Sahabatku Suamiku

Sahabatku Suamiku
Chapter 88.Pudding Buatan Istriku


__ADS_3

Jam makan siang, aku pulang ke rumah karena rindu sup daging Dara. Aku melajukan mobilku menuju rumah, tapi sebelum itu aku membeli bahan dapur yang hampir habis.


Aku mengambil garam halus dan kasar, cabe 5 kilo, telur, snack, kaldu jamur bawang merah dan bawang putih, kecap, saus tomat dan saus cabe, seledri, bawang bombay, kubis, sayur-sayuran, buah-buahan dan susu milikku dan susu coklat kesukaan Dara.


Sampai di rumah, Bi Ima membantuku membawa paper bag dan terlihat Dara bersama Cinta tengah duduk di sofa menatap layar televisi.


"Hai," sapaku membuat keduanya beralih atensi menatapku.


"Ya ampun, kakak belanja kok gak bilang-bilang?"


"Gak apa-apa, sayang. Kakak rindu sup daging buatan kamu."


Aku tersenyum gemas ke arah Dara lalu kami berjalan bersama menuju dapur.


"Oh, iya tadi Kak Dara buat puding buah," ucap Cinta.


Mataku berbinar mendengarnya, Dara mengeluarkan puding buah dari kulkas yang ia masukkan ke dalam cetakan itu.


Sementara aku mencuci tangan dan melepas jas yang kukenakan.


"Cinta, hidupkan AC-nya, kakak gerah," pintaku yang diangguki Cinta.


Wajar saja karena Dara jarang sekali menghidupkan pendingin ruangan. Berbeda denganku, hanya waktu tidur saja kami mematikan pendingin ruangan.


Dara mengeluarkan puding itu dari cetakan dengan hati-hati lalu ia letakkan di piring.


Terlebih dahulu aku memakan puding yang di dalamnya terdapat irisan strawberry.


Cinta juga melakukan hal yang sama, tapi Cinta lebih suka dengan buah kiwi.


"Hm, benar-benar enak banget makanan kakak ipar Cinta."


Dara tertawa renyah mendengar ocehan Cinta yang memberi acungan jempol untuk Dara.


****


Pukul 14.00 WIB, aku kembali ke kantor sambil membawa puding buah buatan Dara. Aku mau berbagi masakan Dara.


Ya, Daramembuatnya lumayan banyak. Apalagi jika kami habiskan semuanya berdua belum tentu sepenuhnya habis.


Jadi, aku akan membawakan untuk karyawanku dengan beberapa rantang yang ada di tanganku.


Aku memasuki area perkantoran, 1 rantang kuberikan untuk para satpam yang berjaga-jaga di area parkiran dan kantor post.


"Selamat siang semuanya. Kalian sudah makan siang?" tanyaku pada mereka.


"Sudah, Pak Azlan," jawab mereka dengan tersenyum ramah.


"Kebetulan tadi istri saya buat puding buah, lumayan banyak. Kalian boleh mencicipinya."


Aku memberikan 3 rantang tersebut pada mereka dan mereka mengucapkan terima kasih sambil mencicipi puding buatan Dara.


"Pak, ini benar-benar enak."


"Alhamdulillah kalau begitu, habiskan ya. Nanti berikan rantang itu pada saya."


Aku meninggalkan mereka lalu membawakan ke ruangan para karyawanku, lumayan hari ini aku berkeringat untuk memberikan puding itu pada mereka.


Bukan, aku seperti bukan CEO di sini. Melainkan seperti orang yang mengantarkan pizza.


Sampai di ruanganku, aku memanggil Alazka untuk makan bersamaku.


"Wah, tumben boss."


"Ya, ini juga permintaan istri gue. Ayo, dicicipi."

__ADS_1


Aku membukakan untuknya.


"Ya ampun, cantik banget. Apalagi kalo yang buat. Eh, maaf boss."


Aku melemparkan tatapan tajam untuk Alazka yang berani sekali merayu Dara di depan wajahku.


"Hm, delicius."


"Ya, habiskan."


Aku beranjak dari sofa menuju meja kerjaku untuk menonton film di layar komputer.


"Boss, ternyata kalo kita punya istri yang cantik apalagi pandai masak. Enak juga, ya. Gue gak nyangka," cerocos Alazka.


"Ya, sangat menyenangkan. Apalagi pengennya pulang terus," ujarku.


"Huh, pengen cepat-cepat nikah, deh."


Aku menoleh ke arah Alazka yang tengah murung sambil mengaduk puding tersebut dengan sendok yang ada di tangan kirinya.


(Alazka itu termasuk kidal, jadi apa-apa semuanya kidal termasuk makan. Ada yang sama? Mohon diubah, ya.)


"Makanya, jodoh itu dicari. Kita sebagai pria harus mencari, kalk perempuan ya tinggal tunggu aja. Diam di rumah atau kerja, terus jaga sikap. Lo liat juga tuh perempuan kayak gimana, walaupun dia orang susah, tapi kalo jujur. Langsung aja ambil. Bilang sama nyokap bokapnya kalo lo pengen nikahin dia. Gampang 'kan?"


"Ya ampun, boss. Boss emang enak udah nikah gampang bilang kayak gitu. Lah, kita yang masih jomblo harus gimana? Susah, it's not easy!"


"Huh, semuanya itu it's not easy, kerja itu it's not easy. Tapi, kalau dengan hati yang ikhlas, semuanya akan menjadi mudah. Tergantung dengan Yang Maha Kuasa, apakah kita layak atau enggak. Kalau enggak, ya kita dibuang diganti dengan yang lain atau yang baru. Yang lenting berusaha."


