
Ke esokan harinya fuji telah siap untuk berangkat ke sekolah dan sedang menunggu jemputan dari vano.
"aih tumben belum berangkat?"tanya lorenta yang melihat anaknya masih duduk di gazebo depan pintu
"masih nunggu jemputan dari vano" jawab fuji yang di angguki paham oleh lorenta
"banyak banget bekal mu" tanya lorenta sambil ikut duduk menemani anaknya menunggu jemputan
"ohh buat anak-anak, itung-itung traktiran buat ultahku kemarin" jelas fujian
"tenang... lauknya make uang ku semua" lanjut fujian yang melihat ekspresi tidak setuju dari ibunya itu
*TINN TINNN
"aku berangkat dulu ma assalamualaikum " pamit fujian sambil menghampiri devano yang sudah ada di depan pagar
"iya udah sana hati-hati" sahut lorenta
"maa vano berangkat,assalamualaikum " teriak vano dari luar pagar sebelum berangkat
"iya no, hati-hati yaa, Wa'alaikumsalam " sahut lorenta sambil menatap kepergian anaknya
"van lu tau ga sih" ujar fujian saat di tengah-tengah perjalanan
"kaga" jawab vano singkat
"ish dengerin dulu,si mama tu lhoo dari dulu sampai sekarang sifat perhitungan nya kaga ilang-ilang,selaluuu pelit kalau soal duit" ujar fujian
"perangai manusia emang susah di ubah ji" jawab vano
"tapi kan ga gitu juga van,mama ku tuh pelit bin politiknya tuh another level tau,sampe sebel sendiri aku,semenjak dia tau aku kerja sendiri itu lhoo udah lepas tanggung jawab ke aku" lanjut fujian
"ambil positifnya aja ji,berarti mama mu percaya kamu udah bisa ngurusin diri kamu sendiri,udah gausah di pikirin" jawab vano menasihati fujian
...****************...
Sesampainya di sekolah fuji langsung masuk ke kelas karena bell sekolah sudah berbunyi,kini mereka melaksanakan pembelajaran mereka dengan tenang hingga jam istirahat tiba
*KANTIN
"nih, buat kalian" ujar fuji sambil membagikan bekal yang ia bawa ke sahabatnya
"widihh makasih fujiii" ujar mereka excited lalu membukanya
"lu seriusan ngasih ini ke gua?" ujar azka setelah melihat isi bekal dari fuji
kotak bekal azka
Kotak bekal devano
Kotak bekal violetta
kotak bekal fuji
"iya.. kenapa?" tanya fujian
"gini amat anying,little strange and disgusting" ejek azka sambil melihat bakal itu dengan tatapan jijik
__ADS_1
"tapi itu aku bikinnya make hati lho.." ujar fujian kecewa
"yakali anjirr gua makan muka orang full nanah begini better punya vano sama letta" sahut azka
"itu suwiran ayam yang di bumbuin ka.. enak lhoo mana punyamu paling banyak sendiri di makan dong" bujuk fuji
"kaga mau,walau lauknya banyak pun tapi nasinya kek gini ogah banget njing,mana dagingnya medium rare lagi"tolak azka penuh judge
"tapi kan kamu suka" bujuk fuji
"suka sih iya, tapi yang ga di potong,lah ini apaan anjirr kaga nafsu gua makan ini" ujar azka men judge makanan dengan ekspresi jijik
/se menjijikan itu yah/ batin fuji sambil terdiam
"yaudah maaf deh kalau buatanku sampe bikin kamu ga nafsu makan,sini biar aku masukin lagi ke tas" ujar fujian mengalah lalu pergi ke kelas untuk menaruh kembali bekalnya dan azka.
"tinggal makan apa susah nya sih? menye-menye amat jadi laki,lagian itu makanan,ga baik lu judge sampe segitunya" omel devano sambil menyantap makanan fuji
"tapi ya gak gini juga bentukannya van" bantah azka
"tapi itu fuji bikinnya make effort ka,gua yakin itu dia sendiri yang masakin buat kita semua,dia juga yang susah-susah ngehias sambil berharap kita ketawa ama hasilnya,bukan malah lu judge habis-habisan kek gini" jelas violetta yang membuat azka menyadari kesalahannya
/gua emang salah sih,tapi ogah banget gua ngakuin kesalahan gua di depan dua manusia nyebelin ini/ fikir azka terdiam
"akhh bodo amat lah" ujar azka sambil melenggang pergi meninggalkan mereka.
...****************...
Sesampainya di kelas fuji langsung memasukkan bekalnya dan azka kedalam tote bag dan duduk termenung.
"kayanya gua emang keterlaluan deh ke azka" gumam fuji merasa bersalah
"tapi kan harusnya si azka gausah nge judge sampe segitunya juga" lanjut fuji yang sedang berdebat dengan dirinya sendiri
"bodolah males gua" ujar fuji lalu menempelkan pipi nya dimeja dengan berbantalkan lengannya dan dengan perlahan ia pun terlelap.
suara tumpahan air yang membasahi tubuh fuji sekaligus membuatnya terbangun dari tidurnya
"ups... maaf yah aku ga sengaja,tanganku licin" ujar celine dengan ekspresi di buat-buat
"ck" decak fuji kesal sambil berdiri dan hendak menjauh,
saat akan berjalan, Celine dengan sengaja menghadang kaki fuji hingga membuat fuji terjatuh.
