku akan segera kembali ke kamarku." Kata Putri Tara.


Ternyata hanya prajurit yang datang untuk menggantikan temannya.


Putri Tara masuk kedalam kamarnya dan Pangeran Hakim sudah duduk sambil menatapnya yang baru saja masuk.


"Kau sudah bangun?" Tanya Pangeran Hakim.


"Iya. Aku ingin menghirup udara segar diluar. Didalam terasa sangat pengap. Jadi aku berpikir untuk keluar dan berganti suasana." Kata Putri Tara sambil melirik pada Pangeran Hakim.


"Beristirahatlah Putri. Malam ini kita akan melakukan ritual yang kedua." Kata Pangeran Hakim.


"Aku tahu."


"Kalau begitu, beristirahatlah didalam. Aku akan menemui ibunda." Kata Pangeran Hakim lalu berjalan keluar ruangan.


Diluar Pangeran Hakim bertemu dengan Pangeran Haris. Akhirnya merekapun berbicara empat mata dan terlihat mereka tertawa seakan membicarakan sesuatu yang lucu.


"Dia sangat galak." Kata Pangeran Hakim.


"Mungkin kau terlalu kasar padanya." Kata Pangeran Haris.


"Aku bahkan tidak bisa menyentuhnya sama sekali." Kata Pangeran Hakim.


"Hahahaha. Gunakan jurus yang berbeda Pangeran." Kata Pangeran Haris sambil tertawa kegelian.

__ADS_1


"Ini semua karena ritual itu, sehingga dia membuat banyak alasan agar aku tidak bisa menyentuhnya." Kata Pangeran Hakim.


"Ritual?" Tanya Pangeran Hakim.


"Ya ritual untuk menemui Kaisar langit."


Pangeran Hakim keceplosan dan mengatakan tentang Kaisar Langit.


"Lupakan semua itu. Aku akan membuat membuat Putri Tara menjadi miliku selamanya setelah ritual itu." Kata Pangeran Hakim.


Aku tidak mengerti tentang apa yang sedang mereka lakukan saat ini. Tapi aku berharap mereka tidak melakukan kesalahan dengan mempercayai orang yang baru saja mereka kenal. Dan membuatnya menemui Kaisar Langit. Gumam Pangeran Haris saat Pangeran Hakim pergi.


Malam pun telah tiba. Putri Tara saat ini berada didalam hutan tempat yang sama yang kemarin mereka gunakan untuk melakukan ritual api suci.


Pangeran Hakim duduk diantara kayu yang terbentang. Sedangkan Putri Tara dan guru Duma berada ditempat yang agak jauh dari Pangeran Hakim.


Disana sudah ada banyak bara yang menyala. Guru Duma membuat bara itu agar Putri Tara berjalan diatasnya hingga sampai pada sebuah goa. Didalam goa akan ada dua manusia kerdil yang akan menemuinya.


Putri Tara melihat bara dari arang yang terbakar dan bisa membuat kakinya terluka saat berjalan diatasnya. Namun demi menemui Kaisar Langit maka Putri Tara tidak mempedulikannya jika kakinya akan terluka saat melewatinya. Dia harus menemui dua makhluk kerdil penjaga Goa itu dan mengambil sebuah batu permata. Dengan ketujuh batu permata yang berhasil dikumpulkan makan nanti bisa digunakan sebagai tangga menuju Kaisar Langit.


"Kau bisa berjalan sekarang Putri." Kata Guru Duma.


"Bara ini akan mengantarkanmu kepintu goa itu." Kata Guru Duma.


Putri Tara kemudian melangkahkan kaki kanannya dan meringis menahan panas ditelapak kakinya.


"Berjalanlah perlahan dan jangan sampai jatuh." Kata Guru Duma.


"Baik Guru." Kata Putri Tara sambil melangkahkan kaki kirinya setelah kaki kanannya. Saat ini kedua kakinya berada diatas nyala bara api. Dan terasa sekali panasnya hingga keubun-ubunnya. Putri Tara meringis kesakitan dan tetap menahanya hingga sampai dipertengahan perjalananya.


