Sahabatku Suamiku

Sahabatku Suamiku
Chapter 110.Apa Dara Hamil??


__ADS_3

'Nawa hamkke salmyeon neomu gotong seuleoulkkayo? Ileon, ileun achim-e jega yocheonghan geos-i anibnida. Jeoneun Dara-ui salang-gwa aejeong-ui mal-eul jeongmallo deudgo sipseubnida. Geuleona geuneun wae naega geunyeoui nampyeon-i doel jagyeog-i eobsdago neukkigo, geuga nae anaeloseo sageon-eul danghaess-eul ttae maeu goelowohago cham-eulo jal saeng-gigo bue heoltteog-ineun geos-ibnida. Naega geunyeoui nampyeon-idoegileul jeongmallo balaneun yeoseong sachondeulgwa simjieo jokadeuldo neomu manhseubnida. Hajiman geujeo taeghan ma-eum oeeneun amu geosdo mudji anhgo geuga nae on ma-eumgwa salang-i jeonhyeo nam-a issji anh-assseubnida.' Aku membatin.


(Hangul: 나와 함께 살면 너무 고통 스러울까요? 이런, 이른 아침에 제가 요청한 것이 아닙니다. 저는 Adnan의 사랑과 애정의 말을 정말로 듣고 싶습니다. 그러나 그는 왜 내가 그녀의 남편이 될 자격이 없다고 느끼고, 그가 내 아내로서 사건을 당했을 때 매우 괴로워하고 참으로 잘 생기고 부에 헐떡이는 것입니다. 내가 그녀의 남편이되기를 정말로 바라는 여성 사촌들과 심지어 조카들도 너무 많습니다. 하지만 그저 택한 마음 외에는 아무 것도 묻지 않고 그가 내 온 마음과 사랑이 전혀 남아 있지 않았습니다.)


(Apa dia sangat tersiksa jika dia hidup bersamaku? Astaga, bukan ini yang kuminta pagi-pagi buta ini. Aku sangat ingin mendengar kata-kata cinta dan sayang dari Dara. Tetapi, kenapa dia merasa bahwa aku tidak pantas untuk menjadi suaminya, merasa sangat direpotkan ketika ia mendapatkan notaben sebagai istriku dan memang tampan dan bergelimang harta. Banyak sekali sepupu perempuan bahkan keponakanku yang sangat menginginkanku agar menjadi suaminya. Tapi, aku hanya memilihnya tanpa meminta hal lain selain hati dan cinta yang ia curahkan seluruhnya padaku tak tersisa sedikitpun.)


Aku membuka mata lalu menatapnya dengan tajam membuat sang empu terkejut bukan main.


Dara membaringkan kepalanya di atas bantal lalu tidur tengkurap. Apa dia kira aku buta dan tidak mendengar semua yang dia katakan tadi?


"Bisakah kamu ulangi lagi apa yang kamu ucapkan pertama kali sampai terakhir?" bisikku.


Dia tak bergerak sama sekali membuat aku menoleh ke arahnya yang membenamkan wajahnya di atas bantal itu.


Aku menyentak tubuhnya membuat ia terlentang sementara aku menindih tubuhnya. Terlihat wajahnya memerah karena menahan napas.


"Apa maksud dari perkataan kamu tadi?" ucapku menahan amarah.


Matanya terlihat membesar ketika melihatku berada di atasnya. Tapi, sekarang ini aku tak peduli dengan kegugupan dan rasa ketakutannya.


"Apa kamu pikir aku tak pantas?" tanyaku lagi.


Hening.


Aku menatap matanya dalam membuat ia bertambah ketakutan berada di dekatku.


"Kumohon, jangan pernah mengatakan hal itu lagi. Kita sudah menikah dan kakak sudah sangat nyaman denganmu. Sulit untuk Kakak beradaptasi dengan orang dan suasana baru."


Aku memeluk tubuhnya dengan erat dan tubuh Dara bergetar hebat menandakan ia menangis. Mungkin saja ia menyesal karena telah mengatakan hal yang demikian.


***


Selesai salat subuh, aku memeluknya dari belakang yang tengah mengupas bawang merah, bawang putih, daun bawang dan seledri.

__ADS_1


Aku memintanya untuk membuatkanku telur dadar dan nasi horeng special buatannya.


"Kak, awas dulu. Aku susah mau bergerak," gerutunya.


Aku tersenyum puas akhirnya ia tak bida bertahan lama ketika aku memeluknya dari belakang.


