Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
3 Eps terakhir


__ADS_3

Begitu mendekati lokasi yang berantakan, Tara segera tahu jika putranya berubah menjadi raksasa dalam ukuran yang sangat besar untuk seorang anak raksasa.


Dan semua itu pasti karena ramuan yang dibuat Mario.


Tara melihat dari kejauhan semua warga kota berhamburan keluar dan banyak mobil berserakan dimana-mana.


Tara melihat Raka sedang mengamuk dan badanya sangat tinggi. Dia menghancurkan apartemen dan bangunan-bangunan yang tinggi.


Seketika terjadi keributan dan semua warga kota berhamburan menyelamatkan diri. Polisi juga sudah dikerahkan dan mulai mengepung Raka.


Tapi Raka adalah raksasa yang kuat, dia melempar semua mobil polisi dan menangkap pesawat yang terbang mengitarinya.


Dia merusak semua barang dan menghancurkanya. Matanya merah dan terlihat semakin dia marah, badanya semakin besar.


Silsila berusaha menenangkanya dengan sihirnya. Begitu juga Tara tidak tinggal diam. Tara juga mengeluarkan semua ilmu sihir yang tersisa yang bisa digunakan didunia masa depan.


Tapi rupanya usaha mereka sia-sia. Semakin marah karena terus diserang, Raka tumbuh menjadi semakin besar.


"Mario! Lakukan sesuatu. Aku tidak bisa melawannya dengan sihirku." Kata Silsila.


"Aku tidak bisa. Aku tidak menyangka jika ramuanya akan menjadi seperti ini. Pasti orang-orang itu menambahkan sesuatu pada ramuannya." Kata Mario.


"Lalu bagaimana sekarang? Lihatlah dia menjadi seperti itu. Aku sangat sedih." Kata Bara menatap Raka dengan menggigit bibir bawahnya dan penuh kekhawatiran.


Sementara Silsila juga menggunakan semua sihirnya agar Raka bisa kembali seperti semua. Tapi usahanya juga sia-sia.


Didunia modern, sihir yang tadinya begitu kuat menjadi melemah karena pengaruh dari elemen lain


Para polisi menembaknya dengan berbagai senjata tercanggih. Tapi tidak bisa melukai Raka sedikitpun. Bahkan semakin diserang, dia semakin kuat dan tubuhnya menjadi semakin besar.


Semua orang mulai ketakutan dan berlari menjauhi kota. Polisi satu persatu juga mulai mundur dan menyelamatkan diri saat mereka tahu jika senjata tercanggih yang mereka buat tidak bisa membuatnya lumpuh.


Mereka mundur dan berkumpul di pangkalan militer.


Mereka mulai membuat siasat dan cara yang bisa digunakan untuk membuat Raka kembali menjadi anak biasa.

__ADS_1


Tara terus mencoba semua sihir hingga dia sangat lemas dan Zayn dengan cepat menangkapnya.


"Kita cari cara lain." Kata Zayn saat dia lihat Tara sudah kelelahan.


"Apa yang harus kita lakukan?" Silsila juga kelelahan karena sudah mengerahkan semua sihirnya dan tidak mampu melumpuhkan Raka.


"Kekuatannya sangat besar." Kata Silsila dan juga mencemaskanya.


Raka terus berjalan kearah pusat kota. Semua polisi dan penduduk semakin khawatir melihat hal itu.


Semua sirine dinyalakan agar semua warga terbangun dan meninggalkan kota yang sedang kacau.


Raka masih saja mengamuk dan merusak semua barang. Tiang listrik dia rubuhkan dan lampu kota mati total.


Semua menjadi gelap dan hanya mengandalkan sinar bulan. Tiba-tiba Raka menaikkan tanganya keatas dan seakan ingin meraih bulan yang hampir purnama sempurna.


Raka lalu tertawa dan tersenyum pada bulan yang seakan mengajaknya berbicara.


"Apa yang dia lakukan?" Tanya Tara khawatir.


"Entahlah." Kata Zayn yang sedang berfikir keras.


"Aku sudah membakar semua bukunya." Aku Silsila yang tidak menyangka akan menjadi seperti ini.


Awalnya dia membakar semua buku dan hanya menyisakan satu miliknya agar Tara tetap berada didunia modern dan tidak bisa kembali kekerajaanya. Sedangkan Silsila akan kembali bersama Raka dan akan menjadi ratu dikerajaan Maya dengan mengandalkan kekuatan Raka.


Dengan kekuatan tak tertandingi, Silsila bisa dengan mudah memerintah dan menekan orang lain.


Tapi ternyata justru Raka berubah menjadi raksasa didunia modern. Dan hal itu tidak pernah dia duga sebelumnya.


"Kita harus menemukan buku untuk membuatnya mengecil seperti semula." Kata Tara.


"Mario! Apakah kau punya solusinya?" Tanya Bara dan juga Zayn yang berharap Mario punya ramuan untuk membuatnya mengecil.


"Kita semua berharap padamu Mario. Alat-alat canggih itu tidak akan bisa menghancurkannya. Dia keturunan raksasa dan keris keabadian. Penyatuan itu membuat nya abadi. Dia tidak terkalahkan. Dan kita hanya bisa membuatnya mengecil agar kekuatanya berkurang." Kata Tara.

__ADS_1


"Kalau begitu, ayo kita kerumah dan kita mengambil ramuan yang bisa digunakan." Kata Mario pada teman-teman nya.


"Kita tidak bisa kesana dengan mobil. Semua jalanan penuh dengan mobil yang berserakan. Belum lagi banyak penduduk berhamburan keluar. Kita akan membutuhkan waktu lama agar bisa sampai kerumah." Kata Mario.


"Gunakan ini!" Tara lalu memanggil karpet ajaib dan mereka berlima berdiri diatasnya.


Karpet itu terbang menuju rumah Mario.


Dan ternyata ramuan dirumah Mario banyak yang bilang. Sepertinya ada orang yang sudah mencurinya.


Untunglah ada satu peti kecil yang tidak terlihat oleh mereka dan isinya masih utuh.


Mario lalu mengambil kunci dan membukanya. Mario lalu mengambil salah satu ramuan yang belum pernah dia tunjukan pada siapapun.


"Apa ini?" Tanya Tara.


"Aku belum pernah mengujinya. Tapi ramuan ini kebalikan dari ramuan yang membuat Raka membesar. Ramuan ini membuat tubuh kita mengecil."


"Jika begitu, kita bisa mencobanya."


"Tapi bagaimana caranya?" Tanya Mario.


"Bagaimana caranya agar Raka mau meminumnya?" Tanya Mario.


"Badanya begitu besar dan kita tidak bisa menjangkaunya." Kata Mario.


"Aku yang akan melakukanya. Aku tahu bagaimana membuatnya makan ramuan ini." Kata Tara.


Mereka berlima lalu naik keatas karpet ajaib dan pergi ke kota untuk memulihkan keadaan Raka.


Suasana dikota terlihat semakin parah dan tidak terkendali. Kebakaran dan gedung-gedung yang tubuh seperti terkena gempa yang dahsyat.


Gelap dimana-mana seperti seakan kiamat akan tiba dengan segera.


Semua orang tidak peduli pada harta dan rumahnya, mereka hanya memikirkan keselamatan untuk dirinya dan keluarganya.

__ADS_1


Semua barang mewah mereka tinggalkan dan segalanya seperti tidak berharga hari ini, selain nyawa dan keselamatan diri mereka sendiri.


Dunia dan isinya serasa kecil dan tak berarti saat nyawa mereka terancam dan kematian terasa sangat dekat.


__ADS_2