Sahabatku Suamiku

Sahabatku Suamiku
Chapter 106.Kang Yuri datang lagi


__ADS_3

Aku kembali masuk ke dalam rumah karena hari sudah mulai sore. Apalagi jarak antara rumah kami dengan rumah ibu lumayan jauh. Harus memakan waktu satu jam lebih.


Aku berjalan ke kamar, tapi tak mendapati seseorang di kamar Chaca atau kamar Dara.


Mataku menoleh ke arah kursi bambu di mana Dara tengah tertidur di sana. Bunda Fisya menyusulku.


"Kami pulang saja kalau begitu, bu. Kalo kemalaman nanti takut macet," bisikku seraya mencium tangannya.


"Eh, tapi ibu bangunin Dara dulu."


Aku menahan tangan ibu yang ingin berjalan mendekati Dara tertidur pulas. Aku menatap matanya dengan teduh lalu mrngangkat tubuh Dara ke dalam mobil.


Lumayan berat ternyata, bahuku terasa sakit setelahnya. Chaca dan Bunda Fisya melambaikan tangannya saat aku menancap gas menjauhi pekarangan rumahnya.


Sesekali aku melirik ke arah Dara yang masih pulas menyambut bunga tidurnya. Sekarang sudah pukul 16.00 WIB.


Aku memberhentikan mobil ketika lampu merah menyala dan menunggu lampu hijau menyala.


Saat kepalaku menoleh ke arah kiri jalan, kulihat Taeri dan Kang Yuri tengah menyebrang di trotoar. Mataku membola melihat kedatangan Kang Yuri dengan penampilannya yang sangat terbuka.

__ADS_1


Tapi, mereka tak bisa melihatku dari balik kaca karena kaca mobil sangatlah gelap. 'Kapan dia datang ke Jakarta?' batinku yang terus menatap kepergiannya.


Ping!


Ponselku yang tergeletak di atas dashboard mobil berdering menandakan pesan masuk.


Cinta Bobrok


[ka Azlan, Kang Yuri는 자카르타로 돌아 왔습니다. 오늘 오후 12시에 쇼핑몰에서 태리와 함께 쇼핑하는 걸 봤어요. 하지만 다행히도 모자를 쓰고 있어요. 그래서 그들은 내 얼굴과 존재를 알지 못합니다. 이것은 어떤가요?! 어디야?]


[ka Azlan, Kang Yuri-neun Jakaleutalo dol-a wassseubnida. Oneul ohu 12sie syopingmol-eseo taeliwa hamkke syopinghaneun geol bwass-eoyo. Hajiman dahaenghido mojaleul sseugo iss-eoyo. Geulaeseo geudeul-eun nae eolgulgwa jonjaeleul alji moshabnida. Igeos-eun eotteongayo?! Eodiya?)


Aku langsung menghubungkam chat WhatsApp kami melalui tablet mobil yang terletak di tengah-tengah kami.


To Cinta Bobrok


[사실인가요? 방금 보도를 건너는 걸 봤어요. 그들은 차의 어두운 창문과 그들의 옷이 정말로 내 눈을 괴롭 혔기 때문에 우리가 거기에 있다는 것을 몰랐습니다. 집 울타리가 수리 되었기 때문에 우리는 지금 차 안에 있습니다. 그래서 저는 당신의 처남 인 아드 난을 그의 어머니 집에 보냈습니다. 우리는 집으로 돌아가는 중입니다.]


Send!

__ADS_1


(Sasil-ingayo? Bang-geum bodoleul geonneoneun geol bwass-eoyo. Geudeul-eun chaui eoduun changmungwa geudeul-ui os-i jeongmallo nae nun-eul goelob hyeossgi ttaemun-e uliga geogie issdaneun geos-eul mollassseubnida. Jib ultaliga suli doeeossgi ttaemun-e ulineun jigeum cha an-e issseubnida. Geulaeseo jeoneun dangsin-ui cheonam in Dara-eul geuui eomeoni jib-e bonaessseubnida. Ulineun jib-eulo dol-aganeun jung-ibnida.)


(Benarkah? Aku baru saja melihat mereka yang tengah melintasi trotoar. Mereka tak tahu kehadiran kami karena kaca mobil yang gelap dan pakaian mereka sangat mengganggu mataku. Kami tengah di mobil sekarang karena ada perbaikan ke pagar rumah. Jadi, aku menyuruh kakak iparmu--Dara untuk berkunjung ke rumah ibunya. Kami tengah jalan menuju pulang ke rumah.)


Ping!


Chaca Bobrok


[이런, 그 두 여자는 정말 그렇습니다. 나중에 너희들은 어때, 내 처남을 돌봐! 이것은 주문입니다!]


(Ileon, geu du yeojaneun jeongmal geuleohseubnida. Najung-e neohuideul-eun eottae, nae cheonam-eul dolbwa! Igeos-eun jumun-ibnida!)


(Astaga, kedua wanita itu benar-benar sekali. Bagaimana dengan kalian nantinya? Jaga kakak iparku! Ini perintahku!)


Aku menggeleng pelan setelah membaca pesan terakhir dari adikku lalu menjalankan mobil.


"Ya, geuga nae du beonjjae salm-ija nae yeonghon-ui dongbanjaigi ttaemun-e geuleul dolbol geos-ida. Dangsin-eun dongsaeng-ingayo? Eotteohge gamhi jumunhaseyo. Jeongmal lucknut jamae," gerutuku seraya melirik ke arah Adnan lagi.


Dia masih dengan posisi yang sama hanya saja kepalanya semakin ke bawah. Tidak apa, aku sudah menyematkan sealt beat ke tubuhnya. Jadi, ia tak sedikit terguncang ketika mobil bergerak ke arah samping kiri dan samping kanan.

__ADS_1


__ADS_2