
Begitu sampai digerbang istana, Bibi Kaliya langsung menyuruh panglima kumbang untuk menangkap putri Tara. Bibi Kaliya tahu jika Ratu Tara tiba di kerajaanya untuk bertemu dengan permaisuri Andini.
Ratu tidak melakukan perlawanan bahkan saat dia dibawa keruangan bawah tanah. Ratu Tara tidak tahu apa uang terjadi sebenarnya dikerajaanya sejak dia pergi bersama putranya.
Beberapa prajurit terlatih mengikat Ratu Tara dengan rantai yang didalamnya sudah dimasukkan sihir, sehingga Ratu Tara terikat didalamnya.
Sementara Zayn yang tubuhnya mengecil hanya bisa bergelantungan diantara baju yang dipakai Ratu Tara dan dia selamat. Beruntunglah, sebelum memasuki istana, Tara sempat menyihir Zayn agar mengecil dan tidak terlihat oleh mereka.
Panglima kumbang berdiri dan menundukkan kepalanya dihadapan Ratu Tara.
"Maafkan saya Ratu, karena sumpah saya untuk setia pada kerajaan ini siapapun pemimpinnya, sehingga hamba tidak bisa menyelamatkan Ratu Tara." Kata Panglima kumbang.
"Tapi...sebenarnya apa yang terjadi Panglima? Kenapa permaisuri menyuruhmu untuk mengikatku disini?" Tanya Ratu Tara.
"Bukan permaisuri yang memberikan perintah Ratu. Saat ini Permaisuri sedang sakit dan tidak ada yang bisa menemuinya. Dan yang memimpin istana ini adalah Kaliya. Ratu Kaliya sekarang sudah menggantikan permaisuri."
Kata Panglima kumbang yang tidak bisa melawan perintah Ratu yang saat ini berkuasa karena sumpahnya pada Raja terdahulu untuk setia pada kerajaan ini hingga akhir hayatnya.
"Apa!?" Ratu Tara sangat terkejut karena bibi yang sangat dia sayangi sekarang menjadi jahat.
__ADS_1
"Bibi Kaliya ternyata..... mengkhianati ibunda permaisuri?"
"Benar Ratu....ternyata Kaliya sudah lama menyusun semua rencananya bahkan sejak Pemerintahan Ratu Mayang."
Kata Panglima kumbang menjelaskan kecurigaannya karena saat pergi ke kota lain dia sempat bertemu dengan Pangeran Haris. Dan pangeran Haris menyuruhnya berhati-hati dengan Kaliya, tapi saat dia kembali kekerajaan semuanya sudah terlambat.
Permaisuri terkurung didalam kamarnya dan Pelayan Kaliya sudah duduk diatas tahta dengan kekuatan yang tak terkalahkan.
"Maafkan aku panglima, seandainya saja aku tahu dari awal jika Bibi Kaliya ternyata sudah menghasutku dan juga Raja Hakim."
"Sepertinya semua siasat sudah diatur sedemikian rupa sehingga tidak ada yang curiga."
Setelah panglima kumbang pergi Ratu Tara menangis karena saat ini ibundanya sedang menderita dan dia tidak bisa melakukan apapun.
"Apa yang harus aku lakukan. Rantai sihir ini mengikat tanganku, aku tidak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan permaisuri." Kata Ratu Tara.
Zayn lalu berjalan dipindah Tara dan berbicara padanya.
"Bagaimana aku bisa menolongmu? Apa yang harus aku lakukan untukmu?" Tanya Zayn pada Tara dan sedih melihatnya terikat seperti itu.
__ADS_1
"Apakah kau yakin akan melakukan sesuatu untukku?" Tanya Tara pada Zayn dan terpaksa dia harus melibatkan Zayn kali ini.
"Katakanlah." Kata Zayn yang sadar jika dia tidak bisa melakukan banyak hal untuk Tara. Dia tidak punya kekuatan sihir seperti dirinya.
"Pergilah dan masuklah kekamar permaisuri. Katakan jika aku ada disini dan akan menyelamatkannya." Kata Tara agar ibundanya punya semangat hidup dan tahu jika Tara baik-baik saja.
"Jangan katakan jika aku terikat seperti ini. Aku akan memikirkan caranya agar bisa keluar dari sini." Kata Tara pada Zayn
"Baiklah, aku akan mencari kamarnya."
"Zayn,... hati-hatilah, jangan sampai kau tertangkap." Kata Tara.
Zayn lalu merosot melalui baju Tara dan sampai kelantai. Dia begitu kecil dan mungil sekali seperti tutup pulpen sehingga tidak akan terlihat oleh siapapun.
Zayn lalu keluar lewat celah dipintu dan berhasil melewati beberapa prajurit yang jaga.
Dia lalu pergi mencari kamar permaisuri. Dan saat dia sampai dikamar permaisuri, Ratu Kaliya sedang ada disana dan berbicara pada permaisuri.
Zayn lalu mendengarkan apa yang mereka bicarakan tanpa ketahuan.
__ADS_1