Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Kesedihan Permaisuri Andini


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Permaisuri Andini melakukan kegiatan yang sama lagi yaitu membagi-bagikan makanan dan juga obat-obatan kepada rakyat dari kerajaan Mayang melalui jalan bawah tanah.


Hati permaisuri resah dan gelisah melihat rakyatnya hidup menderita akibat kekejaman Ratu Mayang.


Namun untuk melawan Ratu Mayang saat ini rasanya tidak mungkin. Permaisuri Andini harus menunggu hingga Putri Tara benar-benar siap untuk melawan dan memenangkan Kerajaan itu kembali.


Jika tidak ada persiapan dan langsung menyerang maka sama saja dengan bunuh diri. Dan jika sampai Permaisuri dan Putrinya tertangkap maka tidak ada harapan bagi rakyat untuk mendapatkan penyelamat dimasa depan.


Karena saat ini hanya Permaisuri dan Putri Tara yang menguasai sihir dengan kemampuan hampir setara dengan Ratu Mayang. Bahkan Putri Tara saat ini adalah pewaris Keris Keabadian dan diharapkan suatu saat bisa mengembalikan kedamaian dan kemakmuran rakyat.


Permaisuri Andini kemudian meminta izin kepada Raja Muria untuk memasukan hasil panen dan obat-obatan kedalam karung untuk dibagikan kepada rakyatnya.


"Apakah semua makanan dan obat-obatan sudah selesai dipersiapkan Permaisuri?" Tanya Raja Muria.


"Sudah Raja, hanya menunggu beberapa obat-obatan saja yang belum dimasukan semuanya." Kata Permaisuri Andini.


"Bagaimana keadaan para penduduk disana?" Tanya Raja Muria.


"Keadaan mereka sangat menyedihkan Raja. Berbanding terbalik dengan keadaan rakyat disini, yang hidup dalam damai dan sejahtera. Rakyatku sangat menderita, mereka kelaparan dan banyak yang menderita berbagai macam penyakit. Dan saya sangat sedih karena sebagai Permaisuri saya tidak bisa melakukan apa-apa untuk rakyat." Kata Permaisuri dengan tertunduk kelantai.


"Semoga tidak lama lagi kita bisa mengembalikan kesejahteraan rakyat Permaisuri." Kata Raja Muria ikut prihatin melihat kondisi masyarakat dikerajaan Mayang.


"Benar Raja, saya sudah tidak sabar lagi untuk melihat kehancuran Mayang yang sudah menyengsarakan rakyat dan membuat mereka hidup dalam penderitaan." Kata Permaisuri dengan mata berkaca-kaca.


"Kira-kira kapan Putri Tara siap untuk melawan Ratu Mayang?" Tanya Raja Muria.


"Tidak lama lagi Raja....saat ini Putri sedang mempersiapkan diri."


"Hari sepertinya sudah sore, saya akan menemui prajurit dan melihat karung-karung makanan yang siap untuk dibagikan." Kata Permaisuri.


"Silahkan Permaisuri....."


Permaisuri kemudian berjalan ke gudang dibelakang istana untuk melihat persiapan yang sudah dilakukan oleh beberapa prajurit.


"Hormat hamba Permaisuri...." Kata salah seorang Prajurit.

__ADS_1


Permaisuri kemudian mengangguk.


"Apakah semua persiapan sudah selesai?" Tanya Permaisuri kepada Prajurit yang memimpin misi pembagian makanan itu.


"Sudah Permaisuri...."


"Baiklah mari kita pergi sekarang!" Seru Permaisuri sambil membaca mantra dan saat ini sudah berubah menjadi nenek tua.


"Ayo kita jalan!" Seru Permaisuri setelah mengubah wujudnya menjadi nenek yang berjalan menggunakan tongkat.


Mereka kemudian masuk keruang bawah tanah dan berjalan hingga kelubang besar dihutan Larangan.


Sampai disana Permaisuri memberikan karung-karung kecil kepada beberapa prajurit dan siap untuk dibagikan kerumah-rumah.


"Kalian bagikan semua makanan ini dengan hati-hati. Dan jangan sampai terlihat oleh prajurit yang berjaga. Nyawa kalian berada dalam bahaya jika sampai tertangkap." Pesan Permaisuri Andini agar prajuritnya berhati-hati.


"Baik Permaisuri.... Kami mohon diri." Kata para prajurit yang keluar dari lubang besar itu dan kemudian menghilang dalam kegelapan malam.


Mereka kemudian membagikan semua makananya dan juga obat-obatan hingga tidak tersisa satu karung pun. Bahkan masih banyak rakyat yang belum kebagian dan menunggu untuk mendapatkan makanan dari Dewi Kemakmuran.


