Sahabatku Suamiku

Sahabatku Suamiku
Chapter 51. Selamat Tinggal Indonesia, Welcome San Francisco


__ADS_3

Ping!


Azlan membaca pesan dari Jong Ru, ia mematikan data selulernya tak berniat membalas dan memilih tidur.


4 hari kemudian, Dara mendapatkan pasrpornya melalui pengiriman Kantor Post Indonesia. 5 menit kemudian, Yayuk datang dengan taksi online-nya.


"Ayo," ajak Yayuk.


"Jong Ru, makasih ya, sudah memberiku tumpangan di rumah mewahmu ini," ucap Dara.


"Iya, kita 'kan teman. Aku yang berterima kasih padamu karena dulu aku tidak sendirian di rumah. Baik-baiklah di sana, kalau sudah sampai. Jangan lupa kabari aku, kapan-kapan aku akan melihatmu ke sana."


Jong Ru menepuk pelan bahu Dara. Ia cukup menyukai wanita itu.


"Masuklah."


Dara masuk ke dalam taksi karena Yayuk sudah menunggunya. Sementara sang sopir, memasukkan koper milik Dara ke bagasinya. Dara melambaikan tangan ke arah Jong Ru ketika mobil itu bergerak menjauh ke rumah mewah miliknya.


"Tetap jaga kesehatanmu di sana. Jangan bersedih, semua ada jalannya. Ya, Tuhan. Lindungi lah dia," gumam Jong Ru. Ia masuk ke dalam garasi untuk menaiki mobilnya menuju kantor.


***


Pukul 9 pagi, Yayuk dan Dara sampai ke bandara Soekarno Hatta.


Cukup ramai orang yang berlalu lalang di lobi, mulai dari pengunjung hingga pramugari.


Mereka memasuki bandara sambil menenteng koper Dara . Hanya Dara , sementara Yayuk membawa tas kecil yang isinya make up dan makanan.


Yayuk juga menyiapkan tiket pesawat untuk mereka berdua.


Petugas mengecek kelengkapan mereka, mulai dari KTP, tiket pesawat dan paspor.


Setelah selesai, petugas akan memberi tiket dalam bentuk fisik (kertas) dan kamu bisa menuju gerbang keberangkatan, sesuai yang tertera di tiket.


Nantinya tiket dan KTP akan diperiksa kembali oleh petugas bandara sebelum masuk ke ruang tunggu.


Sebelum masuk ke boarding room atau ruang tunggu, barang bawaan mereka akan diperiksa oleh petugas. Debgan meletakkan tas atau barang bawaan seperti telepon genggam, ikat pinggang, jam tangan, dan benda-benda logam lainnya ke dalam kotak yang telah disediakan bandara.


Mereka mengambil barang bawaan itu lalu menunggu pengumuman.


Setelah menunggu pesawat, mereka akan diperbolehkan masuk ke pesawat. Masuk dan mencari tempat duduk sesuai tiket. Mereka meletakkan tas atau barang di bagasi kabin atas tempat duduknya.


Setelah mereka duduk di tempat duduk yang sesuai tiket, mereka melakukan adalah mengenakan sabuk pengaman dan mematikan telepon genggam. Hal ini untuk menjaga keselamatan bersama selama di pesawat.


mengambil barang yang kamu titipkan di bagasi pesawat jika membawa barang berlebih. Pastikan kamu menunggu di area yang sesuai dengan nomor pesawat.


Dara menghembuskan napasnya ketika ia merasa sedikit takut. Ini kali keduanya ia menaiki pesawat.


Perjalanan menempuh jarak 14.440,78 KM dengan waktu yang dihabiskan di perjalanan hampir 18 jam.


Yayuk memberikan makanan pada Dara ketika pesawat yang mereka tumpangi sudah berada di atas awan.


"Lo bakal gue masukkan kursus bahasa Inggris. Semuanya gue yang bayar," ucap Yayuk dengan bahagia.

__ADS_1


"Makasih ya, Yuk. Maaf merepotkan lo lagi."


"It's okey. Gue bahagia banget, akhirnya gue punya teman setelah 4 bulan kuliah di sana."


Mereka saling melempar senyum. Dara menoleh ke arah jendela. Pikirannya melayang pada Azlan


'Selamat tinggal Indonesia, selamat tinggal bunda, ayah,mama, Chaca, Cinta, papa, keluarga Kim, Azlan Jangan cari aku, semoga kanu mendapatkan wanita yang jauh lebih baik, cantik dan menarik dariku. Selamat tinggal Jakarta,' batin Dara menitikkan air matanya.


"Kamu mau makan?"


Dara segera menghapus air matanya.


"Lho, kok nangis?"


"Ah, gak," sela Dara


"Apa orang tuamu tahu masalah kalian?" tanya Yayuk.


Dara menggelengkan kepalanya.


"Jadi, lo gak minta izin?"


