
Setelah makanan tersaji di atas meja kami, aku dan Dara terlebih dahulu menyeduh secangkir minuman yang kami pesan masing-masing.
"Emangnya kenapa kamu gak mau dinner ke restoran?" tanyaku menatapnya yang tengah mencicipi makanan di dekatnya.
"Gak apa-apa, lebih baik menabung untuk 5 tahun kedepan. 'Kan sayang uangnya," jawabnya.
"Astaga, ck. Kamu ada-ada aja, deh. Rezeki bisa dicari sayang."
Aku mengacak-acak sedikit kepalanya yang dibaluti jilbab silver itu. Dara tak menolak jika ika memakai jilbab sarung, kecuali jilbab segi empat. Emang ada bedanya, ya?
"Ya sudah, kita nikmati makanan kita."
Aku memberinya waktu untuk mencicipi makanan tersebut, aku kembali memanggil pelayan untuk mengeluarkan dessert terfavorit dari cafe ini.
"Silahkan dinikmati, pak, bu."
"Ya, terima kasih," jawabku singkat.
Dara mulai mencicipi makanan yang tersaji. Sesekali aku menceritakan mengenai urusan kantor dan membuka lowongan pekerjaan.
Aku tahu jika karyawan pasti membutuhkan teman baru, dan aku juga menceritakan mengenai pembuatan apartemen untuk karyawan.
"Wah, bagus kalo kayak gitu. Kalo bisa, karyawan kakak tambah banyak, nah kakak buat lagi apartemennya. Jadi, mereka gak kewalahan untuk pulang ke rumah," balas Dara.
"Ya, apartemennya masih ada yang harus dibeli. Kayak pintu, jendela, air yang bersih juga keramik yang belum dipasang."
"Lambat laun gak apa-apa, kak. Emang karyawan kakak tahu?"
Aku menggelengkan kepala.
"Jadi, kakak kasih mereka kejutan?"
"Iya, sebagai boss yang baik," ujarku seraya menatapnya mengedipkan mata.
"Ih, biasa aja kali."
"Kakaka cute, 'kan?"
"Enggak."
Seketika wajah yang kubuat imut, berubah menjadi murung. Sebuah tangan mencubit pipiku membuat mataku menoleh ke arah Dara.
"Kamu ini."
Aku dengan gemas meremas kedua pipinya dengan satu tanganku membuat bibir plumnya maju ke depan.
"Habiskan makanannya. Nanti es krimnya jadi dingin lagi. Udah mencair ini."
***
Setelah keluar dari cafe, aku mengajak Dara ke mall untuk bermain di area permainan.
Kami memesan dua buah tiket untuk bermain bombom card, sembari menunggu giliran, aku mencari minuman segar untuknya.
Kami duduk tak jauh dari pembatas. Terkadang aku menunjuk ke arah mereka yang menikmati permainan itu.
__ADS_1
"Silahkan masuk."
Aku membuang minuman milik Dara ke dalam tong sampah lalu memberikan tiket tersebut kepada penjaga.
Aku mengikuti ke arah mana Dara ingin menaikinya. Sembari menunggu eaktu yang tepat, aku mulai menancap gas, memutar setir yang kugenggam dan membenturkan mobil kami ke arah mobil lawan.
Benar-benar menyenangkan.
***
"Kita ke mana lagi?" tanyaku melirik ke arahnya yang berjalan di sampingku.
Kami sudah menikmati permainan lebih dari 5 menit dan itu sangat menguras tenaga kami. Bagaimana tidak, kami selalu tertawa.
Kadang aku memainkan setir satu tangan karena Dara meringis saat mobil kami dibenturkan antara mobil lainnya.
"Makan."
Aku menyetujui permintaannya. Entah kenapa akhir-akhir ini dia selalu saja makan, tapi tubuhnya tak pernah berubah.
"Kamu pesan apa?"
"Ini aja, terus minumannya ini, ya."
Seorang wanita yang berada di sampingnya mencatatkan menu yang Dara tunjukkan padanya.
"Bapak?"
"Saya pesan orange juice aja."
"Wah, tadi itu permainannya seru banget," seru Dara.
"Sini biar kakak pijitin."
Saat aku hendak meraih pergelangan tangannya.Dara lebih dulu menggelengkan kepala seolah ia berkata tidak apa-apa.
"Yakin?" tanyaku memastikan.
"Iya, sakitnya cuman sementara. Sekarang udah ilang."
"Baguslah.
"Pesanan sudah datang."
Pelayan tadi meletakkan pesanan kami di atas meja. Ternyata Dara memesan kentang goreng dan segelas es krim coklat.
"Makasih ya."
Pelayan tersebut pergi meninggalkan kami sebelum itu ia tersenyum ramah ke arah Dara.
Aku dan Dara kembali menikmati segelas orange juice milikku.
"Kak, sebentar lagi 'kan akhir tahun. Kakak ada rencana ke mana gitu? Sekalian kita ngajak keluarga."