"aduhh fuji kamu gapapa?kayanya kamu masih ngantuk deh hahahaha RASAIN" ujar celine penuh drama namun fuji masih tak memperdulikan dan hendak pergi
melihat targetnya yang akan pergi Celine dengan sigap mencengkram tangan fuji agar berhenti.
"lepasin ga?" ujar fuji dingin
"kalo ga kamu ngapain?" ujar celine menantang,karena sudah bad mood dan malas untuk meladeni, fuji mengibaskan tangannya dengan kuat hingga cengkraman celine terlepas begitu saja.
"awww sengaja ya lu!" rintih celine namun tak di hiraukan oleh fuji
"lho ji kamu kenapa?" tanya azka yang baru saja datang sambil membawa tiga batang coklat
"gak kenapa-napa" jawab fuji sambil terus melangkah menuju toilet
"mana ada ga kenapa-kenapa,kamu abis di bully?" tanya azka khawatir
"kaga,dia nya aja yang caper ke gua" ujar fuji
"ta-" ujar azka yang terpotong oleh fuji
"lu mau ngikutin gua sampe toilet?" tanya fuji menyela Kalimat azka
__ADS_1
"engga, tapi nih make baju gua dulu sementara,gua ambilkan jaket gua bentar di kelas" jawab azka seraya melepaskan seragam putihnya lalu pergi.
Melihat temannya yang sudah menjauh kini fuji masuk kedalam toilet perempuan dan segera membersihkan dirinya dari noda jus naga itu,
"untung gua selalu make daleman selutut" ujar fujian setelah selesai membersihkan diri
"sumpah mood gua hancur banget hari ini ya tuhan" gumam fujian sambil melenggang pergi keluar toilet sambil membawa seragam kotornya, baru saja keluar dari pintu toilet fuji sudah di mendapat guyuran dari air bekas pel lantai
"WHAT THE F*CK,apa-apansih kalian?" umpat fuji yang sudah kehilangan kesabarannya
"ehh ada orang ya,maaf... Tadi kukira ga ada orang hahahaha" ujar celine mengejek
/sial banget sih gus hari ini,sumpah males banget gua ngeladenin ni setan ya allah../batin fuji
"bisa stop gangguin gua ga?" ucap fuji kesal sambil melenggang pergi
"eitss mau kemana?" cegah celine sambil menarik rambut fuji agar kembali ke posisinya semula
"LEPASIN!?" pekik fujian
"hah?apa? Lepasin?setelah lu merebut semua perhatian devano dari gua, lu bilang lepasin? MIMPII!!" ujar celine penuh amarah
"sejak kapan gua merebut perhatiannya vano? Gua ga pernah ngerebut perhatiannya,lunga aja yang ga berarti buat dia" ujar fuji menohok
"BA**SAT LU FUJI" umpat celine sambil menginjak kaki fuji yang kemarin terkena paku pines
"ssshhh" desis fuji kesakitan
"sebelum elu ngejauh dari vano jangan harap gua berhenti nge bully elu,cuih" sambung celine sambil meludahi wajah fuji
/ya allah.. Berikan hamba kesabaran ya Allah... Sabar fuji sabar... Demi berjalannya rencana jangan ngelawan fuji,sabar/ batik fuji berusaha meredam amarahnya sebisa mungkin
"heh.. Bahkan jika gua ngejauh dari vano,masih ada letta yang bakal jadi penghalang buat lu,apa lu mampu ngelawan letta?" ujar fujian mengompori celine
"heh.. siapapun orangnya,selama dia menjadi penghalang buat aku mendekati vano,akan gua musnahkan orang itu,apapun konsekuensinya " jawab celine
"ck ck ck buta lu" umpat fuji
"CINTA MEMANG BUTA FUJI!!" teriak celine sambil mendorong fuji keras hingga terjatuh,lalu bergegas mengunci fuji di toilet sendirian.
tanpa celine sadari,sedari tadi azka secara diam-diam merekam kejadian dari awal hingga akhir pembullyan tersebut,setelah celine menjauh dari toilet kini azka membukakan pintu untuk fuji.
"lu gapapa ji?" tanya azka khawatir sambil memakaikan
"gak sama sekali" ujar fuji gemetar menahan amarah yang bergemuruh
"sumpah gua dari awal di siram itu udah pengen banget menghajar si jal*ng itu" ujar fujian sambil menggertakkan giginya
"sabar ji.. Sabar... inget kita kompak milih main bersih jadi harus sabar,biar dia kena karmanya,lagian gua udah nge video semua kejadian itu" ujar azka menangkan fuji
"udah yok keluar kita hari ini pulang lebih awal,para guru rapat di luar soalnya" jelas azka sambil menuntun fuji keluar dari toilet
"pantesan si celine berani nge bully gua terang-terangan di toilet yang sering di pake ini" ujar fuji yang di iyakan oleh azka
"btw maaf yah soal bekal tadi" ujar azka pelan
"iya" jawab fuji
"di maafin kan?" tanya azka
"iya.." jawab fuji lagi
"di maafin beneran kan?nih aku sampe beli coklat buat permintaan maaf ku ke kamu" ujar azka membujuk fuji
"iyaa azka setan Dewantaraaaaa,gua udah maafin eluuu " ujar fujian nge gas
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...