
Zayn bangun saat sang surya menembus gordennya. Cahayanya membuat kamarnya lebih terang dan mengalahkan cahaya lampu
Zayn mematikan lampu dan membuka tirai jendela. Tiba-tiba dia teringat jika dia tidak sendirian dirumahnya.
Zayn lalu turun kebawah, karena penasaran, ingin melihat apakah gadis aneh yang bernama Tara itu sudah pergi dari rumahnya.
Zayn tiba-tiba kaget, saat hampir saja bertubrukan dengan Tara.
"Woiii! Kau masih disini?"
"Maafkan aku, aku tidak tahu harus pergi kemana, nanti siang aku akan mencari tempat tinggal, sekarang biarkan aku disini dulu hingga siang hari."
Zayn lalu menatap gadis didepannya.elihat mukanya yang memelas, akhirnya Zayn mengangguk.
Zayn lalu berjalan kemeja makan, dan akan membuat sarapan.
Zayn sangat terkejut saat melihat diatas meja makan makanan lezat sudah tersedia dan tinggal dimakan.
Zayn berfikir siapa yang memasak semua makanan ini, tidak mungkin gadis itu, dia bahkan tidak bisa memasak mie instan. Mana mungkin aku berfikir dia yang memasaknya.
Pasti dia memesan dari restoran. Tapi....dia ngga punya uang, bagaimana makanan ini bisa sampai tanpa dibayar?
Zayn menatap Tara begitu lama.
"Siapa yang membuat makanan sebanyak ini?"
"Aku....." Kata Tara dengan jujur.
"Hahahaha....mana mungkin kau membuatnya. Kau pikir bisa membohongiku? Kau bahkan tidak bisa memasak mie instan, mana mungkin kau bisa memasak makanan yang lezat ini?" Kata Zayn mentertawakan kebodohan Tara.
"Kenapa kau tidak percaya? Apakah karena kau selalu mengatakan aku gadis bodoh, karena itu kau tidak percaya jika aku yang mendatangkan makanan itu?"
"Hehe....." Zayn menahan tawanya melihat perubahan sikap Tara yang mendadak menjadi serius dan kesal.
"Aku akan pergi setelah sarapan. Dan sarapan itu, hadiah dariku karena kau sudah membiarkan aku menginap semalam." Kata Tara.
Tara lalu duduk dimeja makan sambil menggendong bayinya.
"Makanlah....setelah makan aku akan keluar dari sini."
Zayn tiba-tiba sadar jika dia sudah sangat menyinggung perasaan tamunya.
Tapi untuk minta maaf, dia terlalu keren untuk itu. Apa yang aku lakukan hingga aku harus minta maaf padanya?
Dari berjuta orang dikota ini, akulah yang paling baik karena sudah memberikan tumpangan padanya.
Zayn memakan makanan yang dihidangkan dengan sangat lahap.
Selesai makan, Tara sudah berkemas dan akan pergi dari rumah Zayn.
"Aku akan mengantarmu, kau mau pergi kemana?"
__ADS_1
Kata Zayn yang tidak tega juga melihat bayi itu berjalan dibawah terik matahari.
"Cuaca sangat panas, sebaiknya aku mengantarkanmu." Kata Zayn.
"Tidak perlu. Aku bisa sendiri." Kata Tara karena saat ini dia tahu jika magicnya sangat berguna.
"Benarkah? Ok kalau begitu? Pergilah, aku menawarinya juga bukan karena kasihan padamu. Tapi karena aku kasihan pada anakmu." Kata Zayn sambil menyudutkan bibirnya dengan acuh.
"Aku pergi...." Kata Tara sambil menggendong bayinya. "Terimakasih..." Kata Tara sambil melihat kearah Zayn.
"Pergilah, jaga bayimu dengan baik."
Tara lalu keluar keruang tamu. "Tutup pintunya setelah kau keluar!" Kata Zayn sedikit acuh.
Tapi tidak lama kemudian setelah Tara pergi, Zayn mengintipnya dari jendela kamarnya. Dia melihat Tara menggendong bayinya.
Tidak lama kemudian, Tara memanggil karpet ajaib, dan karpet terbang itu sudah ada dihadapannya.
Zayn sampai terperanjat karena saking kagetnya.
"Astaga....dia benar-benar bisa terbang....."
Gumam Zayn sambil terus melihat dari jendela kamarnya hingga Tara tidak terlihat lagi.
"Kemana dia terbang tadi? Dia cepat sekali menghilang."
Seorang Sutradara Zayn tanpa sengaja melihat bagaimana Tara bisa terbang dengan magicnya, dia lalu mengejar Tara dengan mobilnya.
