
Keesokan harinya, kami melakukan spa untuk merenggangkan otot-otot yang kaku untuk nanti malam.
Ini adalah kehendak dari Mr. Kyen dan Nyonya Kyen pada kami. Beberapa jamuan dari karyawan sangat terkesan anggun.
Setelahnya kami kembali ke kamar setelah membersihkan tubuh dengan air yang wangi khas bungan mawar putih kesukaan Dara.
Le Chateau d’Esclimont, adalah tempat yang digunakan oleh keluarga Mr. Kyen.
Le Chateau d’Esclimont terletak dekat kota cinta, Paris adalah tempat yang tepat untuk dongeng pernikahan yang anda selalu impi-impikan.
150 hektar perkebunan adalah kediaman keluarga La Rochefoucauls dan merupakan salah satu lokasi yang paling indah untuk menikah.
Tamu juga dapat memancing, hiking, menunggang kuda dan mendapat pengalaman di negara yang sempurna.
Sementara menunggu malam, aku dan Dara berjalan-jalan menuju Little Venice yaitu daya tarik dari tempat yang satu ini adalah kanal yang membelah daerah tersebut.
Kita bisa menyewa perahu untuk menyusuri kanal tersebut sembari melihat keindahan bangunan sekitar. Ketika kita menyusuri kanal tersebut meka kita seakan ditarik kembali ke Perancis pada masa lalu.
Cantik dan indah adalah sebuah kata yang bis digunakan untuk menggambarkan pemandangan tempat ini.
Lalu kami pergi ke Chateau de Villandry,
lokasi wisata yang satu ini merupakan sebuah taman yang sangat cantik. Beragam jenis tanaman di tata dan dibentuk sedemikian rupa dengan pola-pola yang menarik.
Chateau de Villandry ini sendiri selalu menjadi sebuah destinasi wisata romantis sejak dulu.
Taman ini sendiri sudah ada dan dibangun sejak abad ke 14, berdasarkan sejarah yang ada taman ini selalu berganti kepemilikan dan selalu berubah-berubah bentuk dan susunan.
Namun, meskipun taman yang satu ini banyak berubah keindahannya tetap terkenal.
Karena keindahan dan sejarah yang ada di baliknya, maka taman ini sendiri telah diresmikan sebagai salah satu situs warisan Dunia oleh UNESCO.
Siang harinya, kami mengisi perut ke sebuah hotel mewah. Lalu kembali menyusuri kota Paris sambil membawa camera dan ponsel.
Paul de Vence adalah tempat romantis di Perancis yang satu ini merupakan sebuah kompleks kota kuno.
__ADS_1
Kita masih bisa merasakan dan melihat sisa-sisa tersebut pada bangunan yang di di lokasi ini.
Tempat ini sendiri berada di sebuah bukit yang cantik dan indah. dari bukit tersebut kita bisa melihat pemandangan kota secara penuh.
Kota yang satu ini sendiri merupakan salah satu kota yang terkenal dengan banyaknya seniman yang pernah tinggal.
Berbagai jenis kesenian bisa kita temukan di kota ini, mulai dari seni lukis sampai puisi yang romantis.
Kita bisa saja berjalan menelusuri jalan kota yang berupa gang-gang kecil. Jalan yang masih terbuat dar batu dan dinding rumah yang terbuat dari susunan batu serta beberapa tanaman merambat ini semakin mempercantik suasana.
Banyak sekali pasangan yang selalu menyempatkan waktu mereka untuk sejenak menikmati keindahan dari tempat ini.
Kami menuju ke Arc de Triomphe de l’Étoile merupakan salah satu monumen yang paling terkenal di Paris dibangun antara 1806 dan 1836.
Terletak di pusat Place Charles de Gaulle yakni di ujung barat dari Champs-Élysées.
Meskipun ada banyak modifikasi dari rancangan bangunan asli, dengan mencerminkan perubahan politik dan perebutan kekuasaan, motif ini masih mempertahankan esensi dari konsep asli yang kuat.
