Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Selir yang manja


__ADS_3

Pelayan ini baru didatangkan dari negeri barat. Usianya masih 18 tahun. Dia menjadi pelayan dibagian pemandian dan taman istana. Dia kaget saat dibangunkan malam-malam oleh Panglima kumbang.


"Ganti bajumu! Dan pakai wewangian. Dandan lah yang cantik. Kau akan menjadi selir raja mulai sekarang!" Kata Panglima kumbang dengan cepat dan tegas.


Pelayan bernama Silsila itupun kaget saat dia terpilih menjadi selir raja. Tentu saja dia senang, raja masih muda dan tampan. Dia bahkan menjadi selir pertama yang akan menemaninya setelah Ratu.


Padahal Ratu juga masih muda dan sangat cantik. Tapi kenapa dia ingin memelihara selir? Pasti sesuatu telah terjadi diantara mereka, gumam Silsila.


"Pakailah baju ini!" Kata Panglima kumbang pada Silsila dan mendatangkan seorang pelayan perempuan padanya untuk membantu merias dirinya.


Panglima kumbang lalu menunggu diluar. Sementara Silsila duduk didepan cermin dan dibelakangnya ada pelayang yang cantik juga namun sedikit jutek.


"Kau sangat beruntung, baru tiba beberapa hari dan kau langsung menjadi selir." Kata pelayan itu pada gadis dengan mata biru dan rambut pirang.


"Apakah kau juga menunggu panggilan seperti ini?"


"Tentu saja! Kami memang pelayan, tapi kami juga bisa menjadi selir ketika raja menginginkannya."


"Kasihan sekali! Karena kau tidak seberuntung diriku." Kata Silsila dan pelayan itu menjambak rambutnya dengan kencang.


"Kau berani melakukan ini pelayan! Aku bisa mengasingkanmu jika kau tidak sopan padaku! Aku bukan pelayan lagi. Aku adalah selir pertama raja. Dan aku bisa saja menjadi Ratu jika aku mau!"


"Kau bermimpi! Kau tidak tahu siapa Ratu Tara. Kau batu datang dan kau sudah berkhayal untuk menjadi Ratu!"


"Aku memang tidak tahu siapa Ratu Tara, tapi kau juga tidak tahu siapa Silsila, aku akan menjadi selir kesayangan raja. Dan kau selamanya akan menjadi pelayan, dan menunggu panggilan hingga wajahmu keriput!"


Jika tidak ingat dia akan menjadi selir, ingin rasanya pelayan itu meremas wajahnya.


"Kau sudah sangat cantik. Sekarang pergilah."


"Tapi, bagaimanapun, terimakasih, kau sudah membantuku." Kata Silsila yang tidak ingin bermusuhan dengan pelayan itu dihari bahagia ini.


Silsila lalu tersenyum pada wajahnya yang ada di cermin.


Dia berjalan keluar dan panglima kumbang menatapnya dengan takjub karena kecantikannya.


"Raja pasti sangat menyukaimu." Kata panglima kumbang.


"Hhhmmmm, terimakasih, aku tidak akan melupakan jasamu hari ini." Kata Silsila dan berjalan bersama panglima kekamar Raja.

__ADS_1


Di dalam Raja sudah menunggu dan tersenyum pada Silsila begitu dia masuk kekamarnya.


"Kau cantik sekali, duduklah disini, temani aku makan." Kata Raja pada selirnya.


Wajahnya memang sangat mempesona, dia tidak kalah cantiknya dengan Ratu Tara.


Hanya menemani makan?


Gumam Silsila yang sudah berdandan cantik bak bidadari.


Raja tersenyum pada Silsila dan menyuruh Silsila untuk makan.


"Siapa namamu?" Tanya Raja pada Silsila.


"Silsila."


"Kau pasti baru datang kemari, aku belum pernah melihatmu." Kata Raja.


"Benar yang mulia." Kata Silsila sambil menggigit bibirnya.


"Aku senang saat ditemani makan oleh wanita cantik sepertimu." Kata Raja.


"Kau sangat pandai memanjakan laki-laki."


"Semoga Raja senang dan puas dengan pelayanan hamba." Kata Silsila.


Merekapun makan hingga akhir. Dan Raja memanggil pelayan untuk masuk kedalam dan membereskan makananya.


Raja lalu duduk ditempatnya sambil melihat beberapa batu permata yang indah.


Sementara Silsila berbaring dan menunggu kapan Raja akan memakai dirinya.


Satu jam berlalu, tapi Raja masih saja sibuk dengan beberapa batu akik kesenangannya.


Silsila tidak tahan lagi, dia lalu bangkit dan menghampiri Raja.


Dia berdiri didekat Raja dan menatap apa yang raja lakukan.


"Kau belum tidur?" Tanya Raja menatap pada Silsila.

__ADS_1


"Jika kau sudah mengantuk maka tidurlah. Aku masih harus melanjutkan untuk dua batu yang tersisa." kata Raja dan mulai menggosokkan batu berwarna ungu kebiruan.


"Apakah, Raja tidak akan tidur bersama hamba?" Kata Silsila yang menunggu untuk bisa bermain dengan Raja yang tampan dan muda seperti raja Hakim.


"Tunggulah disana." Kata Raja muda pada Silsila, selir barunya.


Silsila lalu kembali kepembaringanya dan menatap Raja yang masih sibuk dengan batu akiknya.


Semakin lama, Silsila semakin mengantuk dan akhirnya tertidur hingga pagi. Sementara Raja tetap terjaga hingga pagi hari.


Raja masih kesal dengan Ratunya yang sudah mempermainkannya. Dan bahkan melakukan kebohongan besar padanya.


Sementara sendirian di kamar membuat Ratu Tara tidak bisa tidur hingga pagi hari. Diapun keluar dan akan mencari Raja.


Semua pelayan menatapnya dengan aneh, mereka juga berbisik jika Raja bermalam bersama selir yang cantik dan bermata biru.


Awalnya semua itu dia pikir hanya isu saja, sampai Bibi Kaliya mengatakan jika Raja memesan selir tadi malam.


Mereka makan bersama dan bermalam hingga pagi bahkan mereka belum bangun dan selir itu belum kembali.


"Apa!?" Ratu sangat kaget dengan gosip didalam istana.


"Dia tidak percaya dengan apa yang didengarnya "


"Raja menghabiskan malam dengan seorang selir?" Tanyanya pada bibi Kaliya.


"Kenapa Ratu terkejut. Semua Raja seperti itu."


Namun Ratu Tara merasakan sakit dan nyeri di dadanya yang teramat sangat.


Bahkan saat Ratu ingin membangunkan Raja, semua pengawal melarangnya, karena Raja sudah berpesan untuk tidak ada yang boleh masuk kekamarnya hingga Raja memanggilnya, termasuk Ratu.


Kata pelayan itu dan membuat Ratu mukanya merah padam karena marah.


"Kurang ajar!"


"Dia benar-benar keterlaluan!"


"Dia telah mempermalukan aku sebagai Ratu di istana ini!"

__ADS_1


__ADS_2