
Azlan menunggu Jong Ru sambil memainkan ponselnya. Ia berselancar di aplikasi instagram ketika ia memposting jari manis milik Dara yang terselip 3 buah cincin pernikahan dan 2 buah cincin mahkota dan berlian darinya dengan caption 'bogoshipda'.
Banyak komentar dari nitizen yang merasa kecewa, patah hati dan karyawan yang turut mmendoakan Azlan gar tetap langgeng bersama Dara.
Azlan jarang sekali mengumbar kemesraan mereka. Walaupun Azlan memposting hanya dua postingan tanpa mengumbar wajah Dara.
Tin!
Azt menoleh ke arah mobil BMW silver lalu keluarlah Jong Ru. Azlan Segera menenteng kopernya seraya berlari kecil ke arah mobil Jong Ru.
"Sudah lama?" tanya Jong Ru sekedar basa-basi.
"Ya, sekitar tiga puluh menit dua puluh dua detik lalu," jawab Azlan Dihadiahi kekehan oleh Jong Ru.
"Kajja."
Jong Ru masuk ke dalam mobilnya lalu diikuti oleh Azlan Jong Ru mengajak Azlan ke hotel yang ia tempati. Walau tak terlalu mahal, tapi jika dilihat dari segi makanan memang sangat elegan dan profesional.
"Ah, capek."
Azlan menghempaskan tubuhnya di ranjang.
"Yak! dangsin-eun baboibnida. meonjeo mom-eul ssis-eun da-eum chimdaee nubseubnida. najung-e deoleowojin chimdae, babo!" teriak Jong Ru."
(Hei! Kau bodoh. Bersihkan tubuhmu dulu baru berbaring di ranjang. Nanti ranjangnya kotor, bodoh!)
Azlanmemutar bola matanya jengah.
"Pigonhamyeon tto mwol hal su issni, Jong Ru."
(Kalo udah capek mau gimana lagi, Jong Ru.)
Azlanmenutup matanya.
Jong Ru langsung menarik tangan Azlan hingga ia jatuh ke lantai hotel yang sangat dingin.
"Aish! Dangsin-eun dong-ilhabnida. Jeongmal kkaekkeus haeyo. ne, syawoleulhaessseubnida. Sopa-eseo jago sipji anh-ayo," ucap Azlan seraya bangkit.
(Kamu sama aja. Sok bersih banget, sih. Iya, aku mandi. Aku gak mau tidur di sofa, ya.)
"Dodaeche mueos-i!" teriak Jong Ru ketika pintu kamar mandi sudah tertutup rapat.
(Terserah!)
Selesai membersihkan tubuh, Azlan membaringkan tubuhnya di ranjang. Ia melirik ke arah Jong Ru yang tengah mabuk karena habis meminum alkohol.
Udara di California cukup dingin sehingga Jong Ru mematikan pendingin ruangannya.
Wajahnya memerah, ia berjalan gontai menunju ranjang. Jika mabuk, Jong Ru hanya diam. Tak seperti biasanya yang terlihat eskpresif.
"Neo chwi haess-eo?" tanya Reyndad melirik ke punggung Jong Ru.
(Kau mabuk?)
"Jeonyeog-eul jumun halgeyo. Dangsindo jumun hasigessseubnikka?" tanyanya lagi.
(Aku akan memesan makan malam. Apa kau mau pesan juga?)
Sebenarnya Azlan ingin tahu bagaimana reaksi Jong Ru ketika ia mabuk di California. Apakah berbeda atau sama saja.
"Ani," jawab Jong Ru.
(Tidak.)
"Joh-ayo, jeonyeog-eun 1 cheungkkajimanhagessseubnida. Naega iss-eodo doelkkayo?"
Azlan beranjak dari ranjang.
__ADS_1
(Baiklah, aku akan makan malam ke lantai satu saja. Apa tak apa jika aku tinggal?)
"Gyesoghae, pil-yohan gyeong-u bang-eulo dol-agal pil-yoga eobs-seubnida."
Jong Ru melemparkan bantal ke arah Azlan. Tapi, sebelum emosi Jong Ru kian meledak, ia segera berlari keluar dari kamar hotel menuju lantai satu untuk makan malam tanpa memesannya.
"Excuse me, I'll have the best dinner at this hotel," ujar Azlan
(Permisi, aku pesan makan malam yang terbaik di hotel ini.)
"I ordered 4 meals and 1 drink without alcohol," sambung Azlan lalu duduk di meja nomor 4.
(Saya pesan 4 menu makan dan 1 minuman tanpa alkohol.)
Mereka mulai membuat makan malam terbaik untuk Azlan.
Pria tampan itu tengah menjadi pusat perhatian karena wajah dan postur tubuhnya yang sangat manly.
