
1 jam kemudian, Dara meletakkan kepala Azlan dengan hati-hati karena sekarang sudah menunjukkan pukul 10 pagi, sementara dirinya belum mandi dan rambutnya masih diikat tanpa di sisir.
Setelah selesai, ia menatap wajah damai Azlan yang terkena sinar matahari pagi, ia menutup tirai jendela dari kepala sampai dada dan membiarkan selebihnya terkena sinar matahari tersebut.
Dara menggenggam tangan kekar Azlan yang berkeringat, ia mengambil tissue di meja rias lalu mengelap pelipis, wajah, leher, dan punggung tangan Azlan yang basah akibat keringat Azlan keluar. Itu artinya pria tersebut akan lekas sembuh dari demamnya.
Dara keluar dari kamar untuk mengambil vakum penyedot debu untuk membersihkan kamarnya. Dara menyuruh Bi Ima agar ia membersihkan lantai atas karena jika Bi Ima mengerjakan semuanya, ia tidak bisa bergerak walau di rumah.
Azlan juga tidak bisa menolak permintaan Dara , toh ini juga kebaikan untuk gadis itu karena kalau tidak, ia akan tidur di luar. Itu ancaman dari Dara untuk Azlan.
🐣🐣🐣
Pukul 13.00 WIB, Azlan membuka matanya karena panasnya sudah turun, ia meletakkan kain yang ada di pelipisnya yang sudah kering lalu menatap seisi kamar, ia tak melihat Dara di sini.
Kepalanya terasa pening, tapi pria itu tetap kekeh untuk mencari gadis itu. Ia melihat Bi Ima dan Dara sedang duduk di ruang televisi sambil memakan sesuatu.
'Gadis itu,' monolog Azlan , ia kembali masuk ke dalam kamar untuk membersihkan diri. Ia teringat waktu Dara membersihkan tubuhnya dengan tangan yang bergetar. Setakut itukah Dara pada Azlan atau ia belum pernah melihat postur tubuh lelaki yang manly?
***
Dara menoleh ke arah anak tangga ketika ia mendengar sebuah langkah seseorang menginjak tangga tersebut satu per satu.
"Sudah baikkan?" tanya Dara
"Itu juga berkat kamu," jawab Azlan duduk di samping Dara . Sementara Bi Ima tersenyum melihat keharmonisan mereka berdua.
****
Tak terasa hari mulai malam, Bi Ima berpamitan untuk pulang sebelum matahari tenggelam dan pekerjaan rumah juga sudah selesai.
"Hati-hati, bi," ucap Dara dan mengunci pintu rumahnya. Azlan mengajaknya untuk melaksanakan salat magrib dan isya lalu makan malam bersama.
🐣🐣🐣
"Kak, apakah laki-laki Korea itu pintar masak?"
Azlan berhenti melakukan aktivitasnya yang sedang mengorak-arik telur di teflon.
"Tidak juga sih, tapi wanita Indonesia sangat menyukai seorang laki-laki yang pintar masak," jawab Azlan sambil tersenyum.
__ADS_1
Azlan meletakkan telur itu di atas piring dan membawanya ke meja makan. Mereka menikmati makan malam hari ini dengan menu gulai ayam ditemani dengan sepiring telur buatan Azlan dan buah anggur yang disiapkan oleh Dara.
"Kamu udah gemukan deh, sekarang."
Ucapan Azlan membuat acara makan Dara terhenti.
"Masa, sih?"
"Gak apa-apa, berarti saya memberi kamu makan yang bergizi. Saya juga gak permasalahi postur tubuh kamu, yang penting di mata saya kamu cantik."
Dara menundukkan kepalanya sambil mengulum senyumnya mendengar gombalan Azlan untuknya.
🐥🐥🐥
Malam ini, Azlan dan Dara sedang berdiri di balkon untuk melihat bintang-bintang yang bertaburan di langit. Sangat indah dan membuat suasana semakin romantis saat Azlan menyimpan dagunya di bahu sempit Dara , tangannya bergelayut manja di pinggang ramping Dara dan merasakan setiap helaian rambut Dara yang menerpa wajahnya.
"Cantik 'kan?" bisik Azlan tepat dk telinga Dara . Gadis itu menganggukkan kepala seraya menyentuh trali besi yang sangat dingin.
