Sahabatku Suamiku

Sahabatku Suamiku
Chapter 69.Datang Ke Paris


__ADS_3

Hotel Plaza Athenee adalah sebuah istana mewah yang terletak di Avenue Montaigne yang bergengsi di Paris.


Beberapa kamar menampilkan pemandangan Menara Eiffel.


Masakan di Hotel Plaza Athenee termasuk sarapan ala Amerika, hidangan Prancis gastronomi, spesialisasi khas Jepang, dan menu musim panas. Restoran hotel diawasi oleh koki Bintang Michelin, Alain Ducasse.


Hotel ini berjarak 300 meter dari Stasiun Metro Alma Marceau dan sejauh 15 menit jalan kaki dari Menara Eiffel.


Mr. Kyen menawarkan kamar Kamar Suite Prestige. Salah seorang yang menunggu kedatangan kami dari depan pintu kamar.


Ia memberikan sebuah kartu yang digunakan untuk membuka pintu kamar.


"Thanks," ucapku singkat dan ia tersenyum seraya meninggalkan kami.


Aku menempelkan kartu tersebut ke layar kecil ukuran kartu itu lalu pintu terbuka dengan sendirinya.


Aku menoleh ke arah Dara yang melongo melihat betapa canggihnya hotel ini.


"Ayo, masuk."


Aku merangkul pinggangnya, berjalan masuk ke dalam kamar yang gelap. Mataku tertuju pada sebuah sekat kecil yang terdapat di samping pintu.


Aku meletakkan kartu di sana dan hiduplah kamar kami. Kamar yang digunakan oleh Mr. Kyen yaitu kamar Suite Presidential, Berada di level atas.


Aku pun telah selesai membersihkan tubuh, aku melihat Dara yang tengah tertidur di atas ranjang super king size.


Tok ... tok ... tok ..


Aku berjalan menuju pintu dengan memakai kimono yang melekat di tubuhku.


"Ah, Mr. Kyen," sapa ku.


"Ayo, kita makan siang. Kalian pasti lapar," ucapnya.


"Ah, iya. Saya akan membangunkan istri saya."


"Baiklah."


Ceklek!


Aku menutup pintu kamar tak lupa menguncinya lalu berjalan menuju ranjang.


"Sayang ... sayang ... ayo, makan siang. Perut kamu lapar, 'kan?"


Aku menggoyang tubuh Dara ketika ia menggeliat seraya mengucek matanya.


"Mandi dulu, kakak tunggu. Tadi Mr. Kyen datang ke kamar kita untuk makan siang bersama."


Dara berjalan gontai menuju kamar mandi dengan rambutnya yang seperti singa.


Aku menggelengkan kepala melihat betapa lucunya dia ketika bangun tidur dengan wajah dan mata yang sembab ditambah dengan rambutnya yang kusut bak singa itu.


Setelah selesai, kami keluar kamar dan salah seorang karyawan datang pada kami.


Restaurant Guy Savoy, Monnaie de Paris," ucapnya.


****


Kami berjalan menuju restoran yang tak jauh dari hotel dan duduk di meja yang sudah dipesan oleh Mr. Kyen.


Beliau juga memesan menu makanan khas Perancis yaitu:

__ADS_1


-Beef Burguignon sejenis rendang yang berasal dari Sumatera Barat, Indonesia. Beef burguignon disebut-sebut sebagai hidangan paling lezat di Kota Mode.


Bahkan, banyak yang rela mengantri panjang demi mendapatkannya. Terbuat dari daging sapi yang mempunyai tekstur lembut.


Bukan hanya itu, ia juga direbus dalam anggur merah, sehingga cita rasanya lebih khas dan mewah.


Bumbu yang digunakan, yaitu bawang putih, bawang merah, jamur dan aneka rempah segar.


-Cassoulet


Sajian yang mirip kaserol ini terbuat dari sosis dan kacang putih yang dimasak dalam satu panci.