Azlan tersadar ketika terdengar bisikan dari wanita-wanita yang berada di lantai 1.
"Wow, he's so handsome."
"Wow, she's so charming."
"Looks like he's still alone."
"Has he had a girlfriend?"
"It has not yet."
"If he was my husband, how happy I would be to have him."
"That woman is really lucky to have such a handsome, charming and very well-established man."
"I'm so jealous when a woman fills her heart."
(Wah, dia sangat menawan.)
(Sepertinya dia masih sendiri.)
(Apa dia sudah memilik kekasih?)
(Sepertinya belum.)
(Jika dia adalah suamiku, betapa bahagianya aku bisa memilikinya.)
(Wanita itu benar-benar beruntung bisa memiliki lelaki tampan, menawan dan sangat mapan itu.)
(Aku sangat iri jika ada wanita yang mengisi hatinya.)
Tiba-tiba mereka datang membawakan makanan yang dipesan Azlan . Wanita itu terpaku karena Azlan makan di meja sendiri. Tapi, pria itu tak menghiraukan dengan kaum hawa yang memperhatikannya.
"Basic ladies, just look at the clear ones. Forget about their world," gumam Reyndad.
(Dasar para wanita, liat yang bening aja. Lupa sama dunia mereka.)
Azlan mencicipi berbagai makanan daging sapi yang dijadikan steak dan sup hangat agar perutnya kenyang lebih lama.
Tak lupa dengan dessert dan beberapa potong pudding buah.
"Pudding ini."
Setelah selesai makan malam, Azlan mencuci mulutnya dengan makanan yang manis.
"Apa aku bisa merasakan pudding buatanmu lagi, Dara?" gumamnya seraya menyuapi dirinya.
"Bahkan pudding di restoran bintang 5 ini, kalah dengan pudding buah buatanmu yang sederhana."
__ADS_1
Ia merasa de javu sekarang.
Setelah selesai menghabiskan semuanya, Azlan membayar makan makan dengan uang tunai.
"How much everything?" tanyanya.
Seorang pria memberinya bill untuk dibayar.
Azlanmengeluarkan uang lebih lalu menerima kembalian dari kasir.
"Thanks, sir."
Azlan kembali berjalan menuju lift lalu menekan tombol lima belas karena kamar Jong Ru berada di lantai lima belas dengan nomor seratus sembilan belas.
Ceklek.
Azlan Melihat Jong Ru telah terlelap.
Ia melirik ke arah jam dinding.
"Udah jam 9," gumamnya.
Azlan membersihkan gigi dan wajahnya sebelum tidur. Ia selalu melakukan perawatan wajah, karena ia tak ingin dilihat kusam ketika ia bertemu orang penting dan wanita yang ia tunggu kehadirannya.
***
Pagi hari, Azlan meminta Jong Ru untuk membawanya berkeliling kota California.
"Geuleonde wae kaelliponia-e gassseubnikka? Nedeollandeue eobsnayo? Dangsin gajog-i geogi issjiyo?" tanya Azlan saat mobil berhenti karena lampu merah menyala.
(Tapi, kenapa kamu ke California? Bukan di Belanda? Keluargamu 'kan ada di sana?)
"Nan geunyang wonhaessneunde, Dangsin-ege munjega issseubnikka?"
Jong Ru melirik ke arah Azlan.
(Aku hanya ingin, apa ada masalah denganmu?)
"Ani, geunyang nollass-eo. Yeogiseo yeojaleul chaj-assnayo?" tanya Azlan menatap perempuan yang memakai pakaian mini tengah melintas di zebra cross.
(Tidak, aku hanya heran saja. Apa kau menemukan perempuan di sini?)
"Eodiloganeungeoya?" tanya Jong Ru mengalihkan pembicaraan mereka.
(Kita mau ke mana?)
"Daeche eodie. Naneun-i dosileul yeohaenghago sipda."
(Ke mana pun. Aku mau berkeliling ke kota ini.)
Jong Ru sedikit kesal dengan tingkah Azlan . Pasalnya ia takut jika Reynd bertemu dengan Dara secara tiba-tiba.
Jong Ru telah menaruh hati dan perasaannya pada wanita yang masih resmi menjadi milik Reyndas.
Ini sangat tak masuk akal bagi dirinya, tapi begitulah datangnya sebuah cinta dan perasaan.
Jong Ru mengajaknya ke jalan mengelilingi kota California dengan berjalan kaki.
Entah angin mana, Azlan berbelok ke arah Dara kanan ketika mereka menyebrangi jalan.
Jong Ru kaget, ia hendak menarik tangan Azlan , tapi tidak bisa karena ramainya orang yang berlalu lalang.
'Jangan sampai ini terjadi,' batin Jong Ru.
***
Apa yang terjadi?
__ADS_1