"Ya boss. Gue bawa ya, puddingnya. Lanjutin tuh nontonnya."


Alazka membawa rantang milikku berjalan keluar ruangan. Mungkin dia tengah banyak pikiran mengenai perempuan dan pernikahan.


"Huh, Manager Alazka benar-benar," gumamku menggelengkan kepala dan kembali mem-play video yang sempat kutunda yang berjudul Love Alarm.


(Drakor kesukaan saya.)


***


"Terima kasuh banyak, pak."


"Ya, sama-sama."


Aku membawa rantang-rantang tersebut lalu berjalan memasuki mobil.


****


Sampai di rumah, aku meletakkan rantang tersebut di dapur dan membukanya.


Ternyata mereka sudah membersihkan rantang itu. Aku tersenyum lalu memasukkan rantang tersebut ke dalam lemari kaca dan berjalan menuju kamar.


Ceklek!


Aku membuka pintu kamar dan tak melihat Dara di sini. Tapi, di sisi lain keringat sudah membasahi kemeja putih yang kukenakan.


Aku terlebih dahulu memasukkan pakaian kotor ke dalam mesin cuci, memberinya deterjen lalu memutar tombol mesin cuci itu dan masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah selesai, aku kembali membilas pakaian tersebut lalu memasukkan ke dalam ember. Besok pagi, Dara tinggal menjemur pakaianku. Walaupun aku jarang melakukan hal ini.


"Eh, kakak udah pulang?"


Aku menoleh ke arah Dara.


"Iya, kamu ke mana tadi?" tanyaku.


"Di taman belakang, soalnya ada bunga yang mati. Jadi, harus diganti baru."

__ADS_1


Aku melihat kedua telapak tangannya dipenuhi dengan tanah hitam.


"Ya udah, kamu mandi. Bersihin tangan kamu."


Aku menariknya masuk ke dalam kamar mandi dan menutu pintu kamar mandi untuk memberinya waktu.


***


Malam harinya, aku membawa Dara dinner di restoran bintang lima. Tapi, dia menolak dan memilih di cafe biasa saja.


"Kamu mau pesan apa?" tanyaku seraya melihat buku menu yang pelayan cafe berikan pada kami berdua.


"Aku pesan Nachos, Chicken Fingers, Singkong ala Thailand. Minumannya strawberry yogurt."


Dara membacakan menu yang dia pilih.


"Menu makanannya sama, tapi minumannya saya mau lime citrus soda."


"Baik, pak, bu. Silahkan menunggu beberapa saat."


Pelayan itu pergi meninggalkan meja kami.


Informasi:


Nachos: Nachos merupakan cemilan khas dari Negara Meksiko, tetapi tidak perlu jauh-jauh ke Meksiko untuk mencicipi Nachos. Nachos adalah keripik jagung yang menyehatkan dan kaya rasa, dengan rasa manis, asin, gurih dan pedas. Menu ini biasanya disajikan di cafe kelas menengah atas.


Cara mudah membuat Nachos:


Sediakan keripik jagung, bawang putih & bawang bombay.


lalu potong dadu kecil bawang bombay & potong iris kecil bawang putih. Tumis sampai harum.


Masukkan wortel cincang aduk merata kurang lebih 5 menit,Lalu masukkan kornet daging cincang di aduk-aduk lagi.


Setelah itu masuk kan kripik jagungnya, paprika hijau dan cabai besar merah, aduk aduk sampai mengental. Setelah itu angkat lalu tambahkan tomat yg sudah di potong dadu.


Chicken Fingers:


Potongan daging ayam yang dipotong panjang-panjang seperti stick yang sangat lezat.


Cara mudah membuat chicken fingers:


Potong bagian daging ayam yang anda inginkan, contoh: Paha ayam potong merupai bentuk memanjang/ seperti bentuk stick.


Buat adonan bumbunya dengan menggunakan tepung roti dan sedikit perasa makanan.


Lalu ayam dimasukan kedalam putih telur dan di ratakan dengan tepung yang di racik sebelumnya,lalu siap untuk di goring satu persatu.


Setelah selesai di goreng tiriskan lalu chicken fingers siap di hidangkan.


Singkong Thailand merupakan menu makanan yang memiliki cita rasa yang menggugah selera, dengan manis dari rasa singkong itu sendiri di mix dengan gurih santan diatasny merupakan perpaduan yang sangat pas dan membuat pengemarnya semakin mencintai makanan tersebut.


Cara mudah membuat Singkong Thailand:


Potong-potong singkong kira-kira sesuai dengan selera, kemudian rebus singkong dan daun pandan yang sudah disiapkan, sampai singkong empuk dan berwarna transparan.


Tambahkan juga vanili bubuk, gula pasir putih, dan sedikit garam, aduk perlahan dan biarkan air menyusut (gunakan api sedang).


Cara Membuat Saus ,Siapkan panci untuk merebus santan kelapa, daun pandan, larutan tepung maizena, dan sedikit garam, aduk secara perlahan.


Bila mulai mengental, rebus lagi kira-kira 2 menit,lalu siap disajikan.


(Makanan ini sudah saya buat sendiri jadi homemade dari situs internet. Bisa kalian coba di rumah.)


*****

__ADS_1


Hahhaa.. lama kita buka kafe kata auto 😂😂


Sorry for typo 🙏


__ADS_2