Sahabatku Suamiku

Sahabatku Suamiku
Chapter 55.Berangkat ke California


__ADS_3

PoV Author


Pukul 20.00 PT, Jong Ru telah selesai membersihkan diri. Ia mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil seraya duduk di ranjang memegang ponselnya.


[Gue akan pergi ke California. Untuk liburan saja, kita satu kamar ya.]


"Kenapa harus berkunjung, sih?" gumam Jong Ru mencebikkan bibirnya karena kesal.


[Terserahmu,] balas Jong Ru lalu menonaktifkan ponselnya. Ia berpikir bahwa Azlan tak boleh tahu perihal Dara berada di California.


Tapi, bagaimana ia harus menyembunyikan Dara dari Azlan . Apa dia perlu memberitahukan pada Dara ?


Jong Ru menggelengkan kepalanya. Ia tak boleh mengatakan ini pada Dara . Melainkan pada Yayuk.


"Astaga, bahkan nomor temannya pun gue gak punya," cicitnya.


Jong Ru bergegas menuju ke rumah Yayuk karena ia akan mengajak Dara ke acara festival sebelum pergantian tahun.


***


Azlan telah menyiapkan perlengkapannya. Besok pagi, ia akan mengurus surat-surat untuk berlibur di California.


Ada sesuatu yang tak mengenakkan untuknya?


"Ada apa?" tanyanya pada dirinya sendiri seraya memegang dadanya.


"Halusinasi aja kali," ucap Azlanmerebahkan tubuhnya di ranjang. Ia merasakan kehadiran Dara yang berada di samping ranjangnya.


Begitu banyak kenangan Dara padanya sehingga Azlan menganggap Dara selalu ada di sampingnya.


"Apa kau baik-baik saja?"


Azlan Memeluk boneka beruang yang dulu ia belikan untuk Dara . Parfum soft milik Dara melekat di boneka itu.


"Jika kita bertemu di suatu tempat nanti, aku akan membawamu ke Pulau Jeju, atau ke manapun."


"Selamat tidur Dara. aku mencintaimu."


Azlan memejamkan matanya seraya memeluk boneka beruang milik Dara. Baginya, jika Dara tak berada di sampingnya setidaknya boneka itu yang menjadi saksi bisu ketika ia kecewa dengan keputusan mereka bersama.


***


Jong Ru menatap Dara dalam ketika mereka berada di dalam mobil. Dipikirannya terbayang jika Azlan bertemu dengan Dara semenyara dirinya tengah menaruh harapan pada wanita yang masih berstatus milik Azlan.


"Are you okay?" tanya Jong Ru.


"I'm fine," jawab Dara menoleh ke arahnya dengan senyuman yang mampu membuat hatinya berbunga-bunga.


"Besok aku tidak bisa mengajakmu pergi, karena aku akan menemani temanku. Dia ingin mengunjungiku kemari," ucap Jong Ru tanpa mengatakan nama Reyndad.


"Ah, tak apa. Lagi pula, aku tak mengajakmu kok, Jong. Kamu aja yang menjemputku ke rumah," timpal Dara


"Hahah, kamu benar juga," sahut Jong Ru. Mereka turun dari mobil lalu seseorang memberikan karcis pada mobil dan pemiliknya--Jong Ru.


"Apa kita akan menaiki kora-kora itu?" tunjuk Jong Ru.


Dara menolak karena ia teringat ketika Azlan ketakutan menaiki wahana itu saat mereka berada di Indonesia.


"Baiklah, kita akan mencari makanan saja. Nanti jam 10 kita pulang."


Jong Ru membawa Dara untuk berjalan-jalan seraya menikmati makanan yang ia minta. Pukul 21.53 WIB, Jong Ru mengajak Dara untuk pulang karena suhu malam ini semakin dingin.

__ADS_1


***


Pagi ini, Azlan menikmati musim semi di Korea sambil lari pagi. Walaupun begitu, Azlan masih merawat bentuk tubuhnya.


Pukul 9 pagi, Azlan pamit ke California untuk mengunjungi Jong Ru. Silvia sempat menahan Azlan karena ia takut terjadi apa-apa dengan Azlan.


"Biarkan dia pergi, dia bisa menjaga dirinya," sahut Seok.


"Hati-hati ya," ucap mama yang diangguki oleh Azlan


Seok mengantar Azlan ke bandara Incheon menuju bandara Amerika serikat dengan jarak 10.751 km dengan kecepatan 500 km / jam dan memakan waktu sekitar 21 jam 30 menit.


Azlan mendudukkan tubuhnya di kursi penumpang bagian bisnis.


"What would you like to order, sir?" tanya pramugari padanya.


*Anda mau pesan apa, Tuan?*


Azlan menoleh.


"Orange juice, milk and pasta," jawab Reyndad.


*Jus jeruk, susu dan pasta.*


"Okay, wait a minute, sir."


