
PoV Author
Yayuk yang mendengar suara pria di depan rumahnya, langsung meninggalkan masakannya di dapur lalu berjalan keluar.
Yayuk membesarkan matanya melihat kejadian di mana Azlan--suami sah Dara tengah menangis sambil bertekuk lutut dan memeluk kaki Dara.
Yayuk menyembunyikan dirinya di balik tembok lalu mendengar ucapan Azlan.
"I've never cut you, Dara. You were before. Since that incident, you have lived in your brother, right? Then you also invite us to part. Brother had refused, but you stubbornly asked for it," ucap Azlan
(Aku tidak pernah menorehkan luka padamu, Dara. Kamulah sebelumnya. Semenjak kejadian itu, kamu mendiami kakak 'kan? Lalu kamu juga mengajak kita untuk berpisah. Kakak sempat menolak, tapi kamu dengan keras kepalanya meminta hal itu.)
"I had time to think in your way at that time, I who was already emotional can only follow my anger. I'm afraid to make you hurt, but whatever, if you continue to be by my side in this condition I also feel bad. You know, I miss you so much. Missing our memories together, why are you doing this to me Dara, why? I feel so guilty for not being able to take care of you and be responsible for you."
(Aku sempat berpikir dengan caramu waktu itu, aku yang sudah emosi hanya bisa mengikuti amarahku. Aku takut membuat kau terluka, tapi apalah daya, jika kau terus-menerus berada di sisiku dalam kondisi yang seperti ini aku juga merasa bersalah. Kau tahu, aku sangat merindukanmu. Merindukan kenangan kita bersama, kenapa kau melakukan ini padaku Dara, kenapa? Aku merasa sangat bersalah tak bisa menjagamu dan bertanggung jawab terhadap dirimu.)
Yayuk menutup mulutnya ketika mendengar pengakuan dari Azlan. Berbeda dengan Dara yang bicarakan dulu.
Dara mengatakan bahwa ia pergi dari rumah karena Azlan menolaknya untuk berpisah.
'Apa yang harus kulakukan?' batinnya. Ia menghirup ada bau gosong di dapur.
"Masakanku," gumam Yayuk mematikan kompor.
Daging sapi yang ia jadikan stik sudah berubah menjadi warna hitam dan tidak bisa dimakan lagi.
***
"How many times do I want to tell you. Don't ever see me again, I didn't hear everything!" teriak Dara.
Mungkin perdebatan mereka dapat di dengar oleh tetangga di rumahnya.
"I know you must be lying, right, honey? I know you must be missing me again. I know it, I feel it." Azlan berucap.
Kini ia telah berdiri di hadapan Dara dengan wajah yang merah padam dan pipinya basah oleh air matanya sendiri.
(Mau berapa kali harus kukatakan padamu. Jangan pernah temui aku lagi, aku nuak mendengar semuanya!)
(Aku tahu kamu pasti bohong 'kan, sayang? Aku tahu kamu pasti merindukanku lagi. Aku tahu itu, aku merasakannya.)
Azlan memeluk Dara tanpa adanya pemberontakan dan penolakan dari sang empu.
Dara menutup matanya merasakan kehangatan yang dulu ia rindukan beberapa tahun lalu.
Ia juga memikirkan tentang Azlan , Cinta, mama, papa, ibunya dan Chaca. Dara dulu merasa menjadi manusia paling bodoh di dunia karena ia meninggalkan keluarganya sendiri.
Bahkan ia mengira bahwa ia lebih baik mati dan tak melihat keindahan dunia lagi, saat Azlan tak kunjung mencarinya ke California.
__ADS_1
Sekarang, semuanya sudah jelas. Azlan sangat menginginkan dirinya dan terus mendesak dirinya agar ia segera pulang ke rumahnya dulu.
"Ini sudah larut, pulanglah. Aku juga ingin istirahat," ucap Dara seraya melepaskan tangan Azlan yang memeluk kakinya.
