
Putri Tara pingsan dan seorang pelayan memanggil bibi Kaliya begitu melihat Ratunya terbaring dilantai.
Bibi Kaliya melihat Ratu Tara dengan bingung dan berfikir apa yang menyebabkanya pingsan.
Apakah apa yang dia takutkan selama ini akan terjadi?
Ratu hamil, dan anak itu akan menjadi anak ajaib dengan kekuatan yang tidak tertandingi.
Keinginanku untuk mendapatkan kerajaan kakakku semakin rumit jika dia hamil anak itu.
Tadinya aku berfikir akan menyingkirkanya dari istana ini secepatnya, dan setelah dia pergi maka aku akan membuat anak yang aku asuh dari kecil alias Raja, menjadi pionku.
Ratu Mayang sudah lenyap, Guru Duma sudah pergi, dan tinggal menyingkirkan Ratu Tara saja alias keponakanku, Hhhh tapi, mungkin sekarang belum saatnya.
Sebaiknya aku menunggu hingga Raja mengusirnya dari istana ini. Aku sudah menghasutnya agar tidak melayani Raja saat malam hari, dan dia terhasut hingga Raja marah dan akan membuatnya pergi dengan sendirinya dari kerajaan ini.
"Ratu! Bangun! Ratu! Pelayan, cepat panggil tabib, aku akan mengangkat Ratu keatas."
Setelah begitu lama melamun dan berkhayal untuk menguasai kerajaan Maya, akhirnya sekarang semua terungkap, jika Bibi Kaliya juga punya tujuan tersendiri dengan datang dan menyamar ke kerajaan yang dulu milik kakaknya, Raja Mayapada.
Dengan sekuat tenaga Bibi Kaliya mengangkat Ratu Tara keatas ranjang. Dan tidak lama kemudian tabib istana datang.
__ADS_1
"Kalian keluarlah, tabib akan memeriksa Ratu." Kata bibi Kaliya yang hingga saat ini masih menjadi orang kepercayaan Raja, karena dia adalah pengasuhnya sejak dia masih kecil.
"Panggilkan Raja." Kata Bibi Kaliya.
Seorang pelayan memanggil Raja dan mengatakan jika Ratu saat ini sedang pingsan.
"Pergilah! Nanti aku akan kesana." Kata Raja dengan sedikit ragu.
"Jangan-jangan ini juga tipu muslihatnya." gumam Raja dalam hati.
"Dia sengaja pingsan agar aku datang menemuinya." Kata Raja sambil tersenyum sinis.
Raja lalu berdiam dikamarnya setelah dia tahu jika panglima kumbang tidak ada di istana.
"Jadi dia keturunan Raja terdahulu? Dia adalah putri dari permaisuri Andini? Dan dimanakah permaisuri Andini saat ini? Aku belum pernah melihatnya dan ternyata aku justru menikah dengan saudaraku sendiri?"
"Dia telah berkonspirasi untuk bisa menjadi ratu dikerajaan ini. Tapi aku tahu jika tidak mungkin bisa melawannya."
"Dia pewaris keris keabadian yang sering di bicarakan ibunda ratu Mayang. Dan apakah artinya hilangnya ibunda juga bagian dari konspirasi ini?"
"Dia telah bersandiwara demi merebut kerajaan ini. Aku akan membalasnya dengan membuatmu menjadi Ratu yang kesepian dan diabaikan."
__ADS_1
"Lihatlah, apa yang bisa aku lakukan untuk mengusirmu dari kerajaan ini. Tadinya aku begitu mencintaimu, tapi setelah aku tahu jika kau menikamku dari belakang, maka sekarang aku sangat membencimu." Kata Raja pada dirinya sendiri.
Raja lalu pergi berjalan-jalan ke sekeliling istana, dan semua orang memperhatikannya karena selama dua malam Raja telah tidur bersama selir dan mengabaikan Ratunya.
Raja tidak hadir menjenguknya, dan tidak lama kemudian Ratu sudah siuman.
Berita itu juga sampai ketelinga Ratu Tara dan juga rakyat yang sangat mencintai Ratu Tara.
Sementara Ratu Tara kesal karena Raja sudah menyalah artikan semua ungkapannya waktu itu.
"Dia memang bodoh! Aku bahkan belum selesai bicara dan dia sudah pergi. Aku belum menjelaskan tentang diriku dan juga dirinya yang dimanfaatkan Ratu Mayang. Tapi sepertinya semua itu sudah tidak berarti lagi.
Sekarang dia dan raja bagai dua orang asing dalam satu kerajaan.
Dia tidak mau melihatku bahkan saat aku duduk disampingnya disinggasananya.
Raja bahkan tidak mengkhawatirkan keadaanku saat aku pingsan, dan anak ini? Aku mengandung anaknya.
Tabib tadi berbisik kepadaku, dan aku ingin merahasiakan semua ini dari Raja. Aku tidak ingin Raja tahu jika aku sedang hamil. Aku sangat membencinya karena dia bodoh! Dia tidak mau berfikir!
"Bagaimana keadaanmu Ratu?" Tanya Bibi Kaliya memberikan minum untuk Ratu setelah tabib itu pergi.
__ADS_1
Ratu masih berfikir untuk mengatakanya atau tidak, jika dia sebenarnya sedang hamil.