Sahabatku Suamiku

Sahabatku Suamiku
Chapter 97.Azlan yang bucin


__ADS_3

Pagi ini, Adipratama Group mengadakan lamaran besar-besaran. Sembilan puluh enam persen itu dari kalangan wanita dan sisanya pria.


Banyak dari mereka sangat berminat bekerja di sana apalagi dengan atasan yang tampan. Sayangnya ia sudah beristri.


"Selamat pagi, Pak. Saya Annisa Rahma mau melamar kerja di kantor bapak," ucapnya dengan senyuman manis di bibir maroonnya lalu memberikan berkas-berkasnya.


Netra Azlan menatapnya sekilas karena bentuk dari riasannya yabg sangat berlebihan. Jangan ditanya dengan alisnya berbentuk ulat bulu. Sangat tebal.


"Pendidikan kamu bagus, tapi peraturan di kantor saya sangat ketat termasuk penampilan. Jika kamu nantinya lulus seleksi dan pihak kantor saya memanggil nama kamu, mohon gunakan riasanya seperlunya, sesimplenya saja dan berpakaian yang sopan."


Skak mat!


Gadis itu tersenyum kecut setelah itu Azlan memberikan beberapa pertanyaan sebelum akhirnya ia keluar.


"Selamat pagi, pak," sapa lelaki yang masuk ke ruangannya.


"Pagi," jawab Azlan seadanya.


Pria itu memberikan berkas yang ia bawa kepada Azlan dan seperti biasa. Azlan membuka, melihat dan meneliti satu per satu..


"Baiklah, tunggu nama kalian dipanggil beberapa hari lagi. Kamu bisa lihat di website perusahaan saya," jelas Azlan lalu pria itu keluar.


Pukul 15.00 WIB semuanya selesai, Azlan hanya makan siang di kantor karena ia harus menyiapkan diri untuk nanti.


Ping!


Ponselnya berdering menandakan pesan masuk.


My Lovely My Sweety My Wife My Princess My Idol


[Kak, nanti beliin es krim, ya. Lagi kepengen soalnya.]


Senyuman di bibirnya terbit ketika membaca pesan dari sang istri. Mungkin saja dia ngidam, pikirnya.


Azlan mulai membalas pesan untuk sang istri.


[Baiklah, tunggu di rumah ya, chagi.]


Send!


Tak lupa ia menyelipkan emoticon love yang dipanah. Uh, benar-benar bucin Azlan.


Tak ada balasan dari Dara. Mungkin saja dia mandi atau sedang di belakang rumah.


***

__ADS_1


Pukul 16.00 WIB, Azlan keluar dari kantor. Seiring perjalanannya, karyawan dan staff menyapanya dan mengingatkan untuk berhati-hati di jalan.


"Terima kasih," ucapnya singkat.


Mobilnya melaju menuju minimarket untuk membeli pesanan sang istri.


Saat ia memasuki minimarket, ia membuka lemari pendingin lalu mengambil semangkuk es krim bermerek Wall's berperisa strawberry, vanilla dan coklat.


Lalu ia berjalan menuju rak lain sambil menenteng keranjang belajaan untuk mengambil sebotol shampoo, sabun mandi cair, pasta gigi milik Dara bermerek pure kid's perisa strawberry kesukaannya dan pasta gigi miliknya.


Lalu membayar semuanya dikasir. Setelahnya Dara masuk ke dalam mobil karena hari mulai gelap.


***


"Assalamualaikum," ucap pria bertubuh jangkuk dengan setelan jas dan kemeja hitam. Dasinya sudah longgar dan terlihat wajah maskulit dengan rahang tegas itu kelelahan.


Saat melihat sang istri menyambut kedatangannya dengan tangan kiri yang dipenuhi dengan busa sementara tangan kanan basah oleh air.


"Wa alaikum salam," jawab Dara sambil tersenyum.


"Tadi kakak belanja keperluan di kamar kita," ujar Azlan seraya memberikan plastik putih yang berisi barang-barang yang ia beli pada Dara.


"Wah, ada es krim juga. Ya udah, kakak mandi. Bau asem."


Sementara Dara berlari masuk ke dalam kamar untuk meletakkan peralatan yang dibelikan Azlan kecuali semangkuk es krim.