Lagi lagi Dara menggelengkan kepalanya.


"Miss," panggil Yayuk.


"Bring us orange juice, avocado juice, pasta and fruit salad." Yayuk berucap pada pramugari yang tengah menatap penumpang pesawat.


"Wait a minute, I'll bring it for you."


Tak lama, ia membawakan pesanan Yayuk dalam satu nampan, meletakkan di meja dengan rapi.


"Please enjoy," ucapnya sambil tersenyum ke arah mereka.


"Thank you," ucap Yayuk dan Dara bersamaan.


"Ayo, dimakan." Yayuk berucap sambil mencicipi jus jeruknya sementara Dara meneguk lembut jus alpukat itu. Mereka mengisi perut hingga kenyang.


Siang menuju sore.


Pukul 20.00 PT (Pacific Time)


Kemudian usai mengambil tas, mereka harus menunjukkan nomor bukti penitipan bagasi yang diberikan saat proses check in ke petugas bandara.


Biasanya tertempel di tiket pesawat.


*Jadi, jangan pernah buang tiket pesawat sebelum keluar dari bandara tujuan.*


Mereka memasuki taksi yang menunggu penumpan di bandara San Fransisco International Airport.


Di dalam taksi, Yayuk memberikan sarung tangan dan syal di dalam tasnya.


Udaranya sangat dingin karena salju turun. Walaupun belum sepenuhnya, tapi membuat tubuh Dara menggigil.

__ADS_1


Yayuk memberikan alamat rumahnya pada supir.


17 menit kemudian, mereka turun dari taksi, Yayuk memberikan uang pada sang supir lalu berjalan menuju rumahnya yang berada di tepi jalan raya.


Sangat strategis.


"Masuklah," ucap Yayuk.


Dara memasuki rumah yang terkesan sangat minimalis. Walaupun ukurannya sederhana, bukan terbilang kecil. Karena Yayuk tidak meletakkan barang-barang yang banyak. Jadi, rumahnya terkesan sangat rapi, bersih dan luas.


"Di sini ada 3 kamar. Lo mau sekamar sama gue atau sendiri?" tanya Yayuk.


"Sendiri saja. Makasih ya, Yuk."


"Iya, sama-sama. By the way, ukuran tubuh kita sama. Gue udah siapin baju untuk lo di lemari pakaian. Ada pakaian tebal, baju tidur dan pakaian musim panas."


"Istirahat lah, good night," sambung Yayuk memasuki kamarnya.


"Too."


Ceklek.


Dara memasuki kamar bertepatan di samping kamar Yayuk. Ia meletakkan koper di samping lemari seraya merengangkan ototnya yang terasa kaku. Ranjang ukuran double size, ada meja belajar dilengkapi dengan lampu belajar dan meja rias.


"Sangat nyaman."


Dara merebahkan tubuhnya di ranjang lalu menarik selimut sampai kepala. Sekarang sudah menunjukkan pukul 23.12 PT, sebentar lagi pagi.


Dara menutup matanya sambil memeluk guling dan mencari kehangatan di bawah selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.


***


Pukul 05.00 PT, Yayuk sudah menyiapkan sarapan. Ia bergegas menuju cafe miliknya terlebih dahulu, karena kunci cafe itu berada di tangannya.


Sebelum ia benar-benar pergi, Yayuk menyelipkan sebuah note untuk Dara. Ia menyiapkan sarapan pagi untuk sahabatnya, membuat sebuah jus strawberry dan ia tempelkan di pintu kulkas.


"Sepertinya dia lelah, maaf Ad. Gue gak bangunin lo," gumamnya sembari menutup pintu rumah.


Pukul 07.00 PT, Dara membuka matanya dan melihat salju sudah turun menggunung di jendelanya.


"Astaga, aku kesiangan!" pekiknya berlari menuju pintu kamar dan tak melihat siapa-siapa di sana. Sepi.


"Yayuk udah pergi?"


Ia melangkahkan kaki menuju dapur sambil mengucek matanya. Jangan lupa dengan rambutnya yang berantakan dan wajah bantalnya.


Ia mengambil sebuah note di pintu kulkas.


[Dara , gue pergi ke cafe. Lo di rumah aja, tapi lo jangan ke mana-mana. Lo bisa tersesat di California. Di rumah aja, jam 10 gue masuk kelas. Kalo lo mau masak, liat di kulkas sama di kabinet. Semuanya lengkap. Gue juga mau ngurus kursus lo juga.]


Dara tersenyum membacanya note dari Yayuk. Ia menikmati sarapannya. Setelah selesai, Adnan membersihkan rumah hingga jendela yang ditutupi salju dengan hairdryer milik Yayuk.


Tak lama, Dara berlari ke rumah karena tidak tahan dengan cuaca dingin sebab ia memakai pakaian tidur serta jilbabnya.

__ADS_1


Sorry for typo 🙏🙏


__ADS_2