Dara mulai membuka percakapan setelah aku menyeduh jus orange milikku dan menatapnya makan.
__ADS_1
"Kamu mau ke mana?" tanyaku.
"Gak tahu."
"Hm."
Aku mengetuk daguku yang bebas dari bulu alias mulus dengan jari telunjukku.
"Gimana kalo kita ke Bali?" usulku.
"Di Bali mahal tahu," sungutnya.
"Ya, daripada ke luar negeri."
"Tanyain mama, papa, Cinta sama ibu dulu, deh."
Aku menganggukkan kepala menyetujui permintaannya. Ada baiknya meminta usulan atau tanggapan dari orang tua dulu.
"Kali ini kita mau beli apa?" tanyaku menggenggam tangannya seraya menaiki eskalator.
"Hm, gak tahu."
Aku hanya mengangguk kepala pelan lalu menarik tangannya menuju sebuah toko perhiasan yang ada di dalam mall.
Kami memasuki toko perhiasan, banyak sekali cincin, gelang, kalung dan anting yang pas untuk mencuci mata malam ini.
"Kamu mau yang mana?"
Aku menoleh ke arah Dara.
"Gak perlu, kita--"
"Mas, tolong perlihatkan kalung yang bagus," potongku.
Ada kalung berliontin mahkota, kalung berliontin kunci, kalung berliontin love, kalung berliontin gembok, kalung berliontin permata, kalung berliontin inisial, kalung berliontin mata burung, kalung berliontin chandelier, kalung berliontin bundar, kalung berliontin 3 batu berlian, kalung emas putih, kalung berliontin mutiara, model kalung opera, model kalung emas kasual, liontin angsa, liontin antik, liontin anggur, liontin antam, liontin aura, liontin air, liontin bintang, liontin batu giok, liontin batu permata, liontin bulat, liontin bacan, liontin batu bacan, liontin bola, liontin chanel, liontin cantik, liontin couple, liontin cendrawasih, liontin cartier, liontin cincin, liontin chanel emas, liontin capung, liontin chanel terbaru, liontin dancing stone, liontin diamond, liontin Dewi Kwan Im, liontin dari kayu, liontin Dior, liontin dolphin, liontin dots, liontin Dubai, liontin Descendant Of The Sun, liontin D’paris, liontin emas huruf, liontin emas huruf R, liontin emas nama, liontin emas kuning terbaru, liontin emas huruf D, liontin emas cantik, liontin foto, liontin Fleur De Lis,liontin frozen, liontin fosil kerang, liontin foto frame, liontin frank & co, liontin film, liontin fosil kayu, liontin fosil, liontin full movie
Info:
Mata Burung
Liontin ini adalah liontin dengan model kecil yang pas dan nyaman untuk digunakan sehari hari. Model ini sangat cocok untuk dipadukan dengan kalung yang terbuat dari emas kuning atau rose gold, lalu pasangkan dengan baju atasan yang unik.
Liontin chandelier
Mata yang menyukai detail pasti akan jatuh cinta dengan desain chandelier. Model ini memang terlihat sedikit besar dari model lainnya. Akan tetapi masih menjadi aksesoris yang bagus untuk dipasangkan dengan kemeja maupun pakaian pesta tradisional. Jenis liontin chandelier dengan berlian dan batu ruby akan terlihat sangat memukau. Tidak tampak terlalu tradisional dan warna merahnya memiliki pancaran energi yang kuat.
Liontin Bundar
Desain berlian berbentuk lingkaran seperti ini sangat cocok dipadukan dengan rantai emas berukuran panjang. Dan biasanya liontin ini terdiri dari sekumpulan berlian, atau berbentuk bulat dengan kaca ditengahnya untk diisi dengan batu mulia lain.
Tiga Batu Liontin Berlian
Model tiga liontin batu ini menyimbolkan masa lalu, sekarang dan masa depan sebagai pasangan dan merupakan alternatif yang indah untuk liontin solitaire klasik. Seperti namanya, liontin ini memiliki tiga berlian atau batu permata yang diatur dalam baris vertikal terus menerus. Biasanya batu-batu itu bertambah besar dari atas ke bawah.
Kalung emas putih
__ADS_1
Model kalung emas putih dengan pendant bulat yang diisi berlian-berlian kecil ini serasi untuk kamu yang sekiranya memiliki style ke arah timeless, professional, dan sophisticated atau bisa juga cenderung ke kata kunci sensitive dan soft. Kamu bisa kombinasikan kalung tersebut dengan model kalung yang lebih panjang yang lagi eksis saat ini, atau istilahnya two-layered necklace.
Model kalung opera pada umumnya tipis. Karena panjangnya hanya sekitar 26 sampai 36 inci saja. Karena tipis juga, jadi kadang-kadang oleh sebagian perempuan kalung ini didobel agar terlihat menggunakan dua kalung sekaligus.