Sahabatku Suamiku

Sahabatku Suamiku
Chapter 130. Ajakan Berlibur Papa ( END)


__ADS_3

Lalu mereka membawa kembang gula tersebut seraya memeluknya dan berjalan keluar dari dapur meninggalkan Azlan untuk memberi waktu Azlan menikmati makan malamnya.


"Kalian untung masih kecil, kalau tidak. Aku akan suruh Dara untuk membuat mereka menjadi telur ayam terus aku akan mrnggorengnya dan memakannya. Huh, untuk Tuhan masih sayang. Terima kasih banyak Tuhan, kau telah memberiku napas lagi untuk menikmati makan malam dan menjalani aktivitasku. Mereka itu benar-benar." Azlan berucap seraya mengelus dadanya dan kembali menyuapi dirinya dengan suapan terakhir lalu mencuci piring kotornya.


Setelah selesai, ia kembali menyusul keluarga Kim yang tengah menikmati perbincangan ditemani Dara di sana.


"Sudah selesai makannya, paman?" tanya Azka pada Azlan dengan wajah tak bersalah.


"Ya," jawab Azlan singkat.


"Oh, iya. Papa kamu titip tiket liburan ke Jepang. Ini tiketnya."


Paman Jeehyoon memberikan dua tiket pesawat dan dua tiket hotel yang telah disiapkan oleh Seok selaku ayah mertua dari Dara


Azlan memutar kepalanya ke arah Dara yang terlihat terkejut. Ralat, mereka sangat-sangat terkejut. Bagaimana bisa ada honeymoon lagi? Sementara Dara kini tengah mengandung.


"Jinjja?" tanya Azlan tak percaya.


Bibi Kim menganggukkan kepalanya bahwa mereka berkata benar. Azlan mengambil beberapa tiket tersebut lalu ia melihat jadwal keberangkatan.


"Besok?!" pekik Azlan membuat para keponakannya terkejut. Pasalnya mereka tengah bermain mobil-mobilan milik Azka yang dia bawa dari rumah.


"Ya sudah, kalau begitu kami pulang dulu. Kalian persiapkan diri menuju ke Jepang besok jam 10 pagi," pamit Paman Jeehyoon lalu mereka menutup pintu rumah Azlan


"Sayang."


"Kak."


Mereka berucap serentak.


"Kakak telfon papa dulu."


Azlan beranjak dari sofa menuju kamarnya untuk mengambil ponsel dan memanggil nomor Seok dengan jaringan roaming.


Tut!


📱"Halo," sapa Seok.


📱"Ah, papa. Kau ini bagaimana? Kenapa harus pake tiket honeymoon ke Jepang segala, sih? Pa, menantu cantikmu itu sedang mengandung cucu kalian. Mana bisa honeymoon, papa. Astaga, kau ini."


📱"Hei, nak. Kau nikmati saja tiket dari orangtuamu ini. Lagi pula, Adnan tidak pernah ke Jepang selain dari Korea, bukan?"


📱"Pa, di Indonesia juga bisa. Di Bali juga keren."

__ADS_1


📱"Tidak, kalian bersiaplah. Bawa perlengkapan dan susu milik Adnan. Kau tenang saja, kau bisa cancel tiket dari hotel jika itu terlalu mahal."


📱"Tidak, papa. Saat ini aku sudah mengganti 3 black card karena sudah gembung dan kau tahu harus tahu, papa. Menantu cantikmu itu sangat-sangat hemat sekali. Sudah triliunan di sana dan tidak bisa dimasukkan lagi gajiku ke dalam black card miliknya."


Terdengar suara kekehan dan gelak tawa dari Seok mendengar perbincangan Reyndad padanya. Tak biasanya Reyndad seperti ini, palingan juga dia hanya berbicara ya, tidak, entahlah, lalu, oke.


📱"Ya sudah, terserah kalian saja. Aku tutup telfonnya. Selamat malam dan selamat beristirahat. Jangan terlalu malam untuk tidur, ibu hamil pantang sekali akan hal itu."


📱"Ya, tutup saja, pa. Aku tahu itu."


Lalu panggilan ditutup oleh Seok.


Setelah menerima panggilan dari papa Azlan menyuruh Dara bersiap- siap untuk besok berangkat ke Jepang, dan Azlan menghubungi manager Alazka tentang keberangkatan berlibur besok.


***


Hari ini, Azlan dan Dara akan berangkat liburan ke Jepang sekalian berniat untuk berbulan madu. Bukan hanya mereka, tapi Bibi Kim, Azka, Zahra , Cinta, Rara dan Ahyun juga ikut bersama dalam liburan itu.


