Sahabatku Suamiku

Sahabatku Suamiku
Chapter 77.Ungkapan Hati Azlan


__ADS_3

Suara tepuk tangan mengiringi akhir dari petikan gitar dan suaraku.


"I will sing the second song, Still With You, made popular by Jungkook BTS," ujarku.


Aku takkan menyanyi sekali, bahkan bisa kedua kalinya. Ini untuknya Dara.


Petikan gitar itu kembali berbunyi ketika jariku memetiknya perlahan dan menutup mata meresapi setiap lirik lagu itu.


***


Prok ... prok ... prok ...


Suara tepuk tangan begitu merdu di telingaku. Aku tersenyum bahagia lalu meletakkan gitar di samping kursiku.


Aku berdiri dan sedikit menaikkan tiang microphone yang berada di depan daguku.


"I am Azlan Rafiq Hidayatullah Seok, I come from South Korea and work in Indonesia. I'm born in Daegu, South Korea and to be honest I belong to a very wealthy family. Here, I am not describing my father's treasure, Mr. Seok. However, my wife.


Thank you for accompanying my day until now. Many things we have done together until the time that we are tested and come back in my arms again. I really love you more than anything. I'm so happy to have a woman as beautiful as you. I am so very grateful that you can accept me as it is without looking at my very handsome physique. Because of you my day feels very colorful. Every second, I think so much about you. When I work, remembering you makes me even more excited to make a living. I don't care where you are from, I love you very much, even if I have to lose my life so that you can survive, live and see a very beautiful world. I won't let anyone hurt your heart, those tears. I don't want that thing out. Stay with me even more than ten thousand hours. Living with a woman I really want. Forgive all my flaws, I'm only a human who sometimes has mistakes. I want to make sweet memories with you, my hidden dreams, complained and tired. Dara, you are the woman I really love. Live with me until our hair turns white, our faces are wrinkled, our paths are no longer as excited as when we were young and slowly our lives separate from this body."


"Trust me, I will take care of you until this body weakens. I will be your shoulder when you are sad, don't bury it all. I am yours, amu your husband. Dara. Be my woman, be my girlfriend, be my wife, be the mother of my children and be my woman forever"


(Saya Azlan Rafiq Hidayatullah Seok, saya berasal dari Korea Selatan dan bekerja di Indonesia. Saya lahir di Daegu, daerah Korea Selatan dan jujur saya termasuk keluarga yang sangat berada. Di sini, saya tidak memerkan harta ayah saya, Tuan Seok. Tetapi, istri saya.


Terima kasih sudah menemani hariku sampai sekarang. Banyak hal yang sudah kita lakukan bersama hingga waktu di mana kita diuji dan kembali dalam pelukanku lagi. Aku benar-benar menyayangi dirimu melebihi apapun. Aku begitu bahagia bisa memiliki wanita secantik dirimu. Aku begitu sangat bersyukur karena dirimu bisa menerimaku dengan apa adanya tanpa memandang fisiku yang sangat tampan ini. Karena kaulah hariku terasa sangat berwarna. Di setiap detik, aku sangat memikirkan tentangmu. Saat aku bekerja, mengingat dirimu semakin membuatku semangat untuk mencari nafkah. Aku tak peduli kau dari mana, aku sangat mencintaimu, bahkan jika aku harus kehilangan nyawaku agar kau bisa selamat, bernyawa dan melihat dunia yang sangat indah. Aku takkan membiarkan siapapun bisa melukai hatimu, air mata itu. Aku tak ingin hal itu keluar. Tetaplah hidup bersamaku bahkan melebihi sepuluh ribu jam. Hidup bersama wanita yang benar-bemar kuinginkan. Maafkan semua kekuranganku, aku hanya manusia yang kadang juga memiliki salah. Aku ingin membuat kenangan manis bersamamu, cita-citaku yanng terpendam, keluh dan lelahku. Dara, kau wanita yang sangat kucintai. Hiduplah bersamaku hingga rambut kita memutih, wajah kita keriput, jalan kita tak lagi sesemangat waktu kita muda dan perlahan nyawa kita memisahkan dari raga ini.)


(Percayalah, aku akan menjagamu hingga tubuh ini melemah. Aku akan menjadi bahumu di kala kamu sedih, jangan memendam semuanya. Aku milikmu, aku suamimu. Dara. jadilah wanitaku, jadilah pacarku, jadilah istriku, jadilah ibu dari anak-anakku nanti dan jadilah wanitaku selamanya.)


"Wow, those words are very sweet, perfect and very touching. He is very fortunate to have you that is well established, handsome and also good at singing," tukas MC padaku.


(Wah, kata-kata yang sangat manis, sempurna dan sangat menyentuh sekali. Dia sangat beruntung bisa memiliki Anda yang mapan, tampan dan juga mahir menyanyi.)


"Give a round of applause for Mr. Azlan."


Aku turun dari panggung menuju kursi di mana Dara dan rekan kerjaku berada di sana.


"His words were very touching, Mr. Azlan. Really made us very touched."


"Right, you are very good at composing beautiful words for your wife."

__ADS_1


(Kata-katanya sangat menyentuh sekali, Tuan Azlan. Sangat membuat kami terharu sekali.)