Wanita itu meletakkan ke dalam freezer agar kembali membeku.


Setelah makan malam selesai, Bi Ima membawa sebagian untuk pulang ke rumah untuk anak - anak dan sang suami.


Ceklek!


Dara mengunci pintu utama lalu memasukkan kunci tersebut ke dalam guci kaca lalu menyusul Azlan yang masih di dalam kamar.


"Ayo, salat," ajak Azlan yang diangguki Dara.


***


PoV Azlan


Pukul 8 malam, kami keluar dari kamar untuk makan malam di dapur. Hari ini, Dara membuat menu makan malam semangkuk cah kangkung, ayam penyet yang tak pedas karena Dara tak tahan dengan rasa pedas, goreng tempe tepung dan bakwan.


"Wah, enak nih."


Aku mengambil sendok dan garpu saat makanan ia sajikan untukku. Yang sangat dominan adalah sayur lodehnya.

__ADS_1


Dara memasukkan sayur lodeh ke piringku dengan banyak. Huh, apapun itu akan kuhabiskan, pikirku.


Selesai makan, kami masih berada di dapur untuk memakan goreng tempe tepung buatannya.


"Tadi pagi itu kantor kakak adain lamaran sekretaris besar-besaran. Paling banyak itu perempuan. Lumayan sih pendidikannya. Tapi, kakak gak suka sama make up-nya yang sangat berlebihan. Apalagi dengan pakaiannya yang terbuka," terangku sambil mengunyah.


"Terus? Kakak tergoda?"


"Enggak lah, sayang. Mana mungkin, itu bukan kriteria kakak. Kamu kriteria kakak."


Aku menjawil hidung dan dagu mungilnya sehingga Dara menganggukkan kepala.


"Eh, sambil nonton drakor, kita makan es krim yuk."


Sebenarnya aku mau saja menolak karena perutku sangat kekenyangan. Nanti tubuh yang kekar ini hilang karena terlalu banyak makan.


Dara menarik tanganku untuk duduk di sofa sementara tangan yang satunya membawa semangkuk es krim dan dua ssndok teh.


Kami duduk di sofa, lalu Dara mengambil alih remote televisinya. Aku ingat dengan MotoGP hari Minggu ini.


Ah, sial. Gak bisa nonton hari ini.


Dara mengambil ponselnya yang langsung ia setting ke televisi yang menayangkan serial While You Were Sleeping [2017].


Dengan genre comedy, drama, fantasy, disutradara oleh Oh Choong-hwan.


Pemerannya adalah Lee Jong-suk, Bae Suzy, Jung Hae-in. Jumlah Episode 32 Episode.


Dalam drama While You Were Sleeping, Jong-suk berperan sebagai Jung Jae-chan, seorang jaksa yang bertemu dengan seorang gadis bernama Hong-joo (Bae Suzy) dan juga petugas polisi bernama Han Woo-tak (Jung Hae-in).


Ketiganya bisa dibilang punya kemampuan untuk melihat masa depan melalui mimpi. Mimpi-mimpi mereka terkadang berisi kasus yang akan ditangani Jae-chan di masa depan. Dan mereka berusaha agar mimpi-mimpi tersebut tidak sampai menjadi kenyataan. Akankah mereka berhasil melakukannya?


Drama While You Were Sleeping dirilis di tahun 2017 lalu dengan jumlah 32 episode. Selain Lee Jong-suk, Suzy dan Jung Hae-in, drama ini juga dibintangi oleh aktor Lee Sang-yeob yang berperan sebagai Lee Yoo-beom, seorang pengacara yang terkenal licik.


Ketika bukan aktor Lee Jong Suk, Dara langsung meng-skip ke ponselnya. Hanya untuk melihat aktor itu saja?!


"Jangan di skip dong, sayang."


"Ih, gak seru kalau gak ada Lee Jong Suk-nya," jawabnya.


Aku mengambil es krim yang berada di tengah-tengah kami untuk mengaduk es krim tersebut karena Dara hanya memakan rasa strawberry dengan coklat saja.


"Kak, jangan diaduk gitu."


"Kayak pecel tahu, gak," sambungnya.

__ADS_1


__ADS_2