
"Haruskah aku mempercayaimu?" Kata Pangeran Haris.
"Hamba tidak berbohong. Demi Putri yang baik hatinya. Putri Tara." Kata Prajurit itu yang menyebut nama junjunganya.
"Putri Tara? Siapa dia?" Tanya Pangeran Hakim.
"Katakan siapa dia maka aku akan melepaskan mu." Kata Pangeran Haris yang tertarik mendengar nama putri Tara yang selama ini tidak pernah terdengar diistana Mayang.
"Dia adalah putri dari permaisuri. Dia cantik dan baik hatinya. Dia juga sangat peduli pada rakyatnya. Dia selalu membela kebenaran dan berulang kali memenangkan perang bersama Panglima."
"Aku belum pernah mendengar nama itu." Kata Pangeran Hakim.
"Aku juga tidak pernah mendengarnya." Sahut Haris.
"Bagaimana kami bisa menemui Putri yang kau sebutkan tadi?" Tanya pangeran Hakim penasaran.
"Putri akan keluar dari istana dengan menyamar." Kata prajurit itu. Tapi dia tidak menyebutkan jika putri Tara akan menyamar sebagai laki-laki. Atau memakai pakaian dan cadar serba hitam untuk menutupi wajahnya. Prajurit itu juga tidak mau terlalu terbuka pada kedua orang asing ini.
"Baiklah kau boleh pergi." Kata pangeran Haris.
Kemudian dengan cepat prajurit itu keluar dari jendela dan menghilang dalam kegelapan malam.
Keesokan harinya
Ada mayat!
Ada mayat!
Semua orang berteriak bahwa ada seorang mayat didepan penginapan itu.
Kemudian setelah mengambil semua barang dan mengemasi nya maka pangeran Hakim dan Haris keluar dari kamar mereka.
Pangeran Hakim juga pangeran Haris kemudian saling berpandangan dan mereka langsung berada di antara kerumunan orang karena penasaran, kemudian Pangeran Hakim dan Pangeran Haris ingin melihat siapakah mayat yang telah terbunuh itu, dan betapa terkejutnya kedua Pangeran itu saat melihat bahwa mayat itu adalah mayat laki-laki yang tadi malam mereka selamatkan dan sekarang dia sudah terbunuh mungkin oleh para Perampok tadi malam.
"Aku tidak mendengar suara keributan tadi malam." Kata Jumong.
"Aku juga tidak mendengarkannya, bagaimana dia bisa terbunuh oleh perampok itu sementara kita tidak mendengar keributan." Kata Haris.
"Apakah ada yang melihat dan siapa yang membunuhnya." tanya Pangeran Hakim.
"Tidak ada yang melihat kejadian itu, kami saat bangun pagi-pagi sudah menemukan dia dalam keadaan tidak bernyawa, dan tidak ada yang tahu siapa yang membunuhnya." Jawab seorang dari tamu yang berkumpul itu.
"Mungkin dia dibunuh di tempat lain dan mayatnya ditaruh di sini." Kata Haris.
"Yah yang kau katakan benar juga." Kata Jumong.
"Ayo mari kita kuburkan dia." Ajak seorang warga desa.
"Mayat prajurit itu pun sudah dikubur oleh orang-orang desa itu."
Kemudian Pangeran Hakim dan Pangeran Haris duduk tidak jauh dari prajurit itu dikuburkan.
"Ada pohon kelapa di sana. Aku akan memanjatnya dan mengambilkannya untukmu. Kau pasti sangat haus." kata Pangeran Haris.
__ADS_1
"Baiklah aku tunggu di sini." kata Pangeran Hakim.
Kemudian Pangeran Haris berjalan dan dengan sihirnya dia menggoyangkan pohon kelapa itu dan pohon kelapa itu sudah ada di kedua tangannya.
Kemudian dengan kekuatannya dia membelah kedua kelapa itu dan memberikannya salah satu kepada Pangeran Hakim.
Dan mereka langsung menghabiskan air dari kedua kelapa itu.
"Menurutmu apakah perampok itu yang membunuhnya tadi malam?"
"Mungkin saja, karena prajurit itu sempat mengatakan bahwa dia dikejar oleh sekelompok perampok tanpa sebab yang jelas."
"Jangan sampai kita menemuinya Pangeran atau kita akan ada dalam masalah."
" Ya kita ke sini hanyalah untuk mencari gadis bercadar itu."
"Tapi aku juga penasaran dengan yang prajurit itu sebutkan. Siapa namanya Haris, Apakah kau mengingatnya?"
