Ratu Abadi Dan Sihirnya

Ratu Abadi Dan Sihirnya
Benih cinta mulai tumbuh kembali


__ADS_3

Ratu Tara pergi ketengah hutan dan buku itu masih aman dalam kubahnya dikamarnya.


Bahkan saat bibi Kaliya masuk, dia tidak menemukan Ratu Tara dan juga buku itu.


Bibi Kaliya tidak tahu jika kamar itu diselimuti kubah sihir.


Dan buku yang sedang dibaca ratu Tara tidak terlihat olehnya.


Begitu tahu jika Ratunya tidak berada dikamarnya maka, bibi kaliya menutup pintu itu kembali.


"Kemana perginya ratu? Dia memang suka menghilang dan akhir-akhir ini aku bahkan tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan dan rencanakan."


"Dia adalah keponakanku, tapi jika dia menghalangi jalanku, maka terpaksa aku juga harus menyingkirkanya."


Ambisi bibi Kaliya untuk menguasai kerajaan itu semakin besar saat ini. Dia terus meningkatkan kekuatannya dari beberapa kitab yang dia curi dari kamar Raja.


Dulu dia mengalah saat kakaknya yang menjadi raja dan dia hanyalah seorang putri yang tidak diinginkan.


Kakaknya menikah dengan permaisuri Andini dan kerajaan itu semakin kuat hingga lahirlah Ratu Tara yang disaat melahirkanya, Ratu Mayang berhasil merebut kerajaan itu.


Bibi Kaliya pun akhirnya memilih untuk menyamar dan mengabdi padanya sambil terus menyusun strategi dan siasat.


Namun menyadari kekuatan Ratu Mayang yang besar, akhirnya hingga keponakanya dewasa, dia belum berhasil menguasai kerajaan impiannya itu.


Dan melalui putri Tara yang masih polos dan obsesi balas dendam Permaisuri Andini akhirnya bibi Kaliya berhasil mendapatkan kepercayaan dari mereka berdua.


Bibi Kaliya masih menunggu hingga kekuatanya menjadi bertambah besar dan disaat yang tepat dia akan mengambil alih kerajaan impiannya ini.


***

__ADS_1


Raja yang sejak tahu jika Ratunya hamil, terus mengawasinya demi keselamatan buah hatinya.


Bahkan ketika raja tidak bisa masuk kedalam kubahnya, raja bisa mengetahui jika Ratunya keluar dari kamarnya dan pergi meninggalkan istana melalui tikus kecil yang terus memberikan laporan pada Raja.


Ratu tidak tahu jika dia terus diikuti oleh si tikus putih yang pandai bersembunyi.


Tikus itu namanya Boo.


"Kemarilah Boo..." Kata Raja pada tikus kecil yang ada diatas pundaknya.


"Kita akan melihat dari kejauhan apa yang ratuku lakukan." Kata Raja pada Boo.


"Tapi kita tidak tahu apa yang sedang dicari oleh ratu. Apakah sebaiknya kita membantunya mencarinya." Kata Boo.


"Tidak usah. Dia terlalu angkuh untuk menerima bantuan. Kau seperti tidak mengenal istriku saja." Kata Raja pada Boo.


"Lihatlah Ratu datang kemari." Kata Boo.


Ratu lalu membawa pohon kecil itu dan memasukkannya kedalam wadah.


Ratu berjalan mendekati Raja dan Boo dimana mereka bersembunyi.


"Kalian tidak akan pulang!?" Tanya Ratu tanpa melihat jika Raja sedang bersembunyi diantara pohon yang besar.


"Dia tahu...." Bisik Boo.


"Ssssttt, diamlah, dia tidak tahu tapi dia hanya sok tahu." Kata Raja pada Boo.


"Kalian tetap tidak ingin keluar! Terserah jika kalian tidak akan pulang dan akan menginap disini." Kata Ratu Tara.

__ADS_1


Akhirnya karena Ratu Tara memiliki kekuatan untuk merasakan musuh dalam radius beberapa meter dari tempatnya berdiri bisa tahu jika Raja sedang bersembunyi.


"Kau tahu kami ada disini?"


"Kami...?" Tanya Ratu Tara bingung. Lalu menoleh dibelakang Raja dan ternyata tidak ada siapapun.


Matanya terpana pada binatang kecil disamping raja. Hingga binatang itu terpaksa masuk dan menyelinap kedalam baju raja.


"Apa yang kau lakukan didalam bajuku? Ini sangat geli! Kukumu yang tajam melukai kulitku." Kata Raja berteriak dan berusaha menangkap tikus kecil itu.


"Kalian masih ingin bermain disini?" Tanya Ratu setelah tahu jika Raja datang bersama teman kecilnya.


Raja akhirnya tidak bisa menutupi rasa malunya karena telah ketahuan mengikuti Ratunya.


"Sejak kapan kau mengikutiku?" Tanya Ratu penuh selidik.


"Aku tidak mengikutimu. Untuk apa aku mengikutimu. Aku hanya khawatir dengan bayi yang ada dalam kandunganmu." Kata Raja.


Ratu kesal karena raja terus menyebut bayi itu.


"Sudah kubilang jika aku tidak ingin kau membahasnya hingga aku bisa membuktikan jika kau adalah raksasa."


Kata Ratu yang sebenarnya mengkhawatirkan keselamatan suami dan putranya.


"Kau menyebutku sebagai raksasa. Dan kau pikir orang akan mempercayainya?"


"Aku harap orang tidak ada yang mempercayaiku dan kau jangan terus membahas hal ini. Kau tidak tahu betapa khawatir nya aku " Kata Ratu tanpa sadar.


Dan sesaat Raja takjub dengan perkataan yang keluar begitu saja dari mulut ratunya.

__ADS_1


"Apakah kau sungguh mengkhawatirkan aku?" Tanya Raja dengan serius, eh, sangat serius dan berharap ratu benar-benar mengkhawatirkan nya.


__ADS_2