Putri Tara menoleh kearah Guru Duma dan Guru Duma mengangguk dan mengatakan agar putri Tara menahan sakitnya dan melanjutkan perjalanannya.


"Lanjutkan dan buka pintu goa itu." Kata Guru Duma."


Putri Tara kemudian menarik nafas panjang dan menatap lurus kedepan. Perlahan-lahan kakinya yang terluka akibat arang yang membara itupun tidak terasa lagi sakitnya. Entah kenapa setelah separo perjalanan malah sakitnya semakin berkurang. Dan saat ini Putri Tara tepat berada didepan pintu goa itu.


Saat Putri Tara akan menyentuh pintu goa itu tiba-tiba pintunya terbuka dengan sendirinya.

__ADS_1


Didalam goa itu nampak sebuah cahaya yang menyilaukan mata sehingga putri Tara tidak bisa melihat apapun selain cahaya itu. Dan tiba-tiba dalam sekejap Putri Tara sudah berada didalam goa dan pintu goa itu tertutup kembali.


Putri Tara kemudian melihat sekeliling dan cahaya itu sudah redup dan berubah menjadi sebuah lampu kecil.


Goa itu nampak remang-remang, tiba-tiba ada dua orang makhluk kerdil mendekatinya.


"Siapa kau?" Tanya dua makhluk kerdil itu.


"Namaku Putri Tara. Aku dari kerajaan Muria. Aku ingin bertemu Kaisar Langit. Namun sebelum menemui Kaisar Langit aku harus mendapatkan tujuh batu permata biru." Kata Putri Tara pada kedua makhluk kerdil itu.


"Kalian para manusia selalu saja membuat permintaan dan tidak pernah cukup." Kata salah satu makhluk kerdil itu.


"Apakah sebelum aku ada yang datang kemari?"


"Tentu saja, tapi mereka tidak berhasil mengalahkan kami sehingga mereka menjadi seperti yang diatas sana." Kata salah satu makhluk kerdil itu yang menunjukan sebuah tempat yang penuh dengan kerangka manusia.


"Siapakah mereka?"


"Mereka adalah manusia yang tamak." Kata salah satu makhluk kerdil itu.


"Sekarang kau harus bersiap untuk tiga serangan dari kami. Jika kau bisa melewati kedua serangan kami maka kau bisa melanjutkan serangan yang ketiga atau kau akan kembali. Pintu goa ini akan terbuka saat kau berhasil mengalahkan jurus kedua kami. Dan jika kau memilih untuk melanjutkan serangan yang ketiga maka pintu goa ini akan tertutup kembali. Dan hanya ada dua kemungkinan, kau akan menang atau kau menjadi seperti mereka." Kata salah satu makhluk kerdil itu.


"Aku siap." Kata Putri Tara.


"Bersiaplah!" Lalu kedua makhluk kerdil itu bersamaan menyerang Putri Tara dengan hantaman yang sangat keras.


Swossshhhh!


Duarrrrr!


Putri Tara berhasil menangkis serangan itu dan melemparkanya kearah samping goa. Sehingga suara dentuman yang keraspun terdengar hingga keluar goa.


"Ini adalah serangan yang kedua. Bersiaplah!" Kata kedua mahkluk kerdil itu.


"Aku sudah siap!" Kata Putri Tara.


Dan tiba-tiba begitu banyak kepala tengkorak beterbangan menyerangnya secara membabi buta.

__ADS_1


Putri Tarapun mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menangkis dan melemparkan setiap kepala tengkorak yang mendekatinya.


Kepala itu langsung berubah menjadi batu saat sampai ketanah. Ternyata itu hanya ilusi saja. Dan tiba-tiba pintu goa itupun terbuka, dan kedua mahkluk kerdil itupun menghilang entah kemana.


__ADS_2