
"Ayo."
Dara dan Cinta melepaskan pelukan mereka. Dara menatap Azlan berdiri di ambang pintu dapur, ia menghapus air mata yang membasahi pipinya dengan kasar lalu menganggukkan kepala. Mama dan Cinta melepas kepergian mereka sampai ke gerbang rumah.
🦋🦋🦋🦋
Di perjalanan, Dara hanya diam tanpa sepatah kata, sementara Azlan juga diam harus memulai pembicaraan mereka dari mana.
"Apa rumahnya jauh?"
Azlan menatap Dara sekilas sambil tersenyum tipis.
"Tidak. Cuman 65 menit sampai. Tapi, kalau ke kantor butuh waktu 20 menit aja," jawab Azlan.
Dars kembali diam dan memfokuskan pandangannya ke depan.
Sampai di Rumah Baru
1 jam kemudian, mobil BMW hitam itu berhenti tepat di depan gerbang yang menjulang tinggi. Di sana ada sebuah istana berwarna putih berlantai 3.
Azlan turun dari mobil untuk membuka gerbang dan kembali masuk ke dalam mobil. Mobil tersebut bergerak tepat di depan rumah.
"Ayo."
Azlan turun lalu membuka bagasi mobil untuk mengeluarkan koper mereka, sementara Dara hanya bisa diam sambil memuji kemewahan rumah ini seperti di cerita dongeng, novel-novel dan webtoon.
"Beneran ini rumahnya?"
Azlan menganggukkan kepala lalu menaiki 5 lantai menuju teras rumahnya. Dara terkagum-kagum dengan kemewahannya.
Ceklek.
Pintu terbuka, Azlan masuk ke dalam rumah lalu Dara mengikutinya di belakang. Mereka kembali menaiki kamar yang ada di atas. Hanya dua kamar saja di lantai atas.
"Ini kamar kita." Azlan meletakkan kopernya di samping pintu kamar lalu merenggangkan otot bahunya yang terasa kaku akibat mengangkat koper.
"Cantik banget," gumam Dara yang dapat didengar oleh Azlan.
"Kamu suka?"
Daramenganggukkan kepalanya. Kamar ini lima kali lebih besar dari kamar Azlan. Kamar ini dicat berwarna putih. Tirai jendelanya sangat mewah, meja rias juga cantik dan besar, ada televisi di dalam kamar ini, lemari pakaiannya terdapat 7 pintu yang terbuat dari kayu jati.
__ADS_1
Azlan menggantinya yang lebih baik dan bagus.
"Kenapa pintunya bisa sebanyak ini?" tanya Dara membuat Azlan terkekeh pelan dan dengan gemasnya ia mengacak-acak kepala sang istri yang dibalitu jilbab instan diikat ke belakang.
"Gak apa-apa. Kamu bisa simpan barang-barang ping berharga di sana," jawab Azlan berjalan ke ranjang dan menghempaskan tubuhnya di sana. Sementara Dara berjalan menuju pintu yang terletak di sudut ruangan.
"Ini kamar mandi," monolognya. Ia melihat ada sebuah lemari kaca. Bukan, ini tempat mandi yang hanya dilapisi kaca dan di sana ada shower yang tertanam dan ada juga di gantungan besi.
Kaki mungil itu menyentuh lantai granit abu-abu, kamar mandi ini dilapisi dengan keramik berwarna coklat tua menambah kesan mewah.
Dara melihat sebuah bath up yang berisi air dan kelopak mawar merah, toilet duduk dan jongkok dan sebuah wastafel yang sama persis di kamar Azlan.
Dara mengeluarkan kepalanya dari pintu kamar mandi, ia menatap Azlan yang sudah tertidur pulas di atas ranjang.
"Keliling rumah juga gak apa-apa 'kan," monolognya. Dara keluar dari kamar dan menuruni anak tangga dengan lantainya terbuat dari kayu. Rumah ini sangat berbeda dari rumah lain. Hanya kamar mandi saja berlantai keramik.
Matanya tertuju pada 5 pintu kamar di dekat ruang televisi. Apa Azlan akan membuat panti? Pikirnya.
Dara masuki bilik dapur, sangat anggun dan cantik. Ada mini bar dan meja makan yang sangat luas. Tapi, mereka hanya tinggal berdua, kenapa Azlan berlebihan sekali? Matanya tertuju pada pintu, ia membuka kuncinya dan ada sebuah pintu trali juga. Azlan sangat memperhatikan keadaan rumah ini yang jauh dari jalan raya.