Tapi melihat hal aneh dan magic yang tidak biasa, maka dia memilih untuk mengejar gadis itu.
Sampai didekat hutan dimana Tara pertama kali tiba dari dunia masa lalunya, Tara lalu turun dari karpet ajaib.
Sementara Sutradara juga berhenti disana, dimana itu adalah tempat diaelakukan syuting film.
Sutradara lalu bersembunyi dibelakang pohon yang rindang.
"Dia bisa mendatangkan kekayaan bagiku jika aku bisa mengajaknya bekerja sama." Gumam Sutradara.
"Aku akan kaya dalam waktu singkat. Aku harus mendekatinya...." Gumam Sutradara lalu berjalan mendekati Ratu Tara.
"Hai...." Sapa sutradara sangat ramah dan bersahabat.
"Hai..." Jawab Tara melihat bahwa pria ini sangat berbeda dengan Zayn yang kasar dan sombong.
Akhirnya aku menemukan pria yang baik, gumam Tara.
"Kenalkan, aku Sutradara Barra. Aku sangat tertarik dengan bakatmu, apakah kita bisa bekerja sama?"
"Bekerja sama? Maksudmu, aku bisa mendapatkan uang?" Tanya Tara yang mulai paham jika didunia modern tanpa punya uang dia tidak bisa makan atau membeli semua kebutuhannya.
"Ya, kau akan mendapatkan banyak uang jika kita bekerja sama. Aku akan membayarmu dengan mahal. Kau bisa membeli rumah, mobil, makanan, baju, dan semua yang kau sukai?" Kata Sutradara Barra.
__ADS_1
"Benarkah? Aku bisa membeli rumah, makanan dan semua kebutuhanku?" Kata Tara yang ingat jika dia butuh rumah untuk tempat tinggal.
"Bagaimana? Apakah kau setuju? Jika kau setuju, aku akan membayar dimuka untuk kerjasamanya."
"Kau akan membayarmu dimuka?" Tara langsung tertarik dan senang.
"Ya tentu saja." Kata Barra dengan senang karena membayangkan pundi-pundi uang yang akan dia terima karena akting dari gadis itu.
Aku tidak peduli kau berasal darimana siapa keluargamu, dan siapa dirimu, yang penting bagiku adalah uang. Kau bisa menjadi properti penghasil uang. Aku akan kaya raya.....
"Siapa namamu?"
"Ratu Tara...."
"Ok, nama yang bagus. Aku akan memanggilmu Tara saja." Kata Barra.
"Panggil aku Barra. Namaku Barra."
"Dimana rumahmu?"
"Aku tidak punya rumah." Kata Tarranya dengan polos.
"Baiklah, untuk sementara kau tinggal dirumahku sampai kau bisa membeli rumah yang baru." Kata Barra.
"Terimakasih, kau sangat baik." Kata Tarra memuji pria didepanya yang tidak sombong seperti Zayn.
"Ada toko baju disana. Sebaiknya kau beli baju yang pantas untukmu, Saat ini kau seperti memakai baju pria." Kata Barra.
"Baju pria? Apakah ini baju yang biasa dipakai pria?" Tanya Tarra.
"Ya, kau harus mengganti dengan baju wanita. Pilihlah...." Kata Barra saat mereka sampai di toko baju didekat pantai.
"Tapi aku tidak punya uang...." Kata Tara yang ingat jika semua barang harus ditukar dengan uang.
"Aku akan membayarnya. Kau belilah beberapa, sekalian beli untuk anakmu juga." Kata Barra.
Tara lalu masuk dengan senang karena dia bisa mendapatkan baju uang bagus tanpa harus mengalami kesulitan.
Dia lalu memilih beberapa baju untuknya dan juga untuk bayinya.
Mereka berdiri didepan kasir, dan Barra memberikan kartu kepada penjaga kasir.
"Kau membayar dengan itu, untuk semua baju ini?" Tanya Tara bingung karena Barra hanya membayarnya dengan kartu dan bukan dengan lembaran yang seperti yang dilakukan Zayn.
"Apa tadi yang kamu pegang? Apakah itu uang?" Tanya Tara saat keluar dari toko.
"Itu nanya kartu debit. Dengan kartu itu kita bisa membeli apa saja." Kata Barra.
"Ngomong-ngomong, kau berasal darimana? Kau kelihatan tidak pernah memakai kartu seperti ini." Kata Barra bingung karena bahkan anak kecil sudah menggunakannya diseluruh negeri.
"Aku dari kerajaan Maya."
__ADS_1
"Kerajaan...?" Kata Barra bingung. Kerajaan? Apakah dinegaranya masih ada kerajaan? Ahk, aku tidak peduli. Lagian aku tidak perlu mencari tahu kerajaan mana?