Ia berjalan ke belakang untuk menyiapkan pesanan Azlan .


"Hello, where are you from?" tanya seorang laki-laki paruh baya yang duduk di sampingnya.


*Halo, kamu dari mana?*


"Oh, halo. I'm from Korea, I work in Indonesia," jawab Azlan seraya berjabat tangan dengannya.


"Wow, nice to meet you."


"Nice to meet you too."


"Sorry, this is your order, sir."


Pramugari itu meletakkan nampannya di atas meja yang berada di depan Reyndad.


"I eat first because this stomach needs to be filled," ujar Azlandiselingi dengan kekehannya.


*Saya makan dulu karena perut ini butuh diisi.*


"Hahaha, Please. I order the same food with this young man." Pria itu berucap pada pramugari itu.


*Hahaha, silahkan. Aku pesan makanan yang sama dengan pemuda ini.*


"What is your name young man?"


"My name is Azlan ....Seok, just call Azlan "


*Siapa namamu anak muda?*


*Namaku Azlan...Seok, panggil saja Azlan*


"Introduce, my name is William."


William tersenyum ke arah Azlan.

__ADS_1


*Perkenalkan, namaku William.*


"Excuse me sir, this is the food," ucap pramugari meletakkan nampan di depan William.


*Permisi tuan, ini makanannya.*


"Thank you."


Pramugari itu berjalan meninggalkan mereka.


"Come on, let's eat first." William berucap seraya menyuapi dirinya.


*Ayo, kita makan dulu.*


Setelah selesai, pramugari membereskan makanan mereka. Banyak pengalaman William selama ia berbisnis di California. Mereka saling bertukar pendapat.


William cukup takjub dengan Azlan yang masih muda bisa mengembangkan bisnis propertinya di negeri orang dan sekarang ia sedang dilanda merana akibat Dara meninggalkannya.


"Pray to God. He determines the path of our destiny. If you are matched, you will meet," ujar William seraya menepuk bahu Azlan untuk menguatkannya.


*Berdoalah kepada Tuhan. Dia yang menentukan jalan takdir kita. Jika kalian berjodoh, kalian akan bertemu.*


"Yes, I always think about it. Even when I eat and do activities. It feels so disappointed when I just let him go from the house. In fact, he didn't even have any money," kata Azlan seraya menyeka air matanya.


*Iya, aku selalu memikirkan tentangnya. Bahkan ketika aku makan dan beraktivitas. Rasanya sangat kecewa ketika aku membiarkannya pergi dari rumah begitu saja. Bahkan, dia tak membawa uang sedikit pun.


"Lucky you, son. I've been left by my wife forever. Even I can't see it in this world. You know, I can only pray when I miss him. You're still lucky, take care of him when you meet later. The woman should be pursued, not chased."


*Kau beruntung, nak. Aku sudah ditinggal istriku untuk selamanya. bahkan aku tidak bisa melihatnya di dunia ini. Kau tahu, aku hanya bisa berdoa ketika aku merindukannya. Kau masih beruntung, jagalah dia baik-baik ketika kalian bertemu nanti. Perempuan itu harus dikejar, bukan mengejar.*


"I've been trying to find it. even I feel like giving up when I don't find him."


*Aku sudah berusaha mencarinya. bahkan aku merasa ingin menyerah ketika aku tak mendapati dirinya.*


"Effort does not betray results. You still have plenty of time to find it. The important thing, take care of your heart for your wife. Then he will guard his heart for you."


*Usaha tak mengkhianati hasil. Kamu masih punya banyak waktu untuk mencarinya. Yang penting, jaga hatimu untuk istrimu. Maka dia akan menjaga hatinya untukmu.*


Azlan menganggukkan kepala mengerti.


Mereka mulai hening memikirkan hal masing-masing.


Di lubuk hati Azlan, ia sangat ingin Dara kembali ke dalam dekapan hangatnya. Azlan sangat mencintai wanita itu.


'Jangan perbah berubah, honey. Jika kita bertemu, aku akan membawamu pulang,' batin Azlan menutup matanya.


Perjalanan mereka memakan waktu yang sangat lama.


***


Sampainya di Bandara Internasional Hartsfield-Jackson Atlanta, Amerika Serikat, Azlan menelfon Jong Ru untuk menjemputnya. Azlan mengirim lokasi dan alamat.


"Omo, mesijileul seonbullo jibulhaneun geos-eun neomu bissabnida," gumam Azlan .


*Astaga, mahal sekali prabayar pesannya.*


Pasalnya, ia mengisi paket dan pulsa di ponselnya sekitar 2,5 juta.


Ping!


[Oke!]

__ADS_1


Jong Ru membalas pesannya.


Azlan menunggunya di lobi penerbangan sebelum mendapatkan pesan dari Jong Ru ketika ia telah sampai di bandara.


__ADS_2