"Apalagi kalau lihatnya berdua sama kamu." Azlan menatap lekat ke mata Dara mengurung manik hazel itu oleh manik darknya. Saat wajah Azlan terasa semakin dekat dengan wajah Adnan, gadis itu segera memutuskan kontak mata.
Cup.
Azlan mengecup pipi Dara dan kembali merasakan tubuh gadisnya menegang.
Dara tergagap sendiri oleh tingkah Azlan.
"Apa kamu takut sama saya?"
Suasana hening, Azlan menunggu jawab dari sang istri.
"Tidak."
Pelukan Azlan semakin erat, matanya menatap seorang pria dan wanita yang sedang duduk di teras rumah di samping rumah mereka.
"Kalau saya tidak menikahi kamu dengan cepat, mungkin kamu tidak akan menjadi jodoh saya."
"Kakak kenapa suka padaku?"
"Apa mencintai seseorang butuh alasan?" tanya Azlan balik.
__ADS_1
"Mungkin, seorang pria pasti punya alasan untuk mencintai seorang wanita," jawab Dara menatap ke arah langit.
"Saya ingin mencintai seorang gadis tanpa alasan. 'Kan saya sudah bilang, saya akan mencintai seorang gadis ketika ia bisa membuat jantung saya berdebar."
Azlan membalikkan tubuh Dara dengan menarik bahu gadis itu sedikit kasar. Tangannya mengangkat tangan kanan Dara lalu ia letakkan di dada sebelah kirinya. Dara dapat merasakan detak jantung Azlan .
Azlan juga merasakan detak jantung Dara dengan tangannya sendiri membuat gadis itu terkejut bukan main.
"Kita sama-sama abnormal. Berarti kita jodoh."
"Kita memang sudah jodoh. Buktinya kakak sudah menikahi ku."
Jawaban Dara membuat pria tersebut menggarukkan tengkuknya yang tak gata. Benar juga apa kata gadis itu, pikirnya.
"Sudah malam, ayo, kita tidur. Besok saya akan ke kantor." Azlan menarik tangan Dara dengan lembut untuk masuk ke kamar, terlebih dahulu mereka membersihkan wajah dan menggosok gigi. Itu adalah rutinitas mereka sebelum berbaring di ranjang.
Azlan memakaikan sleepmask ke wajah Dara membuat gadis itu membuka matanya. Terlihat sangat jelas wajah tampan Azlan yang berada sangat dekat di atas wajahnya. Hembusan napas Azlan juga ia rasakan menyapu wajahnya membuat gadis tersebut menahan napasnya.
"Jangan ditahan, kamu bisa mati dengan cepat," cecar Azlan lalu meletakkan wadah tersebut di meja rias dan berbaring di samping Dara .
"Apa kamu rindu bunda ?"
Dara menatap ke arah Azlan yang sedang berbaring ke samping sambil berpangku dagu ke arahnya. Kepalanya mengangguk membuat Azlan paham.
"Baiklah, besok saya akan mengantar kamu ke rumah bunda ." Azlan memeluknya dengan erat dan menuntun tangan mungil bergelayut di lehernya.
"Kamu harus terbiasa." Azlan menahan tangan Dara karena ia menarik tangannya sendiri saat Azlan melepaskan tangan tersebut. Dara menuruti permintaan Azlan dan mereka menutup mata.
🐥🐥🐥
Pukul 09.09 WIB, Azlan mengantar Dara ke rumah bunda Fisya lalu Azlan berpamitan tidak bisa berteu dengan ibu mertua karena sudah telat.
"Hati-hati, ya," pesan Dara. Azlan menepuk pipinya memberi kode pada Dara untuk mengecupnya walau sekilas. Dara tak mengerti dengan kode tersebut.
"Kasih saya semangat hari ini dengan cium pipi saya."
Dara mengerutkan keningnya lalu ia mengecup pipi Azlan dan buru-buru keluar dari mobil. Azlan melakukan selebrasinya sambil berkata 'yes' di dalam mobil dan ia menuju kantor.
Sementara Dara tersenyum malu mengingat kelakuannya dan melihat bunda Fisya yang tengah menyapu rumahnya.
__ADS_1
" Assalamu'alaikum Bunda ."
Dara berlari ke arah bunda Fisya dan mereka berpelukkan. Bunda Fisya dan Dara menangis haru saat mereka bertemu lalu membawa anaknya masuk ke dalam rumahnya.