Yang kutahu bahwa Dara orangnya sangat kegelian walaupun aku hanya menyentuh pinggangnya saja.


"Kamu mau ambil apa?" tanyaku menatapnya.


"Ambilin mangkuk di kabinet atas," pintanya. Bukannya aku mengambilkan mangkuk itu, melainkan aku mengangkat tubuhnya sehingga ia mengambilnya dengan tangannya sendiri membuat kami tertawa terbahak-bahak ketika melakukan hal itu.


"Ada lagi?" tanyaku lagi.


"Tidak," jawabnya.


Aku melepaskan pelukanku lalu memberinya waktu untuk memasak sementara aku duduk di kursi sambil membidiknya dari belakang.


Aku tak mengambil semua bagian dari tubuhnya, hanya beberapa senti saja karena Adnan tak memakai hijab.


[아침의 아침 식사는 평범한 메뉴이지만 요리사가 훌륭하다면. 맛을 포함하여 모든 것이 맛있을 것입니다. 내 아내 내 아이돌 내 공주 내 여자 친구 (사랑 이모티콘 + K


키스 이모티콘)]


Aku memasukkan foto tersebut ke dalam akun InstaGram serta memasukkan caption di sana.


Beberapa detik saja, sudah seribu orang yang memberi like dan berkomentar sekitar dua puluh lima orang. Aku tak melihatnya dan kembali menghidupkan airplane mode agar ponselku tak bergetar karena notifikasi.


Aku tak menandainya karena Dars tidak memiliki akun sosial media kecuali akun Google dan momor WhatsApp. Katanya percuma dan menghabiskan paket data, paket datanya cocok digunakan untuk menonton film dan mengirim pesan.


(Achim-ui achim sigsaneun pyeongbeomhan menyuijiman yolisaga hullyunghadamyeon. Mas-eul pohamhayeo modeun geos-i mas-iss-eul geos-ibnida. Nae anae, nae aidol, nae gongju, nae yeoja chingu (sarang imotikon + kiseu imotikon)


(Sarapan pagi ini hanya menu biasa, tapi jika yang masak luar biasa. Semuanya akan terasa luar biasa termasuk rasanya. My Wife, My Idol, My Princess, My Girlfriend (Love emoticon + kiss emoticon))

__ADS_1


Tak lama, Dara membawakan semangkuk nasi goreng yang masih panas dan sepiring telur dadar yang di atasnya dihiasi dengan sosis berbentuk love.


Aku tersenyum geli melihatnya. Ternyata dia bisa se so sweet ini.


"Ayo, dimakan. Kalau gak enak bilang aja, nanti--"


"Semuanya akan enak kok. 'Kan kakak suami kamu," ujarku seraya mengedipkan kedua mataku. Dara terkekeh melihatku lalu menyuapi mukutku dengan sendok.


"Hm, enak."


Aku berucap dengan mulut penuh. Sudah kubilang walaupun makanan itu tidak gosong dan matanya sempurna, semuanya pasti enak, pikirku.


Setelah selesai sarapan, aku memasang jas dan menekan tombol off untuk pagar rumahku.


"Jangan pernah keluar rumah, apalagi sampe keluar pagar. Tetap di rumah aja, jangan ke mana-mana. Kalau mau pergi bilang dulu sama kakak, nanti kakak jemput atau kakak suruh Cinta yang jemlutnya. Paham?"


"Iya," jawabnya.


"Kak," panggilnya membuatku menoleh ke arah Dara yang tengah duduk di bibir ranjang sementara aku tengah menata rambutku dengan gel rambut dan menyemprotkan air barbara agar tak kusut dan anti terpaan angin.


"Aturannya 'kan aku 3 hari lalu udah menstruasi. Tapi, kok masih belum ada tanda-tanda? Kemaren juga aku mual, gak enak kalau mau makan banyak."


Aku menghentikan akntivitasku yang tengah menyemprotkan air barbara di rambutku dan beralih menatap Dara.


Apa dia tengah hamil? Pikirku.


"Ayo, kita ke dokter. Mana tahu kamu sakit lagi."


Aku berjalan cepat menuju gantungan kunci lalu menoleh ke arah Dara dengan wajah yang sulit diartikan.


"Why?" tanyaku ketika melihat gelagatnya yang aneh.


Dara berlari ke kamar mandi dan terdengar suara bahwa ia mual dan memaksakan untuk mengeluarkan isi dalam perutnya.

__ADS_1


__ADS_2