Cassoulet menyerupai sup, namun kuahnya lebih kental. Sebab, menggunakan berbagai bumbu dan rempah-rempah.


Karena kandungan lemak yang tinggi, satu porsi hidangan tersebut bisa membuat kekenyangan.


Ia paling pas disantap ketika musim dingin di depan perapian.


-Ratatouille


Terdiri atas bermacam-macam sayuran, seperti bay leave, thyme dan dedaunan lainnya.


Umumnya, sajian ini disantap bersama nasi, roti atau kentang. Tapi, sekarang sering dijadikan saus untuk pasta, dicampur dengan omelet dan masih banyak lagi.


Dulu, ratatouille merupakan makanan para petani miskin yang dihidangkan pada musim panas.


Isinya berupa courgette atau zucchini (sejenis mentimun), tomat, bawang putih, cabai merah dan cabai hijau.


-Croissant


Croissant sendiri berarti bulan sabit, yang mana menggambarkan bentuk kudapan tersebut.


Ia tersedia di berbagai toko roti, supermarket sampai hotel berbintang. Cita rasanya cukup bervariasi, mulai dari keju, coklat, almond dan sandwich.


Cocok sekali dinikmati bersama segelas teh atau kopi sembari bersantai di sore hari.


-Foie Gras


Ia tergolong sebagai makanan paling tua di Eropa, bahkan orang Bulgaria telah memasaknya sejak 20 abad yang lalu.


Bahan utamanya adalah hati angsa atau bebek yang dibuat pasta.


Proses pengolahannya bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari digoreng, dipanggang atau dibakar bersama saus khas Perancis sampai dicampurkan ke dalam sandwich.


Menghadirkan rasa yang lezat dan gurih karena diberi mentega. Saking nikmatnya, seporsi foie gras di restoran bintang lima dihargai hingga ribuan dollar AS.


-Bouillabaisse


Kuliner tersebut berasal dari Kota Marseille, Perancis. Diambil dari kata “bouillir” yang berarti rebus dan “abaiser” yang artinya kuah terbatas.


Jadi, makanan ini disebut bouillabaisse (dibaca buyabes) karena dimasak dengan cara direbus dengan kuah terbatas.


Bila belum tahu, bouillabaisse adalah semacam sup ikan.


Dulu, nelayan di Goudes, Marseille biasa memasak ikan hasil tangkapan mereka yang tidak laku dijual di pasaran dengan kerang dan air secukupnya.


Kini, ia menjadi salah satu hidangan yang paling diincar oleh para penggemar kuliner tradisional di Kota Mode.


Ikan disajikan secara terpisah dengan saus rouille serta roti panggang yang bisa ditambahkan ke dalam sup.


-Soupe a l’oignon

__ADS_1


Hidangan ini terbuat dari rebusan kuah kaldu sapi kental yang dicampur dengan potongan bawang putih.


Tidak sampai disitu, soupe a l’oignon juga dipresentasikan dengan suwiran daging ayam dan keju parut sebagai penambah cita rasa.


Bila dilihat dari kualitas dan nilai gizi, makanan tersebut berhak menyandang gelar sebagai kuliner terenak di dunia.


Meski telah diciptakan sejak jaman Romawi, sajian yang bernama lain sup bawang Perancis itu baru dikenal dunia internasional pada tahun 1960-an.


Bertepatan dengan hadirnya sejumlah investor yang memutuskan untuk membuka restoran Perancis di Amerika Serikat.


Tidak membutuhkan waktu lama, soupe a l’oignon berhasil menarik hati masyarakat dunia.


-Confit de Canard


Ini sangat cocok untuk Dara yang menyukai menu bebek. Bahan utamanya adalah kaki bebek yang dimatangkan selama 36 jam.


Untuk memperkaya rasa, diberi campuran bawang putih, garam dan thyme yang di Marina si selama 24 jam lebih supaya aromanya bisa terserap.


Kemudian, daging bebek bisa digoreng atau dipanggang sebelum dihidangkan bersama kentang dan bawang putih.