"Kalau tidak salah namanya adalah Putri Tara."
"Yah benar Haris namanya adalah Putri Tara, aku belum pernah mendengar nama itu sebelumnya baik dari ibunda ratu Mayang maupun dari masyarakat di tempat kita."
"Iya padahal menurut prajurit itu Putri mereka itu cantik dan pandai ilmu bela diri sehingga bisa membantu memenangkan perang untuk kerajaannya."
"Apakah kita akan masuk kedalam istana pangeran?"
"Untuk sementara kita berada di perkampungan yang dekat dengan istana dulu, setelah itu kita baru masuk ke sana dengan menyamar."
"Iya kita harus mencoba segala cara karena kita bahkan tidak tahu dari kerajaan mana gadis bercadar itu."
"menurut ibunda Ratu Mayang hanya kerajaan ini yang tidak mengizinkan seluruh rakyatnya untuk mengikuti sayembara itu."
"Ya aku juga mendengarnya dari pembicaraan Ratu Mayang dan guru Duma jika tidak satupun gadis dari kerajaan Muria yang diperbolehkan untuk mengikuti sayembara itu."
"Menurutmu kenapa mereka tidak diperbolehkan mengikuti sayembara itu?"
"Mungkin karena negara kita bermusuhan pangeran."
"Atau adakah sebab lain seperti dendam pribadi?"
"Yah yang kau katakan mungkin kedua-duanya ada kebenarannya juga."
"Baiklah. Apakah kita akan melanjutkan perjalanan sekarang? Kita hampir dekat dengan istana Muria."
"Ayo pangeran."
"Kau terus saja memanggilku pangeran nanti orang akan mencurigai kita sebelum misi kita berhasil."
"Baiklah Jumong, ayo kita pergi."
"Ya panggil itu saja lebih baik Harris."
hahaha hahaha
__ADS_1
Kemudian mereka tertawa bersama-sama, setelah itu mereka naik ke kudanya masing-masing, dan pergi ke desa di luar istana kerajaan Muria yang paling dekat.
"Kita akan mencari penginapan di sini dan kita akan menginap beberapa hari di sini."
Mungkin dari penduduk sekitar kita akan menemukan wanita bercadar itu."
"Ya yang kau katakan itu benar Pangeran, ayo kita cari penginapan."
"Apakah kau masih mengenali wajah gadis itu?"
"Ya aku sangat mengenalinya mana mungkin aku bisa melupakannya."
"Aku juga membawa cadar gadis itu di sakuku, pasti dia akan memakai cadar yang sama dalam beberapa penampilannya."
"Yang kau katakan itu benar saat dia memakai cadar yang sama maka mudah bagi kita untuk menemukannya."
"Itu ada penginapan, sepertinya penginapan itu nyaman untuk kita menginap beberapa hari." Kata Jumong.
"Ya, ayo kita kesana."
"Ada apa kisanak apakah ada yang perlu saya bantu?" Tanya seorang laki-laki tua kepada Jumong juga Haris.
"Iya. Kami akan memesan 2 makanan dan 2 minuman dan kami akan menginap di sini untuk 3 hari kedepan." Kata Pangeran Haris.
"Tapi sepertinya penginapan kami sudah penuh dan kalau makanan masih ada hanya tempat tidur kami sudah penuh saat ini."
"Dimanakah ada tempat lain yang bisa kami gunakan untuk menginap?"
"Di sana, di depan pintu istana itu ada penginapan kecil, kalian bisa menginap di sana."
"Baiklah. Nanti kami akan ke sana bisa kah kau sediakan untuk kami makanan serta minuman dulu?"
"Ya bisa. Tunggu sebentar kisanak saya akan menyiapkannya."
"Baiklah terima kasih."
Kemudian Pangeran Hakim dan Pangeran Haris menikmati makanan serta minuman yang disajikan itu.
Setelah itu mereka pun membayar dan akan menginap di penginapan yang tadi disebutkan oleh pemilik kedai itu.
"Mungkin ini tempat yang dia maksud Jumong."
"Ya benar penginapan ini lebih kecil dari tempat yang pertama tadi."
tok tok tok
Seorang wanita kemudian mempersilahkan mereka masuk.
Dan betapa terkejutnya Jumong juga Haris, ternyata di dalam berisi begitu banyak wanita-wanita cantik.
"Mungkin kita salah masuk, ini penginapan khusus wanita." Kata Pangeran Hakim.
"Tidak Tuan, kalian juga boleh menginap di sini nanti saya akan tunjukkan kamar kalian."
__ADS_1