“Ini mah namanya bukan bulan madu, Sayang,” ucap Azlan seraya membereskan baju-baju untuk dibawa ke Jepang.


“Terus apa, dong?” tanya Dara, dengan centil dia berkaca di depan cermin besar seraya membenahi rambutnya yang digerai rapi.


“Nggak tau apa namanya, yang penting bukan honey moon. Kan kita bukan pengantin baru,” balas Azlan kemudian berdiri menunggu Dara dengan koper yang sudah siap di tangan.


“Woy, pasutri! Lama amat, buruan tuh pesawat udah mau berangkat,” ucap Cinta yang baru saja memasuki kamar Azlan dan Dara.


“Dih, pesawat? Pesawat paan, lu?” Azlan menggandeng lengan Dara berjalan keluar dari kamarnya meninggalkan Cinta yang menggerutu menatap kedua pasutri itu.


“Eh, tutup tu pintu kamar !” teriak Azlan yang sudah menuruni anak tangga itu dengan Dara yang berada di gandengannya.


“Resek!” Dengan cepat Cinta mengunci pintu kamar itu dan mengambil kuncinya kemudian menyusul Azlan dan Dara yang sudah keluar dari ambang pintu.


“Cie … yang mau bulan madu. Makin aja kalian,” goda Cinta seraya tersenyum sembari menyenggol lengan Bibi Kim yang sudah berdiri melendotkan tubuhnya di mobil.


“Makin apa? Makin ganteng?” tanya Azlan dengan pede memainkan rambut hitamnya.


“Udalah, yuk berangkat. Aku udah nggak sabar, nih,” ucap Dara dan diangguki oleh Cinta.


“Pak supir, yuhu … sini, Pak. Kita udah mau OTW!” teriak Azka pada seorang supir pribadi Azlan. Memang, dia menawarkan diri untuk ikut bersama Azlan pergi ke Jepang.


* * *


Sepanjang perjalanan, Dara terus menggenggam tangan Azlan dan melendotkan kepalanya di bahu kekar suaminya itu. Sedangkan Azlan mengelus sayang rambut panjang Dara yg tertutup hijabnya dan sesekali mengecupnya sayang.

__ADS_1


Mereka semua tertidur di dalam mobil itu karena perjalan panjang yang mereka jalani. Mobil yang melaju di jalanan lurus pun semakin mendamaikan suasana, cocok dimanfaatkan untuk tidur.


Satu jam mereka melaju, akhirnya sampailah mereka di Bandara Soekarno-Hatta . Pak Ardi—Supir pribadi Azlan membangunkan Azlan and keponakan nya yang masih tertidur pulas.


“Nak Azlan bangun. Kita udah sampek,” ucap Pak Ardi dan mengguncang lengan Azlan pelan. Azlan dengan perlahan membuka matanya dan melirik ke arah Dara yang masih terlelap di bahunya.


“Hah … tolong … tolong …!” teriak Azka seraya mengentakkan lengannya dan mencakar-cakar kursi mobil itu.


“Ih, bising …!” balas Ahyun


“Woy, apaan, sih! Bising banget, an*j*ng gua mau tidur!” Rara yang tak mau kalah pun ikut mendumel hingga menimbulkan keributan di dalam mobil itu.


Azlan menggelengkan kepalanya melihat perdebatan unfaedah itu dan merapikan hijab Dara yang baru saja membuka matanya akibat keributan itu.


“Heh, kita udah sampek, nih!” ucap Cinta dengan kesal.


“Hah … hah … gua mimpi apa barusan?” tanya Azka dan menatap teman-temannya yang menatapnya cengo.


“Iyalah! Gara-gara lu bising banget ni satu mobil!” tukas Cinta dan membuat Azka menyengir kuda seraya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


“Udah, ayuk kita turun,” ajak Azlan dan memegang lengan Dara membiarkan wanita itu turun mendahuluinya. Mereka mendekati pantai itu menikmati angin pantai yang sejuk.


Azlan menoleh ke arah Dars yang tengah berpose dan mendekati wanitanya itu dengan tangan yang berada di saku celana, dengan senyuman jahilnya kemudian ….


***


Setelah 7 jam perjalanan Jakarta -Jepang sampai lah mereka di Bandara Internasional Haneda Japan.


Bandara Internasional Haneda



foto -foto liburan Dara dan Azlan sekeluarga





END


👋Haii reader's.. Alhamdulillah udah bahagia Dara sama Azlan,

__ADS_1


Semoga suka 👍ya


🙏💕Terimakasih atas dukungan buat Author love love sekebon sawit dah😍😍😍🥰


__ADS_2