
Pangeran Haris menatap pelayan Kaliya dari kejauhan.
Aku mencurigai jika dia bukanlah pelayan biasa saja. Aku harus mulai waspada terhadapnya. Berulang kali aku memergokinya melakukan sesuatu yang sangat ganjal dan dari mana dia saat ini? Kenapa dia berada di luar istana? Apa yang sedang dia lakukan dan dengan siapa tadi dia berbicara? Aku harus mulai waspada. Beberapa hari terakhir ini, Aku melihat pelayan itu melakukan sesuatu yang tidak wajar.
Pelayan Kaliya berjalan masuk kedalam istana dan Pangeran Haris pun berjalan lalu mereka berpapasan.
"Salam Pangeran."
Pelayan Kaliya mengucapkan salam kepada Pangeran Haris.
Pangeran Haris kemudian membalas salamnya dan berpura-pura bahwa dia tidak melihat kedatangan pelayan Kaliya yang entah dari mana.
Sementara di kerajaan Muria permaisuri Andini sudah mempersiapkan Putri Tara untuk menyelinap masuk ke dalam kerajaan Mayang.
Permaisuri kemudian menjelaskan kepada Putri Tara bahwa dia adalah pewaris dari keris Keabadian, yang jika dipegang oleh orang jahat maka dunia akan berada dalam kegelapan dan orang akan menderita karena raja yang semena-mena.
Kemudian permaisuri Andini menceritakan kembali bagaimana dulu dia dan Ratu Mayang akhirnya bermusuhan, hanya karena ratu Mayang ingin merebut keris Keabadian itu dari tangannya.
Sedangkan permaisuri meskipun memiliki Keris Keabadian itu, namun dia tidak pernah menggunakannya kecuali dalam keadaan terdesak atau untuk menolong seseorang.
Berbeda dengan Ratu Mayang yang akan menggunakannya untuk menguasai semua kerajaan dan menjadi Ratu yang tidak terkalahkan.
Setelah mengetahui niat buruk dari sahabatnya itu, maka Permaisuri Andini tidak membiarkan keris itu jatuh ke tangan orang yang salah termasuk sahabatnya sendiri.
Dan dia berpesan kepada putri Tara agar merebut Kris Mayapada milik ayahnya yang saat ini dipegang oleh Ratu Mayang, karena jika Keris Mayapada itu bersatu dengan Keris Keabadian dunia berada dalam bahaya.
Dan dunia akan hancur jika sampai keris Keabadian berada di tangan Ratu Mayang.
Putri Tara mengangguk dan mengerti apa yang dikatakan ibunya.
Setelah itu Putri Tara bersemedi di sebuah gunung yang letaknya tidak jauh dari kerajaan Muria.
Permaisuri Andini menyuruh Putri tara untuk bersemedi selama 3 hari di sana tanpa makan dan minum.
Setelah itu dia akan mendapatkan petunjuk tentang keris Keabadian itu.
Sementara seorang Prajurit datang menghadap kepada raja Muria dan membawa surat utusan dari ratu Mayang.
"Yang mulia Raja, ada seorang utusan dari Kerajaan Mayang hendak menghadap Baginda."
"Persilahkan masuk."
"Hamba...utusan dari Kerajaan Mayang menghadap yang Mulia Raja Muria. Hamba datang untuk menyampaikan pesan dari Ratu Mayang."
"Berikan pesan itu."
__ADS_1
Kemudian utusan itu memberikan pesan dengan kepala tertunduk.
Surat itu adalah ajakan untuk berdamai dan tidak saling menyerang dan bahkan mereka ingin terlibat dalam penyatuan kerajaan melalui pernikahan Pangeran Hakim dan putri dari kerajaan Muria.
Pesan itu adalah bahwa Ratu Mayang ingin melamar Putri Tara untuk menjadi istri Pangeran Hakim.
Raja Muria terdiam sejenak.
Mungkin yang dimaksud adalah anak dari permaisuri Andini yaitu Putri Tara.
Terlihat permaisuri Andini datang menghadap Raja Muria lalu Raja memberikan surat itu kepada permaisuri.
Permaisuri Andini menatap Raja mulia dengan bingung dan tidak mengerti surat apa yang dimaksud.
Kemudian permaisuri Andini membaca isi surat itu dan dia mengerti bahwa saat ini Ratu Mayang sudah mulai mencari keberadaan keris Keabadian itu.
Melalui pernikahan ini maka Putri Tara akan lebih mudah untuk menyusup ke dalam istana. Dan berada di dekat Ratu Mayang sehingga lebih leluasa untuk mengetahui keberadaan Keris Mayapada itu.
Setelah berpikir sejenak, kemudian permaisuri Andini mengangguk kepada raja Muria.
Artinya Permaisuri menyetujui penyatuan kedua kerajaan melalui Pernikahan Putri Tara.
Raja Kemudian mengangguk. Demi menyelamatkan rakyat dari perilaku semena-mena Ratu Mayang, akhirnya Rajapun setuju dengan taktik ini.
