Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
9 eps terakhir


__ADS_3

Zayn berjalan mendekati Silsila dan Bara. Lalu menanyakan apa yang terjadi karena mereka terlihat sangat panik.


"Siapa yang sakit? Aku tidak sengaja melihat kalian, kebetulan aku lagi menjenguk saudara yang sakit." Kata Zayn beralasan.


Silsila dan Bara masih panik dengan apa yang terjadi pada Raka.


"Raka demam tinggi dan mulutnya berbusa. Sepertinya dia meminum sesuatu yang membuatnya keracunan." Kata Bara yang sangat menyayangi Raka.


Sementara Silsila masih gemetar karena akibat keteledorannya, Raka menjadi seperti itu.


Raka dibawa masuk oleh dokter dan kedua orang tuanya harus menunggunya diluar.


Bara duduk dan sebentar-sebentar berdiri. Sementara Silsila meremas jari-jarinya dan berjalan mondar-mandir sesekali melihat kedalam dari jendela yang tertutup gorden tipis.


Zayn hanya memperhatikan mereka berdua dan masih menunggu kabar dari dokter.


Tara didalam mobil merasa semakin cemas karena Zayn tidak juga kembali. Berulang kali Tara melihat jam ditanganya. Dan pesannya kepada Zayn juga tidak terbaca dan dibalas.


Tara tidak sabar menunggu kabar dari Zayn karena Bara dan Silsila menggendong Raka sambil berlari tadi.


Dari wajah mereka terlihat jika sudah terjadi sesuatu yang serius, dan mereka terlihat sangat khawatir.

__ADS_1


Tara akhirnya turun dari mobil dan berjalan dengan pelan masuk kedalam rumah sakit. Dia juga tidak langsung masuk kedalam, melainkan berdiri didepan pintu utama.


Dia ragu untuk masuk kedalam setelah dia tahu jika Bara dan Silsila tidak menyukainya. Bara sendiri tidak menyukai Tara karena dia takut, Tara akan mengambil putranya. Karena yang membuat Silsila ada disampingnya dan mau menikah denganya adalah karena anak Tara tanpa Bara tahu alasannya dia sangat menginginkan anak Tara.


Sementara bagi mommynya Bara, Raka sudah seperti cucunya sendiri dan yang dia tahu Raka adalah anak dari Bara.


Dia tidak begitu ambil pusing dengan siapa Bara akan menikah. Entah dengan Tara atau dengan Silsila. Baginya yang penting Raka bersama Bara saat ini.


Tara mondar-mandir hingga ditegur oleh sekuriti dan menyuruhnya masuk kedalam daripada mondar-mandir seperti itu.


"Ibu, masuk saja kedalam. Jangan berdiri ditengah jalan, mengganggu orang yang lewat." Kata Sekuriti berkumis tebal itu.


"Iya pak." Tara hanya mengangguk dan berdiri dipinggir.


Dia terus saja berjalan masuk tak tentu arah dan hanya melihat dari luar setiap kamar pasien yang dia lewati.


Hingga satu jam kemudian dari jauh dia melihat Zayn bersama Silsila dan Bara.


Tara masih tidak mau mendekat sampai Zayn yang akan memanggilnya.


Tidak lama kemudian dokter keluar dan mengatakan jika pasien kekurangan darah dan membutuhkan transfusi darah dengan segera.

__ADS_1


Dokter kehabisan stok darah karena jenis darah itu sangat langka. Lalu dokter meminta ayah dan ibunya agar memberikan darahnya. Namun rupanya mereka tidak cocok dan tidak bisa mendonorkan darahnya.


Zayn yang tahu hal itu segera tahu siapa yang bisa memberikan darahnya dan menyelamatkan nyawa Raka.


"Tara...ya hanya Tara yang bisa memberikan darahnya." Tanpa sengaja Zayn melihat rambut Tara tergerai dari balik tiang bangunan.


Zayn lalu berjalan mendekatinya dan mengajaknya keruang dimana Raka sedang dirawat.


"Kenapa kau ada disini hah!?" Tanya Silsila kesal karena Tara tiba-tiba muncul.


"Tara....aku butuh bantuanmu. Raka sangat membutuhkan darah, dan aku pikir, darahmu pasti sama dengan darahnya. Kamu adalah ibunya." Kata Bara dengan mengiba.


Tara terkejut mengetahui anaknya sakit. Tara lalu mengangguk tanpa berdebar dengan Silsila.


"Terimakasih...." Kata Bara yang tidak mau kehilangan Raka.


Berkat kehadiran Raka, hidupnya menjadi lebih sukses. Semua keinginanya terwujud dalam satu tahun. Baginya Raka seperti malaikat utusan dari Tuhan untuk mengabulkan semua keinginannya.


Silsila akan menahan Tara dengan satu tanganya. Tapi kemudian Bara mencegahnya.


"Saat ini Raka sangat membutuhkannya. Tolonglah...." Kata Bara sambil menatap Silsila dan memegang lengannya dengan erat.

__ADS_1


"Lepaskan!" Kata Silsila kesal dan mengibaskan tangan Bara.


Silsila lalu duduk dan tersungut penuh kemarahan.


__ADS_2