(Benar, kau sangat pandai dalam merangkai kata-kata indah untuk istrimu.)


"Thanks."


Aku tersenyum kepada mereka lalu menatap Adnan.


Ia memeluk tubuhku yang berada di sampingnya lalu membenamkan kepalanya di dada bidangku.


Untung saja mereka melihat ke arah panggung di mana pria tengah melantunkan sebuah lagu.


"Kamu malu? Untuk apa kamu malu? Seharusnya kakak yang malu," tukasku.


"Kata-kata itu tadi, sangat sweet. Aku jadi mealting. Aku nge-fly."


Aku tertawa mendengar ocehan Dara. Bagaimana bisa dia terbang dan meleleh dengan kata-kataku yang lumayan amburadul tadi.


"Kamu tahu."


Aku mengangkat tangannya yang melekat di pinggangku menuju dadaku di mana jantungku tengah berdisco.


"Aku juga harus melawan detak jantung ini, aku grogi tahu. Rasanya aku kehilangan oksigen di atas panggung tadi."


Aku menggeser kursinya agar semakin dekat denganku dan kami menikmati alunan musik yang dibawakan beberapa orang.


Mr. Kyen tak menyarankan minuman soda ataupun alkohol di pesta pernikahannya. Jadi, hanya ada jus, kopi dan latte.


****


Setelah tak ada lagi orang yang naik ke atas panggung untuk mengeluarkan suara emasnya, MC kembali dengan microphone-nya.


"Well, for the last game because the temperature is getting cold. We'll make a game for those of you who are pairs to dance and Mr. Kyen will give gifts for those of you who dance romantically and affectionately. Show your skills now, because this is the request of the brides and grooms. The piano player will provide romantic music. Enjoy it."


MC meletakkan microphone-nya lalu meninggalkan panggung. Yang tersisa hanyalah Mr. Kyen dan Nyonya Dewi.


(Nah, untuk game terakhir karena suhu semakin dingin. Kami akan membuat game untuk kalian yang berpasangan agar berdansa dan Mr. Kyen akan memberikan hadiah untuk kalian yang berdansa dengan romantis dan mesra. Tunjukkan keahlian kalian sekarang, karena ini adalah permintaan dari para mempelai pria dan wanita. Pemain piano akan memberikan musik yang romantis. Nikmatilah.)


Mereka kembali berjalan menuju depan panggung. Aku berdiri dan menarik tangan Dara.

__ADS_1


"Kenapa?"


Pasalnya Dara menahan tanganku, ia menolak untuk berdansa denganku? Pikirku.


"Aku gak bisa."


"Ayolah, hanya berdansa saja."


Aku kembali menarik tangannya, tapi lagi dan lagi Dara menolak menahan langkahku menuju depan panggung.


Sementara aku kembali duduk seraya menatap matanya.


"Eoseo chumchwo, Chagi. Geos-eun danji chum-eul chuneun geos-ibnida. Geuleohji anh-eumyeon ulineun salangseuleobge hamkke chum-eul chul geos-ibnida. Eoseo, naega chumchuneun beob-eul galeuchyeo julge. Bukkeuleowohageona danghwang hal pil-yoga eobs-seubnida. Yeogiseo ulineun hamkke baeul su issseubnida. Dangsin-eun chum-eul chul su eobs-seubnida. jeog-eodo dangsin-eun daleun salamdeulmankeum jalhaji moshadeolado chum-eul galeuchyeo jul su issseubnida," bisikku.


(Ayolah berdansa, sayang. Ini hanya dansa, kapan lagi kita akan berdansa bersama dengan mesra. Ayo, aku akan mengajarimu bagaimana caranya berdansa. Tidak perlu malu ataupun sungkan. Di sini kita bisa belajar bersama-sama. Kakak juga tak bisa berdansa, setidaknya kakak bisa mengajarkanmu berdansa walau tak semahir yang lainnya.)


Dara belum juga luluh.


Aku tahu bahwa ia belum tahu bahasa Hangul.


Aku mengelus pelan punggung tangannya yang terasa dingin. Aku meninggalkan Dara untuk meminta sarung tangan pada pria.


"Can you find me some gloves? My wife is cold."


(Bisakah carikan saya sarung tangan? Istri saya kedinginan.)


Pria tersebut menganggukkan kepala dan pergi meninggalkanku.


Aku berbalik badan untuk melihat Dara yang tengah mencari keberadaanku.


Aku berdiri tepat di ruangan yang gelap tanpa sinar lampu. Pantas saja Dara tak melihatku.


"Naega iljjig tteonass-eul ttae hwaga nassdago saeng-gaghaess-eul sudo issseubnida. Naega seoissneun gos-i boiji anhni, chagi?" gumamku.


(Mungkin dia mengira jika aku marah ketika aku meninggalkannya tadi. Apa kau tak melihat di mana aku berdiri, sayang?)


Pria tersebut berjalan mendekatiku dan membawakan sarung tangan berwarna hitam yang tebal.


Aku memberikan selembar uang padanya, tapi ia menolak dan aku memasukkan uang tersebut ke dalam jasnya dan mengucapkan terima kasih. Aku melangkahkan kaki menuju meja kami dan memberikan Dara sarung tangan.

__ADS_1


Visualisasi Dara



__ADS_2