Ia melihat sebuah kolam berenang dan beberapa pot buka berbagai ukuran dan desain.
Ia kembali masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu tralinya. Ia sangat ingin tahu dengan keadaan rumah di lantai atas.
"Wah." Dara menatap kagum di sini, ternyata rooftop yang sudah disiapkan Azlanuntuk rapat atau hal lain. Mungkin saja.
Di sini, Dara bisa merasakan angin yang menerpa wajah dan jilbabnya. Walaupun matahari terik, tapi di sini banyak pepohonan. Ah, sangat nyaman dan tenang.
🐥🐥🐥🐥🐥
Azlan terbangun dan melihat pintu kamar mandi tertutup rapat, sementara pintu kamarnya terbuka lebar. Ia bangun dari ranjang lalu menuruni anak tangga menuju dapur dan halaman belakang yang luas.
Tidak ada.
Ia mulai berpikir bahwa Dara ada di rooftop. Benar saja, gadis itu sedang menikmati angin yang menerpa dirinya. Azlan memeluknya dari belakang dan meletakkan dagunya di bahu mungil gadis dan istrinya itu.
"Kaget tahu, gak!" cetusnya. Azlan hanya diam menikmati angin yang menerpa mereka berdua dengan lembut.
"Di sebelah sana itu bagian barat, kamu bisa liat sunset di sini," tunjuk Azlan.
"Kalau jendela kamar kita menghadap ke arah matahari terbit," sambungnya.
__ADS_1
"By the way, rooftop ini buat apa?" tanya Dara tanpa melepaskan pelukan Azlan.
"Untuk dinner kita, untuk rapat, untuk waktu kita berdua atau untuk tempat bermain anak-anak kita nanti."
Blush.
Pipi Dara terasa panas, bisa-bisanya Azlan membicarakan tentang anak membuatnya malu dan blushing (merona).
"Kok malah blushing, sih?" Azlan menatap pipi Dara yang seperti kepiting rebus.
"Gak, biasa aja." Dara berjalan ke pinggir lalu menyandarkan tangannya di trali yang setinggi dada itu.
"Gitu aja malu."
"Udah ah, kalo kamu lama-lam berjemur, nanti hitam." Azlanmenarik tangan Dara masuk ke dalam rumah.
"Kenapa lantainya di kasih kayu?"
"Saya mau rumah kita ini bernuansa ala-ala Korea," jawab Azlan .
"Dulu juga di keramik, tapi saya mau ganti jadi lantai kayu yang tahan. Hanya rooftop, kamar mandi dan teras saja yang diberi keramik," sambung Azlan .
"Kamu pernah makan kimchi?"
Dara menggelengkan kepalanya. Untuk pertama kali ia mendengar masakan dan namanya yang terdengar aneh di telinganya. Azr tersenyum ia kemudian membuka kulkas lalu mengeluarkan kubis, lobak putih, wortel, daun bawang, bawang putih, halia, bawang holland, chili Flakes, tepung beras, gula, air, saus ikan.
Ia mulai memotong kubis panjang dalam size kecil, memanjang lalu kubis dengan garam, gaul dan membalikkan di setiap 30 menit, selama 2-3 jam.
Azlan mulai memasak bubur, mulai mendidihkan air bersama tepung beras dengan api perlahan hingga mendidih. Ia mengaduk-aduk sampai masak, masukkan gula dan tunggu hingga mendidih. Ia mulai mematikan kompor dan mendiaminya.
Tangan kekar itu mulai memotong tipis bahan-bahan lobak putih, wortel dan daun bawang. Ia mulai mengkisarkan 1 cawan bawang putih, 1 inci halia, 1 biji bawang holland bersama 1 cawan sos ikan.
Setelah 2 jam, ia mulai membersihkan kubis dengan air sebanyak 3 kali untuk membuang sisa-sisa air garam. Tapis sehingga tidak asa air yang tersisa.
Untuk kimchi paste, ia mencampurkan bahan no 3 dan 5, dan gaulkan bersama 2 cawan chili flakes.
Azlan menyatukan kimchi paste bersama bahan2 irisan. Kemudian campurkan dengan kubis yang telah ditapis hingga rata.
Bisa dicoba ya resepnya dari saya sendiri.
Jangan lupa vote dan subscribe saya.
__ADS_1