
Keesokan harinya devano sedang bersiap untuk mengantar fuji ke toko buku seperti janjinya kemarin, namun.. entah sudah berapa jam ia bergonta-ganti outfit dan style rambutnya hanya untuk terlihat tampan saat di depan fuji nanti.
"belah tengah... atau full poni ya.. atau sexy hair aja ya.." gumam vano sambil sibuk menata rambut nya di depan cermin.
"outfit ku mamba sih.. gua kebelakangin ajalah,like a se-xy boy,anjasss" gumam vano lalu mengubah kembali style rambutnya.
"jelek gak sih.. gak sih gua mah style apa aja tetep tampan paripurna, ceilah vano gila lu" gumam nya kediri sendiri bak orang gila.
"ya ampun... tumben amat dandan segitu lamanya,mau nge date ya" ejek mama vano yang sedari tadi melihat gelagat aneh anaknya.
"kepo" jawabnya singkat sambil mengatur rambutnya dengan style belah tengah andalannya.
"aku berangkat assalamualaikum" pamit vano setelah selesai dengan rambutnya,lalu segera mengambil tas selempangnya sembari mencium tangan sang ibu.
"Wa'alaikumsalam hati-hati" jawab putri yakni mama vano sambil menatap kepergian anaknya dengan senyum.
Sesampainya di rumah fuji, belum sempat vano turun dari motornya si fuji sudah dengan cepat menghampiri vano dan segera naik ke jok belakang motor vano.
"langsung nih?" tanya vano dari balik helm full face nya.
"iyalah... keburu panas ntar" jawab fuji sambil sibuk mengunci helm nya, tanpa aba-aba vano langsung menge gas motornya yang membuat fuji refleks memeluk perut vano dengan erat.
"stay safety sayang" ujar vano sambil sedikit menurunkan kecepatannya.
"ANJIR LU" umpat fuji kesal sambil menggeplak helm vano dari belakang yang membuat sang empu terkekeh puas.
Sesampainya di toko buku itu mereka langsung di sibukkan dengan kegiatan mencari buku yang di inginkan.
"udah nemu?" tanya vano yang menyadari kedatangan fuji,lalu melanjutkan kegiatannya yang masih mencari buku incarannya.
"udah, kalo kamu?" tanya fuji dengan wajah ceria karena buku yang ia cari-cari akhirnya ia dapatkan.
"udah" ujar vano yang baru saja mengambil satu buku dari rak di depannya dan menaruhnya di keranjang belanjaan nya yang terdapat banyak sekali komik dan novel.
"GILA LU NGEBORONG?!" pekik fuji terkejut, pasalnya tidak pernah sekalipun ia melihat sahabatnya itu begitu menggilai komik dan novel.
"iya, hobi baru" jawab vano sambil merangkul pundak fuji dan mengarahkannya kearah kasir.
"totalnya 480.000,00 kak" ujar kasir itu sambil memberikan tote bag penuh buku, yang di terima oleh fuji dan di bayar oleh vano.
__ADS_1
"total di akhir ya beb" ujar fuji sambil berlalu pergi meninggalkan toko tersebut.
"gak usah, gua beliin itu" ujar vano yang membuat mata fuji melotot terkejut.
/imut/ batin vano
"beneran lu bwang?" tanya fuji tak percaya
"iya deck" jawab vano mengikuti pelafalan fuji yang alay, hal itu berhasil membuat keduanya tertawa geli.
"mampir di mall seberang yuk, nongki sibintir" ajak fuji yang di iyakan oleh vano.
"kemana nih?" tanya vano saat sudah memasuki mall tersebut, yaps karena jarak pusat toko buku dan mall tidak terlalu jauh sehingga mereka hanya perlu menyebrangi zebra cross lalu berjalan beberapa langkah untuk memasuki area mall tersebut.
"eumm fun world?" tawar fuji yang di angguki mantap dengan vano.
"jom ke fun world" ujar vano sambil menggandeng tangan fujian dan mengarahkannya ke arah lift, sungguh hal yang tidak biasa bagi fuji karena hari ini entah mengapa vano menjadi lebih ceria dari hari-hari yang lain.
"kamu gak sakit kan van?" tanya fuji sambil berjinjit seraya menyentuh dahi vano.
"kaga anjir, emang napa sih?" tanya vano sewot, karena saat fuji menyentuh dahinya, saat itu juga jantungnya menjadi berdebar tak karuan yang membuat dirinya menjadi salah tingkah.
kini mereka bersenang-senang selama 2 jam di fun world, entah itu bermain basket,dance,mesin capit,photo box, dan lain-lain .
"yok" ujar vano sambil berjongkok membelakangi fuji.
"hah?" pekik fuji bingung
"katanya cape, mau gendong kaga?" tanya vano yang membuat fuji terharu akan perhatian dari sahabatnya yang satu ini.
" lu serius? ntar gua baper gimana?" ujar Fuji seolah menggoda
"bomat lah cepet naik anying, malu gua jongkok mulu!" ujar Vano yang membuat fuji langsung merangkul punggung vano, kini mereka berdua dapat mendengarkan detak jantung mereka yang berpacu dengan cepat.
"kamu capek kah van?kok detak jantungku cepet amat" ujar fuji yang salah paham.
"mana ada"jawab vano singkat
"ohh berarti elu berdebar ya,karena bisa gendong putri secantik gua" ujar fuji dengan pd tingkat maksimum
__ADS_1
"amit-amit,lu kali yang baper karna gua gendong, mangkanya detak jantung lu ga normal " ejek vano membalas fuji
"mana ada! yang ada gua malu ege di liatin orang dari tadi" ujar fuji yang membuat vano terkekeh, walau malu keduanya tak ada niatan untuk melepaskan gendongan nya.
"ke strubuk kah?" tawar vano yang di iyakan oleh fuji.
"bowleh... eh itu si celine gak sih?" ujar fuji sambil memicingkan mata dan menyetarakan posisi kepalanya agar sama dengan vano.
"mana?" tanya vano
"itu lho.. yang make baju sexy, gandengan sama om-om jas hitam di toko SK itu lho" jelas fuji sambil berbicara pelan di dekat telinga vano yang membuat telinga vano memerah dan merasa ada gencatan listrik yang menggelitik tubuhnya.
"iya-iya tau udah bodoamat lah kita" jelas vano sambil menoyor kepala fuji dengan sebelah tangannya agar kepala fujo kembali kebelakang kepala vano.
tanpa mereka sadari, celine sedari tadi memperhatikan mereka dengan tatapan benci bahkan sebelum mereka menotice akan adanya celine di sana.
Yah... semenjak celine di usir dari rumah papanya dan di keluarkan dari sekolah,dia berusaha bertahan hidup dengan menjadi sugar baby dari para om-om h*dung belang.
"btw aku tadi ngefotoin kamu tauk... U should be proud of my photography talent" ujar fuji sambil menunjukkan hasil tangkapan foto nya.
/apa gua kasih liat aja ya foto dia yang gua candid/ batin vano seolah berfikir.
"iyadehh si paling" jawab vano sambil mengacak halus rambut fuji, kini mereka bersenda gurau sembari menikmati sorbet dan coffee pesanan mereka.
......................
Pap dari fuji..
(candid yang di maksud vano)
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Di episode selanjutnya...
"jangan bilang lu ada rasa ke gua" ujar fuji-