"Bisakah kakak nginap di sini?"
Mata Dara secara tak sadar terbelalak kanget dengan keinginan Azlan.
"Kita sudah bercerai, tidak bisa tidur seranjang," tolak Dara.
"Kata siapa? Itu permintaanmu, bukan kakak. Kakak hanya mengusirmu saja, kakak juga gak kasih kamu surat cerai."
Deg.
Benar juga, pikir Dara. Tapi, Dara dengan cepat menggelengkan kepalanya sambil menjernihkan pikirannya dari Azlan
"Kenapa?"
"Pulanglah, ini bukan rumah Anda."
Dara yang hendak menutup pintu rumah ditahan oleh Azlan.
"Apa salahnya? Kita ini masih sah."
Azlan menyelonong masuk ke dalam rumah milik Yayuk. Yayuk yang tengah makan di dapur, hanya bisa melongo melihat Azlan yang berjalan santai ke wastafel dapurnya.
"Who are you?"
(Kamu siapa?)
(Saya teman Dara--istrimu, Yayuk. Saya yang membawanya kemari karena saya sangat merasa kasihan dengannya. Saya dulu membawa Dara reunian ke sebuah kafe yang menghabiskan uang 10 juta.)
Mereka berjabat tangan singkat, lalu Azlan mengucapkan terima kasih karena telah memberikan Dara kehidupan di rumahnya dengan sangat layak.
"Ayo, tidur. Di mana kamarmu?" tanya Azlan tiba-tiba.
"Atau kamu mau ke hotel kakak aja?"
Dara dan Yayuk hanya bisa melongo karena Azlan terlalu open.
"Ke hotel aja, Ra. Biar aku yang jaga rumahku, kamu 'kan sudah ketemu sama suami kamu."
Yayuk mendorong Dara ke arah Azlan berdiri seraya berkacak pinggang.
"Baiklah, kajja."
Azlan menarik Dara . Tapi, ia kembali berhenti.
__ADS_1
"Berapa nomor rekeningmu?"
"Ha?"
"Berapa nomor rekeningmu? Biar saya yang mengirim beberapa uang ke rekeningmu sebagai tanda terima kasih karena kamu telah merawatnya dengan sangat baik," terang Azlan.
"Benarkah?"
Azlan menganggukkan kepala sambil tersenyum pada Dara dan Yayuk.
Yayuk menulis nomor rekeningnya di sebuah kertas kecil lalu memberikan pada Azlan..
"Besok akan saya transfer. Tengan saja."
"Iya, hati-hati."
Dara dan Yayuk melambaikan tangan saat Dara hendak memasuki mobil milik Marx yang digunakan Azlan.
"Beli mobil?" tanya Dars saat mereka di perjalanan menuju hotel berbintang yang dihuni Azlan.
"Punya Marx, orang suruhanku."
Dara hanya diam.
***
Sesampainya di hotel The Ritz Carlton California, Dara sangat terkagum-kagum dengan hotel mewah ini.
Azlan menarik tangannya menuju lift, tapi sebelum itu Azlan memesan makan malam untuk mereka.
Ting!
Pintu lift terbuka.
Azlan menarik dirinya menuju kamar yang bernomor 208.
Ceklek!
"Ayo, masuk," ajak Azlan
Adnan lebih dulu memasuki kamar Azlan benar-benar mewah.
"Ini sangat mewah sekali, apa uang kakak gak menipis?" tanya Dara khawatir.
Kamar yang ditempati Azlan dengan sudut yang luas ini memiliki jendela tambahan untuk banyak cahaya alami.Maksimum 4 tamu, dengan maksimum 4 dewasa.Ranjang: 1 super-king Luas kamar: 51 m²
"Sarapan tersedia seharga Rp 439.198 per orang, per malam," terang Reyndad.
__ADS_1
Dara melongo mendengar harganya.
Sorry for typo 🙏🙏