Gaya keseluruhan dekoratif lengkungan dengan tradisi patung dari paruh pertama abad ke sembilan belas menjadikan hal ini sangat luar biasa.
Digunakan sebagai penghargaan orang-orang yang berjuang untuk Perancis, khususnya, yang berperang selama Perang Napoleon.
Ada prasasti dalam tanah di bawah kubah lengkungan yang meliputi makam prajurit tak dikenal dari Perang Dunia I.
Lalu kami pergi ke Champs-Élysées merupakan jalanan dengan panjang sekitar 1,9 km dan lebar 70 meter, yang mana tempat ini sebagai penghubung Place del la Concorde dan Place Charles de Gaulle (tempat dari Arc de Triomphe).
Kemudian, para pengunjung bisa menikmati berbagai kafe dan bisa belanja dari toko-toko branded terkenal.
Jalanan di sini sangat ramai dan dipadati pengunjung dari kalangan anak muda dan juga wisatawan berbagai negara.
Saat melakukan perjalanan, para wisatawan dapat melihat bangunan atau gedung-gedung kuno, beberapa monumen, dan patung yang menakjubkan.
Dara selalu meminta aku agar membidik gayanya melalui kamera ponsel dan camera khusus.
Aku tersenyum melihat ekspresinya yang sangat menggemaskan. Tak lupa aku mengirim fotonya melalui group keluarga kami.
__ADS_1
Alazka sempat mengirim pesan padaku agar kami menginjungi Sacre-Coeur di kunjungi lebih dari 10 juta pengunjung setiap tahunnya, sedangkan Notre Dame dikunjungi sekitar 13 juta pengunjung setiap tahun.
Selain itu, basilika ini mempunyai gaya arsitektur yang sangat istimewa.
Dara juga mencari tempat yang selanjutnya kami tuju yaitu Jardin du Luxembourg atau dikenal sebagai Taman Luxembourg ini yang terletak di Paris, awalnya dibuat pada tahun 1612 oleh Marie de’ Medici, janda dari Raja Henry IV dari Perancis.
Taman yang indah ini mempunyai luas 25 hektar lahan terbagi menjadi kebun Perancis dan Taman Inggris.
Antara keduanya terletak hutan geometris dan kolam besar.
Kemudian, terdapat sebuah kebun tua dengan berbagai kebun apel.
Terdapat tempat pemeliharaan lebah, terutama untuk belajar tentang cara memelihara lebah dan rumah kaca dengan koleksi bunga anggrek dan taman mawar.
Kebun di sini memiliki 106 patung-patung yang tersebar di seluruh Taman, monumental Medici air mancur, Orangerie dan Pavillon Davioud.
Selain itu, ada banyak kegiatan dan fasilitas untuk anak-anak untuk bermain di taman.
Sore harinya kami mengunjungi Pont des Arts atau Passerelle des Arts adalah sebuah jembatan penyeberangan di Paris yang melintasi Sungai Seine.
Jembatan ini menghubungkan Institut de France dan alun-alun Palais du Louvre.
Antara tahun 1802 dan 1804, pada masa pemerintahan Napoleon I, sembilan lengkungan jembatan logam untuk pejalan kaki dibangun di lokasi sekarang Pont des Arts.
Pont des Arts merupakan jembatan logam pertama di Paris.
Para insinyur Louis-Alexandre de Cessart dan Jacques Dillon awalnya akan membuat jembatan yang akan menyerupai sebuah taman yang ditangguhkan, dengan pohon-pohon, tepi bunga, dan bangku.
Sehingga akan menambah kesan jembatan yang indah ketika liburan ke Paris.
"Ayo, kita pulang. Memori kakak sudah penuh dengan fotomu."
Aku menarik tangan Dara menuju taksi yang tengah berhenti di tepi jalan. Kami menaiki taksi tersebut lalu memberikan alamat hotel.
***
__ADS_1
Malam ini, kami mendapatkan sebuah setelan jas dan gaun yang sangat indah dan elegan.
Kami mendapatkan beberapa orang yang mengurus kami berdua, mulai dari pemakaian baju hingga merias.