-Creme Brulee


Dessert alias hidangan penutup yang satu ini rasanya tidak mengecewakan. Sajian tersebut sebenarnya semacam custard dan diibaratkan seperti kue lumpur khas Indonesia.


Tapi, creme brulee terbuat dari campuran susu, vanila dan buah-buahan yang dimasak dalam oven.


Teksturnya lembut dengan rasa yang manis dan segar.


Setelah selesai makan siang, aku membawa Adnan untuk keliling kota Paris. Katanya ia ingin menyicipi es krim di sini.


Kami berpisah dengan keluarga Mr. Kyen. Sementara Alazka kembali ke hotel untuk beristirahat.


Adnan mulai menyicipi es krim La Fabrique Givree, merupakan yang teratas, ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan dan kisah persahabatan tiga pria muda dengan imajinasi yang tak terkendali dan cinta tanpa batas untuk es krim buatan sendiri.


Di Paris, La Fabrique Givree berlokasi ideal di jantung Latin Quarter, antara Pantheon dan Luxembourg Garden.


Kami beruntung bisa mencoba sorbet ceri yang lezat sementara rasa rahasia berikutnya. Tentu saja, kami tidak bisa melewatkan ini.


Tidak hanya itu, setiap scoop es krim atau sorbet lezat ini bisa ditambahkan topping kacang mete yang di karamelisasi atau kacang pecan.


Kualitas dan cita rasa yang luar biasa ini tidak hanya diakui oleh ulasan kami tetapi juga oleh pemandu restoran Perancis Gault & Millau yang bergengsi dan mereka berada dalam daftar produsen es krim artisan terbaik di Perancis.


Kami berkunjung ke toko es krim Lebanon yang unik ini atas rekomendasi teman-teman kami, penduduk asli kelahiran Paris.


Berlokasi nyaman di depan Pompidou Centre, dan dari saat pembukaan hingga sekarang selalu ada antrian orang-orang yang mau mencoba es krim yang paling lembut, seringan udara dan sangat lezat di Paris.


Ini benar-benar tempat untuk gourmet asli. Sejak 1936, keluarga Bachir telah memproduksi 100% bio-ice cream alami melewati pengetahuan unik dari generasi ke generasi.


Rasa khas Bachir adalah es krim yang dikocok dengan rasa kelopak mawar (petale de rose) dan krim susu dengan pistachio (creme de lait et pistache).


Tapi, rasa yang paling juara adalah Ashta: krim susu dengan bunga jeruk digulung dengan pistachio parut yang berlimpah. Jika diinginkan, Dara juga dapat menghias semua keindahan dan kelembutan ini dengan krim kocok buatan sendiri.


Montmartre adalah salah satu tempat paling populer bagi wisatawan atau bahkan bagi penduduk setempat untuk menikmati waktu luang mereka.


Karena perlu berjalan lebih banyak dibandingkan tempat wisata lainnya, Mungkin perlu gelato yang menyegarkan. Scaramouche adalah pilihan yang sempurna untuk kami.


Ini adalah toko gelato kecil di mana kami dapat menemukan rasa es krim yang unik. Pemiliknya merekomendasikan kami rasa khusus mereka sendiri yaitu lemony basil (hijau), kembang sepatu (pink), dan kumquat (kuning).


Jika seorang pelancong yang senang tantangan, disarankan untuk mencoba rasa yang sulit ditemukan di tempat lain. sedikit asam dan enak.


Ini adalah toko gelato kecil yang bisa dilewati sambil berjalan-jalan di sekitar area Montmartre.

__ADS_1


Di dekat stasiun metro Abbesses, ada dinding JE T'AIME yang terdiri dari frasa 'I love you' dalam berbagai bahasa.


Juga, dalam perjalanan ke Scaramouche, kami dapat menemukan pintu biru bernama Heritage Laulhere, di mana kami bisa mendapatkan baret Perancis asli untuk suvenir perjalanan kami di Paris.


__ADS_2