"Apakah semua sudah mendapatkan makanan prajurit?" Tanya Permaisuri saat prajuritnya kembali dan karung makananya telah habis dibagikan.


"Masih banyak yang belum dapat Permaisuri. Sepertinya jumlah rakyat yang menderita dan membutuhkan makanan semakin banyak. Padahal hamba sudah menambahkan dua kali lipat dari jumlah yang sebelumnya." Kata Prajurit itu.


"Ya sudah kita akan mengirimkannya besok malam untuk yang belum kebagian. Sekarang lebih baik kita kembali keistana sebelum pagi." Kata Permaisuri kemudian menutup lubang besar itu dengan mantra sihirnya.


Sreeeekkk


Dan lubang itupun tertutup kembali seperti semula. Dan tidak akan ada yang menyangka jika ternyata itu merupakan sebuah jalan keluar masuk keruang bawah tanah.


Beberapa masyarakat pun menjadi heboh dan mulai berbisik-bisik tentang Dewi kemakmuran yang sudah terlihat tanda-tanda kedatangannya.


Mereka berbicara di pasar di ladang dan di mana-mana.


Lama-lama berita tentang pembagian makanan oleh seseorang itu pun terdengar oleh beberapa prajurit dan kemudian mereka melaporkannya kepada Panglima Kumbang.

__ADS_1


Panglima Kumbang kemudian berpikir siapakah kiranya orang yang berani melawan Ratu Mayang dan secara diam-diam menyelundupkan makanan.


Panglima Kumbang tapi tidak langsung memberitahukannya kepada Ratu Mayang karena dia ingin menyelidiki dulu tentang masalah ini.


Kemudian Panglima Kumbang menyuruh beberapa prajurit untuk menyamar menjadi rakyat dan berjaga-jaga di perbatasan hutan dan di beberapa pemukiman penduduk.


Dan benar saja saat prajurit yang diutus oleh panglima kumbang sedang berjaga dan menyamar sebagai penduduk kemudian beberapa orang berbaju hitam membawa kantong dan membagikannya ke rakyat lihat melalui jendela saat malam hari.


Namun mereka tidak berani menangkap karena Panglima Kumbang hanya menyuruh untuk menyelidiki dan tidak menangkap mereka.


Mungkin dalam hati Panglima Kumbang juga merasa bahwa apa yang dilakukan Ratu Mayang terhadap rakyatnya itu sangat kejam dan semena-mena.


Kemudian salah satu dari prajurit itu pun kembali ke istana dan melaporkan apa yang dilihatnya itu kepada Panglima Kumbang.


Setelah mendengar penuturan prajurit yang melihat langsung apa yang dilakukan oleh orang-orang berbaju hitam itu kemudian Panglima Kumbang menyuruhnya untuk tetap diam dan tidak usah melaporkannya kepada Ratu Mayang.


Tidak lama kemudian Ratu Mayang pun datang dan menemui Panglima Kumbang untuk menanyakan tentang pasukan khusus yang saat ini sudah dibentuk oleh Ratu Mayang.


"Bagaimana Panglima apakah semua sudah siap?" Tanya Ratu Mayang yang tiba-tiba sudah ada dihadapan Panglima Kumbang.


"Sudah yang mulia ratu. Semua prajurit sudah siap!"


"Kerajaan manakah yang kira-kira akan kita serang terlebih dahulu Ratu?" Tanya Panglima Kumbang.


"Tidak Panglima, pasukan itu hanya akan digunakan saat keadaan terdesak saja dan kita tidak akan menyerang keadaan mana kerajaan mana pun." Kata Ratu Mayang yang sudah mempersiapkan sebuah siasat tanpa peperangan.


"Tapi aku berpesan agar kau tetap waspada karena aku mulai curiga bahwa di istana kita telah menyusup seorang mata-mata." Kata Ratu Mayang.


Panglima Kumbang pun terkejut dan menatap Ratu Mayang dengan bingung.


"Bagaimana mungkin Ratu. Hamba berjaga sepanjang siang dan malam. Dan bagaimana mungkin seorang penyusup bisa masuk keistana tanpa sepengatahuan hamba." Kata Panglima Kumbang.


"Dia masuk menggunakan sihir." Kata Ratu Mayang.


"Jika begitu hamba akan memperketat keamanan Ratu."

__ADS_1


"Dan selidiki tentang isu yang ramai diperbincangkan dimasyarakat." Kata Ratu Mayang kemudian menghilang.


__ADS_2