Dan suatu saat Permaisuri bisa kembali ke kerajaanya.
Akhirnya permaisuri Andini menemukan cara bagaimana masuk ke dalam kerajaan Mayang tanpa bersusah payah.
Melalui pernikahan ini maka permaisuri Andini berharap Putri Tara bisa merebut keris milik ayahnya.
Dan setelah menulis surat balasan kepada Ratu Mayang maka permaisuri Andini memberikan surat itu kepada utusan agar dibawanya kembali ke kerajaannya.
Sesampainya di kerasaan Mayang.
Ratu Mayang tersenyum saat melihat utusannya sudah kembali
Dan kemudian utusan itu memberikan surat balasan dari permaisuri Andini kepada Ratu Mayang yang mengatasnamakan raja Muria.
Ratu Mayang tidak tahu jika Putri Tara adalah anak dari permaisuri Andini dan berpikir bahwa Putri Tara adalah anak dari raja muria dari selir yang lainnya.
hahaha hahaha.....
Ratu Mayang tertawa terbahak-bahak hingga utusan itu pun ketakutan dan gemetar karena dia takut bahwa dia membuat kesalahan dan akan mendapatkan hukuman.
"Pelayan berikan emas kepada prajurit ini."
__ADS_1
Kemudian seorang pelayan datang dan memberikan beberapa keping emas kepada utusan itu akibat berita bahagia yang diberikan-nya kepada Ratu Mayang.
"Karena kau memberiku kabar bahagia maka kau pantas mendapatkannya terimalah ini dan pergilah dari sini."
Kemudian setelah menerima kepingan uang emas itu utusan itu pun pergi dan melakukan tugasnya kembali.
Guru Duma baru saja masuk dan melihat kegembiraan muridnya itu menjadi bertanya-tanya ada apakah gerangan?
"Kau kenapa? kau terlihat sangat bahagia apakah ada kabar bahagia yang tidak aku ketahui.
Ya tentu guru-guru akan sangat terkejut setelah mendengar ini surat yang aku berikan kepada raja Muria ternyata mendapat balasan yang tidak pernah aku duga sebelumnya. Aku pikir raja Muria akan menolak untuk meminang putrinya dan ternyata memberi balasan agar secepatnya kita melamar putrinya tersebut.
Ini adalah kabar gembira kita pantas untuk merayakannya Mayang kata guru Duma.
Iya benar guru kita akan merayakannya dan kita akan membuat persiapannya secepat mungkin untuk melamar putri dari Raja Muria tersebut. Aku sudah tidak sabar untuk melihatnya dan membawanya kemari.
Kata Ratu Mayang sambil mengibaskan jubahnya.
Kemudian Pangeran Hakim dan Haris juga datang menghadap ibunya.
"Salam ibunda Ratu."
Salam Pangeran, ibunda membawa kabar gembira untuk kalian bahwa surat yang ibunda berikan kepada raja Muria mendapat sambutan baik dan mereka menerima lamaran untuk Putri mereka.
"Benarkah Ibunda?"
"Ya benar pangeran, dan kita akan membuat persiapannya secepatnya.
"Baiklah ibunda, hamba sangat bahagia mendengar kabar gembira ini."
"Haris akhirnya kita akan membawa Putri itu ke kerajaan kita." Kata Pangeran Hakim kepada Haris sahabatnya.
"Yang kau katakan itu benar Pangeran, ternyata Raja Muria memberikan putrinya kepada kerajaan kita untuk menjadi istrimu." Kata Haris.
"Ya benar Haris aku sangat senang sekali, hari ini juga aku ingin datang kepadanya dan melihatnya dengan jarak yang sangat dekat dan berbicara kepadanya." Kata Pangeran Hakim kepada Haris.
"Bersabarlah Pangeran itu tidak akan lama lagi."
Kemudian Ratu Mayang memanggil seluruh pelayannya untuk membuat persiapan, semua yang dibutuhkan dan besok akan dibawa ke kerajaan Muria untuk melamar Putri Tara.
Para prajurit kemudian menyiapkan tandu-tandu untuk membawa Ratu Mayang dan semua wanita naik di atas tandu, dan semua tanduk itu sudah disiapkan di depan istana.
Berita itu langsung tersebar ke seluruh kerajaan, dan bahkan sampai ke telinga penduduk kerajaan Mayang.
Mereka sangat penasaran siapakah anak dari raja Muria? Raja yang terkenal bijaksana itu dan kenapa raja itu memberikan putrinya kepada Pangeran Hakim? Dan menjadi menantu dari ratu iblis seperti itu tidak kah Raja Muria mengkhawatirkan putrinya?
__ADS_1
Banyak sekali masyarakat yang berasumsi kenapa Raja Muria memberikan putrinya untuk masuk ke kerajaan Mayang dan menjadi menantu dari ratu kegelapan itu.
Tidak ada yang tahu bahwa itu hanyalah taktik yang digunakan permaisuri Andini untuk merebut kembali kerajaannya dan menyelamatkan seluruh rakyatnya dari penderitaan.